Monthly Archives: Agustus 2014

Para Pencari Tuhan…

Assalamu’alaikum….

Masih ingatkah dengan sebuah sinetron yang ditayangkan pada stasiun televisi beberapa tahun terakhir ini?
Yup, judulnya para pencari Tuhan (PPT)…
Dulu, saya tidak begitu tertarik untuk mendalami pencarian akan Tuhan, tapi istilah ini mulai kembali menggelitik melalui pertemuanku dengan seseorang. Seseorang yang hadir lewat jalan yang tak aku sangka kan sama sekali…

Jika ada yang membaca post-post saya sebelum ini, ada beberapa kali saya menceritakan tentang sahabat saya, teman sekamar, teman satu kostan, teman satu kampung, dan teman berhijrah, alhamdulillah…
Dahulu, dia sering menanyakan pada saya, apa alasan saya untuk mau bersahabat dengannya? Begitu banyak orang lain yang lebih dahulu dekat dengannya tapi tidak ada yang mau bersahabat dekat dengannya. Bahkan, saat saya memilih untuk menjadikannya sahabat, banyak berbagai pihak yang melarang saya..
Sebagian besar teman-teman yang lain bilang kalau karakter Ika (bukan nama sebenarnya) tidak bisa diubah. Keras kepala, egois, tidak mau mendengarkan orang lain, malas, dan sifat jelek lainnya. Tapi entah kenapa, Tuhan melihatkan pada saya sifat-sifat Ika yang baik yang tidak terlihat oleh orang lain. Saya tidak bisa bohong, sifat-sifat jeleknya memang mendominasi perawakan luarnya, tapi saya menemukan bahwa sesungguhnya Ia adalah seorang perempuan yang berhati lembut yang tingkat kepedulian sosialnya di atas rata-rata orang kebanyakan, bahkan mungkin di atas diri saya sendiri. Dalam berorganisasi, dia tidak begitu mementingkan jabatan, lebih senang bekerja sesuai dengan kemampuannya, meski tidak ditempatkan pada posisi puncak. Dia selalu ceria dan mampu menularkan keceriannya pada orang lain yang bisa dengan senang hati menerima keberadaannya…

Jika dulu banyak orang dan Ika sendiri menanyakan pada saya, Apa alasan saya mau bersahabat dengan orang seperti Ika? Saya sendiri tidak tau jawaban pastinya. Saya hanya tersenyum dan bergumam di dalam hati, karena Tuhan yang telah hadirkan dia untuk saya. Sejak SD, saya memiliki trauma untuk memiliki seorang sahabat. Saya trauma dengan rasa kehilangan. Akan tetapi, sejak itu juga saya selalu berdo’a pada Allah, “jika nanti saya ditakdirkan memiliki seorang sahabat, jadikanlah Ia sahabat yang membawa saya makin dekat dengan-Mu, Ya Rabb”..

Apabila dilihat dengan mata telanjang serta logika manusia, Ika tidak lebih baik pemahaman agamanya daripada saya. Bahkan beberapa teman “akhwat” sering memarahinya karena pakaiannya yang pendek atau jilbab yang tidak selalu menutup dada. Lagi-lagi, saat saya memutuskan untuk bersahabat dekat dengannya, saya cuma minta izin dan petunjuk sama Allah. “Ya Allah, jika dia baik untuk aku jadikan sahabatku, maka dekatkanlah kami. Tetapi jika dia tidak membawaku ke arah yang lebih baik menurut-Mu, maka jauhkanlah kami”. Dan, berbekal dengan keyakinan itulah, kami dipersatukan sebagai sahabat oleh Allah. Dia berniat untuk mengubah saya, dan saya berniat untuk mengubah dia…

Subhanallah…

Tiga tahun sudah kami lewati saling mengenal bahkan pada tingkatan ekstrim sekalipun. Dari bertengkar kecil, hingga bertengkar hebat. Dari saya dimusuhi semua orang, hingga salah satu dari kami kabur dari kostan. Lima hari tidak menyentuh makanan dan tidak mau bertemu satu orang pun. Tingkatan depresi rendah, hingga berbulan-bulan seperti orang ling lung. Saya pernah membuat keluarga saya panik dengan proses pencarian saya, begitu pun Ika, Ayahnya dibuat menangis oleh tingkahnya. Alhamdulillah, semua pernah kami lewati dan berakhir dengan baik (meski harus dengan lautan air mata dan perjuangan berdarah-darah).

Tadi pagi saya tersadar..
Jika masih ada orang yang menanyakan, Kenapa saya mau bersahabat dengan orang tidak sempurna seperti Ika (kuliah saja tidak lulus-lulus, dibandingkan saya, mahasiswa terbaik jurusan bahkan hampir menyelesaikan master pendidikan)?
Saya sudah tau jawabannya…

Allah tidak akan pernah merancang suatu peristiwa itu sia-sia jika kita mau berpikir..
Tidak ada yang tidak terpakai oleh Allah swt, semua memiliki manfaat yang terkadang manusia kurang sabar untuk mengetahui hasil akhirnya…
Kita hanya dituntut percaya sepenuhnya hanya pada-Nya. Penghambaan yang penuh, tanpa ada sekutu-sekutu bagi-Nya..

Lalu, apa yang dipersiapkan Allah selama saya bersahabat dengan Ika?
– saya merupakan seorang yang cenderung memiliki emosi yang sangat tidak stabil, dari luar saya terlihat cool, tiiis, tenang, berwibawa, tapi sesungguhnya emosi saya bisa sangat tidak terkontrol. Saya bisa merusak barang-barang bahkan merugikan diri saya sendiri. Tapi, alhamdulillah sekarang jauh lebih baik. Ika mengajarkan saya untuk bisa menahan amarah yang ada di dalam dada saya…
– Kemudian, saya memiliki sifat introvert yang sangat. Menutupi emosi dari luar, bahkan cenderung menghindari konflik meski terkadang saya membutuhkan untuk berterus terang. Saya menutupi apa yang saya inginkan padahal di lain pihak saya sangat tidak menyukai ketidak-terusterangan. Ada beberapa hal yang bertolak belakang yang sering membuat saya makin bingung dengan diri sendiri. Ika lah yang berusaha membuat saya untuk menerima diri apa adanya tanpa perlu menutupi kekurangan.
-Lalu, sifat perfeksionis saya.. Huft, ini benar-benar sering menimbulkan masalah dengan Ika. Saya orangnya cenderung tertata, rapi, terorganisir, detail. Tapi Ika kebalikannya, spontanitas tinggi, tidak suka keteraturan, dan berantakan (versi saya). Awalnya saya sering memaklumi, tapi lama kelamaan saya jadi kesel sendiri dan berkaitan dengan introvert tadi, saya tidak ada protes sama sekali dengan Ika. Saya sering hanya tahan sendiri keselnya saya. Lalu akhirnya melalui dialog panjang dengan Ika, kami sepakat. Saya harus menurunkan standar kerapian (perfect) saya, dan Ika harus menaikkan standar kerapiannya juga. Ini dilakukan karena kami hampir 24 jam bareng (jika dalam kondisi sama-sama di kantor dan kostan). Saya harus belajar berdamai dengan diri sendiri dan mengakui ada batas kemampuan yang tidak bisa kita paksakan. Tidak selalu yang kita inginkan itu yang kita dapatkan, ada kuasa Ilah yang lebih di atas dari segalanya. Hehehehehe….
-Naaaah, ini yang paling urgent, ini saya rasa jawaban atas do’a-do’a saya. Ika rajin mengajak saya ikut kegiatan sosial bareng SOSD (Sahabat Oki Setiana Dewi), ikut pengajian muslimah dengan Teh Ninih, atau ke mesjid DT dengar pengajian ma’rifatullah. Kemudian, setelah dia pulang umrah, pakaiannya cenderung berubah daripada sebelumnya. Dia mengenalkan saya untuk tidak canggung menggunakan gamis. Tidak kuno kalo pake gamis untuk kegiatan sehari-hari…
Saya banyak mengenal orang-orang “penting” yang menjadi guru dalam mengubah pandangan hidup saya. Mbak Ida, seorang mualaf yang cukup membuat saya terkesima dengan kecintaannya pada Allah. Uni Zulfa dengan cerita masa lalunya serta bagaimana cara mengenal diri sendiri, mempelajari kelemahan dan kelebihan diri, serta ini yang saya paparkan di awal tulisan ini,  “seseorang yang hadir lewat jalan yang tak aku sangka kan sama sekali”.
Ya, dia adalah Bu Rosa, pembimbing dua sahabat saya. Beliau dihadirkan Allah lewat perantara Ika. Meski Ibu tidak pernah sadar dengan kehadiran saya, tapi setiap nasihat yang Ibu sampaikan pada Ika diceritakan kembali oleh Ika pada saya. Ilmu yang in sya allah bermanfaat yang akan terus mengalir hingga hari akhir. Saya seakan-akan bertemu dengan orang yang satu visi dengan saya. Seorang pendidik, meski beliau menjadi dosen lalu saya memiliki impian mengajar di sekolah dasar. Cita-cita untuk terus mencari Tuhan seakan-akan mempertemukan kami. Share-share melalui blog Ibu membawa saya pada sebuah pemahaman yang selama ini menggelayuti pikiran. Jika guru saya yang sebelumnya tidak begitu senang menulis di blog, maka cerita Ibu ini bisa menjadi pemicu saya untuk terus mencari diskon Allah swt.
Begitu indah ukhuwah yang dilandasi oleh-Mu ya Allah…

Saya yakin, suatu saat nanti kami akan dipertemukan kembali dan tentu saja, proses ini belum akan berakhir, baru benar-benar akan berhenti jika nafas sudah tidak lagi berhembus…

Teruslah berjuang para pencari Tuhan.
Kita akan menyadari kehadiran Allah jika kita berpikir (banyak ayat Al-Qur’an yang menerangkan ini)..
Mukzizat nabi Muhammad saw. adalah Al-Qur’an, bukan hal-hal ajaib seperti nabi-nabi sebelum Rasulullah. Pikirkanlah hal ini…

Ini list bacaan saya dari blog Bu Rosa, kategori suara hati…
Bacaan yang menanti… 🙂

Iklan
Categories: Hijrah Hidup | Tag: | Tinggalkan komentar

Pertengkaran KeciL…

Assalamu’alaikum…

Pagi ini seluruh badan kaku, setelah pijit hari Minggunya. Agak berat untuk bersegera berberes kamar dan masuk kantor. Akhirnya hari ini mengambil shift siang dan memaksakan diri bergerak membersihkan kamar dan dapur. Biar semangat, hidupkanlah muratal di hp yang diselingi juga dengan nasyid dari Edcoustic. Perhatianku teralihkan dengan lagu ini, Pertengkaran Kecil ciptaan Kang Aden..

Sedih bila kuingat tengkaran itu

Membuat jarak antara kita

Resah tiada menentu hilang canda tawamu

Tak ingin aku begini tak ingin begini

 

Sobat rangkaian masa yang tlah terlewat

Buat batinku menangis

Mungkin karena egoku mungkin karena egomu

Maaf aku buat begini maaf aku begini

 

Reff :

Bila ingat kembali janji persahabatan kita

Tak kan mau berpisah karena ini

Pertengkaran kecil kemarin cukup jadi lembaran hikmah

Karena aku ingin tetap sahabatmu

Tidak ada apa pun tersirat dari lagu ini, tapi aku menbayangkan pertengkaran-pertengkaran yang sudah terlalu sering aku lewati dengan sahabatku.. Selama ini hampir semua masalah dapat kami lewati bersama, tapi hanya satu celah yang tidak pernah dapat kami temui jalan keluarnya.. Sahabatku masih ingin memperjuangkan masa lalunya, sedangkan aku memilih untuk meninggalkan….

Setelah banyak pelajaran yang aku temui, aku tahu pada titik ini aku harus IKHLAS. Kita tidak bisa memaksakan penerimaan pada diri seseorang. Jika ada orang yang tidak menyukai kita, seperti apa pun kebaikan yang telah kita lakukan, akan tidak ada artinya di mata orang tersebut. Aku berpasrah hanya pada-Mu ya Rabb. Jika di kesempatan ini kami tidak mendapatkan kesamaan, maka aku kembalikan ini kepada-Mu. Persahabatan yang dijalin oleh karena-Mu, insya Allah tidak akan pernah terputus hingga kapan pun. Aku berdo’a agar aku selalu ikhlas dalam menerima takdir-Mu ya Allah…

Jika selama ini aku banyak berdosa karena telah memaksakan kehendakku, aku mohon maaf ya sahabat. Jika aku telah mendahului takdir Allah, aku mohon ampun ya Rabb. Tidak ada satu pun jua yang terjadi tanpa Engkau mengetahuinya terlebih dahulu. Aku tahu, pada tahap ini aku yang harus belajar bagaimana penerimaan itu. Indahnya ikhlas karena Allah. Aku percaya suatu saat nanti Allah akan memberikan buah manis dari suatu kepercayaan yang tidak pernah berhenti. Kepercayaan penuh hanya pada-Nya, tanpa ditandingi oleh makhluk-mahkluk lain…..

Ya Rabb, kuatkanlah aku ya Allah. Jadikanlah rasa cinta dan sayang yang tumbuh pada diriku sebagai sesuatu yang tidak terlepas dari ibadahku kepada-Mu. Jadikanlah rasa sakit yang ada sebagai penawar dosa-dosa yang telah aku perbuat. Engkau yang Maha tau ya Allah. Hamba hanyalah seorang manusia yang masih sangat butuh bimbingan dan rahmat-Mu. Jauhkanlah rasa sombong dan angkuh pada diri hamba ya Allah. Biarkan cita-citaku untuk selalu mencintai-Mu dalam hidup dan matiku dapat membawaku kekal di Syurga-Mu nanti ya Allah…

Aamiin ya Rabb….

Dapat link bagus dari Bu Rosa…

Mengasihi Karena Allah

Bismillah…

Kemarin ada wejangan dari salah satu guru kehidupanku, yaitu ibu mertuaku 😀. Bahwa mengasihi manusia itu tidak berarti harus berinteraksi secara fisik, namun dapat dengan mempercayakan orang yang kita kasihi kepada Allah dengan kita selalu mendoakannya yang baik baik dan meminta kepada Allah untuk menjaganya… subhanallah… indah sekali bukan 🙂.

Hal ini semakin mencerahkan sedikit ilmu yang saya ketahui sebelumnya tentang mengasihi sesama manusia karena Allah. Dimana mengasihi karena Allah itu tidak sebatas hanya secara fisik, namun mempercayakan perlindungan dan pejagaan orang yang kita kasih kepada Allah. Bagaimana caranya?… dengan selalu menyebutkan nama orang yang kita kasihi dalam doa-doa kita kepada Allah. Mempercayakan kepada Allah, bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita dan orang-orang yang kita kasihi.

Hal ini saya telusuri juga dengan bentuk kasih sayang yang kurang dipahami kaum remaja, termasuk saya waktu remaja dulu. Mengenai pacaran, jika kita pahami secara jiwa, maka sebenarnya pacaran dengan gaya anak sekarang itu lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya. Kenapa saya tahu, karena saya juga pelaku pacaran 🙂. Untungnya saya bukan pelaku pacaran yang banyak berganti-ganti. Maka saya mencoba memahami dari pengalaman dan apa yang saya pelajari bahwa apa yang disebut dengan mengasihi karena Allah adalah mempercayakan kepada Allah mengenai jodoh atau perlindungan atau penjagaan orang yang kita kasihi kepada Allah. Karena hak Allah akan takdirNya adalah 4 hal yaitu hidup, mati, rejeki, dan jodoh. Jika sudah menjadi takdirNya bahwa berjodoh maka kemanapun pergi… ya akan tetap berjodoh, tidak akan kemana-mana… namun jika bukan jodoh, sedekat apapun maka tidak akan berjodoh. Apakah bisa yakin kepada Allah seyakin itu… memang yakin kepada Allah bukanlah hal mudah, maka perlu adanya usaha berkelanjutan untuk membangun keyakinan itu. Percaya dan menerima keputusan Allah sebagai hal terbaik berdasar ilmu Allah hanya dapat dilakukan orang yang memiliki keyakinan kepada Allah. Jika masih ada ketakutan akan hasil dari Allah, maka disitulah sebenarnya keyakinan kita sedang tidak yakin dengan benar-benar. Tenang saja, keyakinan seperti halnya iman 😀, naik turun… maka dari itu mesti secara berkelanjutan dijaga. Mari bersabar, membersihkan niat, dan tetap istiqomah 🙂.

Perbuatan tidak baik yang tergolong dosa adalah sebuah hutang yang harus kita bayar. Pasti akan kita bayar, entah itu di dunia atau di akhirat. Diskonnya hanya satu, yaitu ampunan Allah. Diskon inilah yang membuat saya bersemangat untuk terus memperbaiki diri. Karena segala yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri (banyak ayat Al Qur’an yang menerangkan ini). Jika kita benar-benar mengasihi orang lain karena Allah maka kita akan berusaha untuk tidak berbuat sesuatu yang membuat orang yang kita kasihi terdorong untuk berbuat dosa inilah bagian dari memberi 🙂.

Semoga ada manfaat dari sekelumit pemikiran ini. Jika ada kesalahan itu dari saya dengan keterbatasan ilmu saya, dan jika ada manfaat dan kebenaran maka itu semua dari Allah.

Categories: Hijrah Hidup | Tag: | Tinggalkan komentar

HeLiza Helmi..

Akhir-akhir ini saya mengurangi intensitas untuk mendengarkan musik. Biasanya saya senang mendengarkan musik apa saja, tetapi sejak Ramadhan lebih cenderung untuk mendengarkan muratal atau lagu-lagu nasyid. Rasanya begitu menyenangkan dan menenangkan..

Hhhhmmmm…..

Awalnya saya tidak begitu tertarik saat sahabat saya begitu heboh dengan yang namanya Heliza Helmi. Saya cuma melihat dari jauh saat dia memutar-mutar lagu Heliza Helmi. Sahabat saya pun tertarik mencari tau semua tentang Heliza karena tokoh idolanya, Oki Setiana Dewi, mengucapkan video selamat ulang tahun di youtube. Pun Heliza sebaliknya juga mengucapkan selamat ulang tahun saat Oki berulang tahun.

Lagi-lagi saya hanya melihat dari jauh saja..

Tiba-tiba lagu ini mengubah pikiran saya…

Lagunya enak didengar, mengajak kita untuk berdzikir tanpa terasa menjadi hal yang menyeramkan atau terkesan seperti sebuah ritual yang berat. Sejak itulah akhirnya saya banyak menanyakan tentang Heliza kepada sahabat saya. Siapa dia, lagu-lagunya, dan sejarah lengkapnya… Dan ini lagu kedua yang membuat saya jatuh cinta dengan Heliza…

 

Categories: Oase Pengingat | Tinggalkan komentar

Malaysia #HariKeenam #030213

Repost dari blog Lia..

Hari ini adalah hari terakhir kami berlibur di negara tetangga ini. Sesuai dengan jadwal hari ini kami akan mengunjungi Genting Highlands, Chinatown, Petaling Street, Putrayaja dan KL Sentral.

Pagi itu setelah kami sarapan, kamipun berpamitan sama kakek, Liana dan Arfa. Karena nanti malam kami akan langsung balik ke Singapore tanpa balik ke sini terlebih dahulu. Liana dan Arfa agak enggan melepas kami, karena mungkin karena masih ingin bermain dengan aunty yang cantik2 ini 😀

Bersama Liana dan Arfa

Bersama Liana dan Arfa

Tujuan utama pagi ini adalah Genting Highlands, karena tempat ini berada di atas perbukitan akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan bus Go Genting. Ternyata jalan ke sini mirip dengan jalan ke Tangkuban Parahu Bandung ato Puncak Bogor, berbelok-belok dan di kelilingi jurang dan perbukitan. Pemandangan yang di tawarkan sepanjang perjalanan sangat memukau. Setelah 1 jam perjalanan, kami sampai di tempat pemberhentian yang akan membawa kami naik cable car menuju Genting. 1 cable car bisa diisi 6-8 orang. Tiketnya sudah termasuk dengan tiket bus yang kami beli di awal tadi. Kami mengeluarkan biaya sekitar 23,5 RM untuk tiket PP dan Cable car  PP.

SONY DSC

SONY DSC

Sayangnya ketika kami di sana cuacanya rada gerimis, jadi yang kami lihat sepanjang perjalanan hanya kabut 😦
Sampai di ataspun cuacanya masih berkabut sehingga kami tidak bisa menikmati keindahan yang ditawarkan di sana. Dari pada kecewa akhirnya kami memutuskan belanja 😀. O ya, disini katanya merupakan tempat salah satu kasino terbesar juga. Kita sebagai turis bisa masuk cuma dengan memperlihatkan pasport. Tapi kami tidak masuk sana, malu dan harus menjaga kesucian jilbab yang kami pakai:D. Sampai kami selesai belanja cuacanya masih gelap dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa suatu saat nanti kami akan kesini lagi, amin

SONY DSC

Di perjalanan setelah memikirkan dan mengatur ulang jadwal kami memutuskan untuk membatalkan kunjungan ke Putrajaya dan Chinatown mengingat waktu yang tinggal sedikit. Kebetulan hari itu merupakan arus mudik yang cukup padat juga, hingga akhirnya kami terjebak macet dan sempat nyasar lagi.
Akhirnya kami menuju Petaling street dengan alokasi yang sangat minim jika digunakan untuk belanja oleh2 bagi orang seperti kami, tapi harus bisa supaya tidak ketinggalan kereta menuju Singapore. Oleh-oleh standar yang kami beli kaos, gantungan kunci, pajangan, dan lain2. Walau sebenarnya tidak puas tapi harus tetap tersenyum.
Sebelum ke KL Sentral Kak Linda mengajak kami singgah di Kampung Baru terlebih dahulu. Kak Linda mau beli Martabak Mesir buat Kakek. Di sini kami bisa menyaksikan kemegahan Twin Tower dimalam hari.

SONY DSC

Akhirnya kami sampai di KL Sentral, masih ada waktu buat shalat dan istirahat sebelum kereta berangkat ke Singapore.

Dadah Malaysia, See U Next Time..

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/06/02/malaysia-harikeenam-030213/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaysia #HariKelima #020213

Repost dari blog Lia..

Agenda hari ini adalah menjelajahi tiap sudut dari ibukota.
Di Singapore kita adalah gembel elit yang kemana-mana memanfaatkan MRT ato Bus, di Malaka kita adalah pencinta jalan kaki, sedangkan di Malaysia kita adalah tamu Kak Linda yang kemana-mana diantarin sama mobil :p

Perjalanan hari ini dimulai dengan mengitari dan explore Dataran Merdeka. Di sini kita bisa menemukan KL City Galery, Perpustakaan Nasional, Portugis Of Fountain, Masjid Abdul Samad. . Tempatnya berdekatan satu sama lain hingga bisa di akses dengan jalan kaki. Dataran Merdeka atau Lapangan Merdeka yang juga dinamakan Sempena adalah lokasi untuk memperingati hari kemerdekaan Malaysia, di seberang jalan berdiri dengan megah Masjid Abdul Samad. Pokoknya bangunan yang ada di sini itu arsitekturnya megah dan bergaya2 inggris gitu..

Narsis

I Love KL

Perpustakaan

Perpustakaan

KL City Gallery

KL City Gallery

Masjid Abdul Samad

Masjid Abdul Samad

Pose

Puas berpoto2 di sini kami melanjutkan perjalanan menuju Masjid Jamek, tapi sayang kami tidak bisa masuk ke sana karena sedang ada renovasi besar-besaran.

Masjid Jamek yang sedang di renovasi

Masjid Jamek yang sedang di renovasi

Daripada kecewa akhirnya kami memutuskan belanja oleh2 di daerah sana. Karena tepat di seberang masjid terdapat pertokoan yang menjual berbagai aksesoris, makanan, dan jilbab dengan segala rupa. Tempat ini sangat direkomendasikan bila anda ingin berbelanja ketimbang di Petaling Street. Harganya jauh lebih murah.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju KL tower dan KLCC.

KL Tower

KL Tower

Kami tidak sempat naik ke kedua menara tersebut karena pertimbangan waktu dan biaya 😀 Yang penting kami punya bukti otentik pernah menginjakkan kaki di menara Petronas yang terkenal itu.

Twin Tower

Twin Tower

Twin Tower

Twin Tower

Kemudian kami di ajak Kak Linda ke Chow Kit Market, dan kami melewati sebuah kampung yang berada di tengah-tengah kota, dari sini kita bisa menyaksikan menara Petronas berdiri dengan megahnya, kontras dengan bangunan bergaya lama yang ada di kampung ini. Tidak Sesuai dengan penampakannya kampung ini dinamakan Kampung Baru. Menurut kabarnya pemerintah setempat ingin menjadikan kampung ini pusat pertokoaan atau perumahan yang modern. sayang sekali ya kalau hal itu terwujud. Namun katanya rakyat di sana menentang itu semua.
Karena perut sudah keroncongan akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu. Dasar orang minang, jauh dari ranah minang-pun kami tetap mencari masakan Padang 🙂

Perjalanan di lanjutkan untuk mengunjungi destinasi terakhir buat hari ini, Batu Cave.. Sempat nyasar juga pas pergi dan pulang dari tempat ini 😀
Batu Cave merupakan gua yang didepanya terdapat patung Budha tersenyum. Untuk menuju Goa kita harus mampu mendaki sekitar ratusan anak tangga. Kebetulan pas kami kesana ada perayaan yangsedang dilaksanakan, jadi lumayan rame dan penuh dengan wajah-wajah India. Disini juga ada semacam pasar kaget yang bisa kami nikmati karena perayaan tersebut.

SONY DSC

Batu Caves

Batu Cave

Batu Caves

Ini adalah akhir perjalanan untuk hari ini..

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/06/01/malaysia-harikedua-020213/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaka – Shah Alam #HariKeempat #010213

Repost dari blog Lia..

Pagi Malaka…
Hari ini kami siap untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi kota tua ini. Karena hari ini merupakan hari terakhir di Malaka. maka sebelum menjelajah lagi kami beres-beres buat check out dulu. Batas waktu check out rata-rata disini adalah jam 11.00 siang. Tujuan utama pagi ini adalah Menara Taming Sari yang bisa di tempuh sekitar 10 menit dari hostel dengan berjalan kaki. Karena kami datangnya kepagian kami tidak bisa masuk ke tempat ini, tapi lumayanlah ya bisa photo2.

Menara Taming Sari

Menara Taming Sari

SONY DSC

AtuL dan Amay

Menara Taming Sari

Puncak Menara Taming Sari

Selanjutnya kami beranjak menuju Taman Merdeka. Di sini kita bisa melihat replika alat transportasi.

Taman Merdeka

Taman Merdeka

Dan di daerah sini juga terdapat Museum Perangko.

Museum Perangko

Museum Perangko

Tak jauh dari sana kita bisa menemukan bangunan bersejarah di Malaka yang namanya dikenal dimana-mana. Ya, inilah A Famosa (“Yang Termashur” dalam bahasa Portugis).  A Famosa terletak di Bandar Hilir, Melaka bersebelahan dengan replika Istana Kesultanak Melaka dan Gereja St. Paul. Kami sempat naik ke reruntuhan gereja yang ada di sana. Dari atas kita bisa melihat selat Malaka.

A Famosa

A Famosa

SONY DSC

A Famosa

SONY DSC

A Famosa dilihat dari atas

SONY DSC

pemandangan dari atas bukit

Karena merasa lapar, kami memutuskan untuk mencari makan. Pilihan kami jatuh pada Chiken Rice Ball yang ada di EE JI BAN. Ternyata pelayan di sana adalah orang Jawa. Karena merasa satu bangsa kami dilayani dengan sangat baik oleh si mbak. Di sini kami mencicipi chiken rice ball lengkap dengan sayuran dan minum Longan tea. Satu paket kompletnya itu cukup dengan membayar sekitar 50 RM untuk 4 orang.

SONY DSC

Makan Chicken Rice Ball

SONY DSC

EE JI BAN

Setelah check out dan masih ada waktu sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Syah Alam, kami menuntaskan hasrat untuk menikmati semangkok es cendol duren Jonker 88 terlebih dahulu. Alhamdulillah kami bisa menikmatinya. Dan memang tidak heran tempat itu selalu penuh, karena rasa yang ditawarkannya memang sepadan. Dengan 4 RM saja kita bisa menikmati semangkok es cendol duren yang menggoyang lidah.

Es Cendol Duren Jonker 88

Es Cendol Duren Jonker 88

Setelah itu kami menuju Masjid Kampung Klang, sayangnya kami tidak bisa masuk ke dalamnya.

Masjid Kampung Klang

Masjid Kampung Klang

Untuk kembali menuju Melaka Sentral kami menunggu bus di depan Chirst Church karena busnya melewati tempat tersebut. Ongkosnya 2 RM. Sesampainya di Malaka Sentral saya memanfaatkan waktu untuk membeli oleh2, karena belum sempat. Untuk harga kaos disini jauh lebih mahal dari pada yang ada di Kompleks Rumah Merah, namun kualitasnya juga jauh berbeda. Satu kaos disini dihargai dengan 25 RM.

Tiket dari Melaka Sentral menuju Shah Alam berkisar 14,5 RM dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Sesampainya di Shah Alam kita di jemput oleh Kak Linda yang akan bersedia menjadi Guide dan merelakan rumahnya untuk kita tempati (Thank Kak 😀 ). Ternyata Kak Linda punya 2 malaikat kecil yang lucu dan menggemaskan. Arfa dan Liana. Setelah istirahat dan mandi Kak Linda memasakkan makanan buat kami. Ini seperti di rumah sendiri, karena Kak Linda sendiri adalah orang minang yang sudah menjadi warga Malaysia.

Malamnya Kak Linda mengantarkan kami ke I-City, kota sejuta Lampu.

SONY DSC

I city Shah Alam

SONY DSC

di dalam I city Shah Alam

Snow

Snow

Seperti Bandung Carnival Land (BCL) ato Batu Night Spectaculer (BNS) na Malang lah ya, namun permainan disini lebih beragam. Yang menjadi tujuan utama adalah Snow Worid-nya. Setelah puas kami kembali ke rumah Kak Linda.

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/05/30/malaka-harikeempat-010213/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaka #HariKetiga #310113

Repost dari blog Lia..

Pagi ini kesibukan berbeda dari hari kemaren. Hari ini kami bangun lebih cepat dan berkemas tanpa maele-ele. Yups.. kami harus mengejar bis paling pagi menuju Johor Bahru. Untungnya terminal bis itu terletak tidak jauh dari hostel tempat kami menginap, terminalnya berada di Rochard Rd, cukup ditempuh 5 menit dengan berjalan kaki. Ongkos dari SIN – Johor Bahru 2,4 SGD. Sebelum nyampe Johor Bahru, kami harus melewati Imigrasi di perbatasan dua negara ini (SIN-MAL) Woodland. Biasanya prosedur disini tidak lama. Setelah itu kami  melanjutkan perjalanan menuju Johor Bahru yang memakan waktu kira-kira 1 jam.
Setelah sampai di Johor Bahru (Terminal Larkin Sentral), kami merasa berada di Indonesia kembali, karna pas baru nyampe terminal sudah banyak calo bus yang saling berlomba mencari calon penumpang, tidak beda dengan Indonesia kan? Kami lebih memilih membeli tiket di counter resminya saja, selain lebih aman itu lebih nyaman. Kami memilih menggunakan bus Delima dengan ongkos 19 RM menuju Malaka.  Supir busnya baik dan mau membantu para gembel elit  ini 🙂

Terminal Larkin Johor Bahru

Terminal Larkin Johor Bahru

Bus Johor Bahru - Melaka Sentral

Bus Johor Bahru – Melaka Sentra

Perjalanan Johor Bahru – Malaka ditempuh dalam waktu 2,5 – 3 jam (Bandung – Jakarta) lewat jalan tol. Karena faktor capek dan interior di dalam bus yang lumayan bagus kamipun tertidur sepanjang perjalanan :p Akhirnya kami sampai di Melaka Sentral, karna kelaparan kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Di sini kami tidak terlalu memusingkan harga lagi, sekarang kan sudah menggunakan Ringgit :p

Menu Makan Siang

Menu Makan Siang

O ya,, Malaka merupakan sebuah warisan budaya UNESCO.

Setelah itu kami naik bus  17 menuju Dataran Pahlawan, dengan ongkos 1,3 RM. Kami turun di sekitaran Dataran Pahlawan, cukup dengan berjalan kaki sekitar 10 menit kami sampai di hostel yang bersedia menampung kami selama 2 hari ini, Mari-Mari Guest House. Karena saat itu lagi diskon kami mendapatkan harga kamar dengan harga yang sangat miring (sekitar 10 RM/org ). Setelah beres2, kami melanjutkan perjalanan menuju Christ Church yang cukup ditempuh 10 menit dari hostel,. Christ Church merupakan gereja tua yang mempunyai arsitektur yang indah, di halamannya terdapat sebuah kolam air mancur dan banyak becak-becak hiasan berbagai rupa. Di dekat Christ Church, ada Stadthuys yang merupakan rumah dinas gubernur dan staf pemerintah Belanda yang dibangun pada tahun 1650. Gedung ini sekarang menjadi Museum of History and Ethnography. Warna gedung awalnya putih, tetapi kemudian dicat dengan warna red-salmon agar mendekati warna Christ Church. Didekat itu juga terdapat reruntuhan gereja Katolik St. Paul’s Church. Lokasi ini disebut dengan Rumah Merah, karena bangunan di sekitar sini berwarna merah. Menghabiskan sore di lokasi ini merupakan sebuah pilihan yang tepat.

Di depan Chirst Church

Di depan Chirst Church

Becak Unik ala Malaka

Becak Unik ala Malaka

Setelah menghabiskan senja di sana, kami melanjutkan perjalanan menuju Jonker Walk. Awalnya si pengen memcoba es cendol duren yang ada di Jonker 88, ternyata karna kami nyampe sana sudah sore tempat itu sudah tutup. Jonker 88 merupakan tempat makan yang lumayan terkenal di sini. Akhirnya kami minum kopi di Ochado sambil menunggu malam.

Ochado

Ochado

Setelah itu kami kembali menuju Malaka river dengan tujuan naik River Cruise. Sebelumnya kami sempat singgah di Maritim Museum.  Harga tiket River Cruise sekitar 15 RM/org. Di sini kita di ajak berkapal-kapal ria mengelilingi Malaka River.

Senja di Malaka River

Senja di Malaka River

Maritim Museum

Maritim Museum

Kincir Kerajaan Malaka

Kincir Kerajaan Malaka

Setelah puas mengelilingi Malaka River yang eksotis, kami menghabiskan malam di depan Chirst Church

Radar Neptunus

Radar Neptunus

Para Perempuan Minang Terdampar di Melaka

Itulah perjalanan kami di hari ketiga, masih ada lima hari lagi yang tersisa 😀

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/05/30/malaka-hariketiga-310113/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Singapore #HariKedua #30012013

Repost dari blog Lia..

Pagi ini kami bangun dengan penuh semangat setelah berusaha untuk memulihkan tenaga yang kemaren dikeluarkan seharian. Setelah selesai beres2, kami langsung menuju destinasi pertama buat hari ini. Tidak lupa sebelumnya dari hotel kami menyiapakan bekal ala kadarnya, teh manis, roti dan mie goreng instan pastinya 😀
Karena, besoknya tujuan adalah Malaka, dan kami tidak ingin paginya mesti buru2 dan tidak mau ketinggalan bus, maka kami memutuskan untuk membeli tiket bus ke Malaka terlebih dahulu. Ternyata sesampainya di sana, petugas nya malah bilang tiket di ambil sebelum berangkat aja,, haha… Ya udahlah ya…

Tujuan selanjutnya adalah Chinatown, akhirnya belanja lagi.. Menurut saya sii, barang disini lebih murah dari pada di Bugis Street ato Mustafa. Walau pilihannya tidak sebanyak di dua tempat tadi. Saya aja bisa membeli 30 gantungan kunci seharga    10 SGD .. 3 for 10 juga banyak disini.. Saat na berburu oleh buat yang udah pada nagih n nitip dari jauh2 hari. Inilah surga belanja murah di Singapore 🙂

Di sini kami juga sempat mengunjungi tempat ibadah diujung jalan Pagoda yaitu kuil Hindu Sri Mariamman yang dibangun tahun 1827. Sementara diujung jalan Mosque, sekitar 50 meter dari kuil terdapat Masjid Jamae Chulia yang dibangun tahun 1826 oleh Chulias seorang tamil muslim dari Pantai Koromandel di India selatan. Disini sempat juga turis jepang yang minta photo dengan kami. Katanya si kami cantik2, haha.. Heran kali ya liat cewek cantik pakai jilbab nyasar di tempat ini :p

China Town

China Town

Selanjutnya kami menuju Haw Par Villa, kata na di sini kita bisa melihat Patung Budha tersenyum.. Tumben kali ini di MRT kami bisa kebagian tempat duduk, mungkin karena jalur ini bukan jalur utama yang biasa di lewati. China Town – Harbour front. Jadi kami bisa narsis2an di MRT

MRT na lagi sepi :)

MRT na lagi sepi 🙂

Akhirnya kami sampai juga di Haw Par Villa, letaknya di Pasir Panjang Rd. Ada ratusan patung-patung dan patung-patung yang mereplikasi mitologi Cina karakter seperti Buddha tertawa dan Fu Lu Shou (dewa-dewi Taoisme)

SONY DSC

Welcome to Haw Par villa

Setelah puas menjelajahi tempat ini, kami melanjutkan perjalanan menuju Botanical Garden. Disinilah akhirnya kami melakukan sebuah ide gila, tidur di kebun bambu.. Mungkin karena cuaca yang lumayan panas ditambah faktor cape, kami akhirnya tertidur pulas hampir selama 2 jam di belai sepoi angin Botanical Garden. Setelah itu kami makan siang dengan bekal yang tadi kami bawa dari hostel. Kemudian kami melanjutkan perjalanan mengelilingi Botanical Garden. dan ternyata kami berhasil mengelilinginya dari utara sampai selatan, ckckck… Sayang, banyak spot2 yang saat itu sedang direnovasi..

pintu masuk

pintu masuk Singapore Botanic Gardens

Smile

Smile

Narsis

Lia narsis

Kelelahan mengitari botanical garden, akhirnya kami naek bus 7 menuju Orchard Rd. Tujuan utama kami adalah Masjid Al Falah yang sudah akrab bagi turis muslim di Singapore. Masjid Al-Falah menempati gedung Chairnhill Place lantai 1 No 1 ini dengan membayar $1.7 juta untuk 99 tahun sewa. Masjid ini secara resmi dibuka 25 Januari 1987 oleh Dr Ahmad Mattar yang saat itu menjabat sebagai menteri lingkungan hidup dan menteri urusan muslim Singapore. Logo Al-Falah yang dirancang oleh Tuan H Sanwan Rais dibuka dari tutup kain saat itu. Al-Falah sendiri diambil dari kata bahasa Arabyang berarti sukses (sumber : wikipedia).

Setelah shalat dan istirahat kami melanjutkan kembali aktivitas belanja dan makan. Tujuan belanja kami adalah Lucky Plaza dkk.. Awalnya niat kami menghabiskan malam disini adalah karena pengen melihat atraksi 4 musim yang kata na ada di Orchard Rd dimalam hari. Namun setelah menunggu sekian lama, pertunjukkannya tidak ada 😦

menunggu

menunggu

narsis dulu

narsis dulu

Akhirnya kami pun kembali ke hostel.

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/04/07/singapore-harikedua-30012013/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Hari Pertama: Welcome to Singapore (290113)

Repost dari blog Lia..

Yeyyy,, akhirnya setelah menempuh perjalanan Bandung – Singapore, kami (para cewek nekat (saya, kak nia, kak el dan kak ega) serta temannya kak ega)akhirnya menginjakkan kaki di bumi om Rafless ini 😀
FYI, di pesawat kita disuruh untuk mengisi semacam formulir yang akan berfungsi di kantor imigrasi, sebenarnya si kita gag harus mengisi di pesawat, tapi itu cuma buat kemudahan nanti. Supaya pas landing kita bisa langsung masuk ke imigrasi tanpa harus antri mengisi formulir tadi. Jadi jangan lupa siapkan pulpen di saku anda. Sebenarnya saya sudah di ingatkan dari awal, namun karena newbie saya lupa, jadi aja pas di pesawat minjam ama bule cakep di samping saya, lumayan sekalian kenalan n ngisi waktu :p
Sebelum landing aja saya udah begitu terkagum melihat keindahan negeri singa ini dari atas pesawat, saya tidak henti2nya mengagumi ciptaan Sang Kuasa. Saya pun sibuk dengan kamera untuk mengabadikan setiap sudut yang terlihat dari atas. Dari atas saya bisa langsung mengenali Esplanade n Marina Bay Sand, karena itu terlihat jelas n itu yang membuat saya tersadar kalo saya benar2 udah keluar dari bumi pertiwi.

Setelah landing kami langsung menuju imigrasi, awalnya itinerary kita untuk keliling2 fasilitas2 ruang tunggu yang ada di bandara yang katanya merupakan salah satu bandara terbaik di dunia. fasilitas yang tersedia Terminal 1: taman kaktus. Terminal 2: taman anggrek, taman pakis, taman bunga matahari, kolam ikan koi (t.3), movie theatre (t.3), entertainment deck. Terminal 3: taman kupu-kupu. Itu memang terbukti dari layanan dan arsitekturnya. Bagi saya Changi merupakan sebuah kota kecil yang menyediakan semua kebutuhan hidup. Namun kita membatalkan itinerary awal karena pertimbangan bagasi dan urusan di imigrasi. Setelah selesai di imigrasi kita sempat keliling terminal yang ada di sini, karena untuk menuju satu terminal ke terminal lainnya kita tidak perlu khawatir lelah berjalan. Disini disediakan Sky Train yang membuat kita leluasa akses semua terminal.

Untuk mengisi waktu menunggu tempat penjualan Ez-Link buka (kartu yang memiliki fungsi utama sebagai alat pembayaran sarana transportasi umum di Singapura baik MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), atau Public Bus, bahkan dengan kartu ini pula kami dapat masuk ke REsort Wordl Sensota dengan cukup mengeluarkan 1SGD saja :D… Harga 1 Ez-Link 12 SGD, kami langsung mentop-up sebanyak 10SGD untuk perjalanan 2 hari di sini. ), kami mencoba menikmati fasilitas yang bisa di akses gratis. Slah satunya ada mencoba SLIDE, permainan yang membuat saya tidak pernah bosan mencobanya.

SLIDE CHANGI

Slide Changi

Setelah cukup puas di SLIDE kami melanjutkan perjalanan ke terminal 2, disana tersedia tempat pembelian Ez Link. Setelah masing-masing mendapatkan kartu kami beranjak menuju hostel di daerah bugis.Kami naik MRT jalur hijau: tujuan tanah merah,  turun di tanah merah, naik MRT tujuan Joo Koon dan turun di Bugis. Jarak antara stasiun MRT dengan hostel bisa ditempuh lebih-kurang 5 menit berjalan kaki. Ini merupakan salah satu nilai plus negara ini di mata saya, mereka membangun  transportasi di titik2 tempat pariwisata atau umum. Salama di Singapore kami menginap di ABC Hostel n Backpacker yang terletak di Kubor St. Kami memilih kamar yang menyediakan 4 bed dan AC dengan biaya permalam 24SGD/org. Fasilitas yang di dapatkan di sana ada Wi-fi, ruang internet, breakfast, dan Setrikaan. Hostel ini sudah lumayan punya nama di kalangan backpack Indonesia. Check in disini jam 12.30 dan batas check out jam 11.00 (waktu Singapore.)

Setelah selesai istirahat, shalat dan makan siang, perjalanan menjelajah Singapore-pun kami mulai. Tujuan pertama adalah Suntec City, untuk melihat Fountain of wealth yang konon katanya bagi siapa yang bisa menyentuh airnya akan beruntung. Sayangnya pas nyampe sana sedang di adakan renovasi, jadi kami tidak bisa mencoba keberuntungan di sana. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Esplanade.

Esplanade

Esplanade

Setelah puas photo2 dan melihat daftar pertunjukan yang akan berlangsung kami langsung beranjak menuju ikon na kota Singapore, kami menuju Taman Merlion.

Taman Merlion

Taman Merlion

Marina Bay Sand dari Taman Merlion

Marina Bay Sand dari Taman Merlion

Selanjutnya kemi menuju Asia n Civilisation Museum yang terletak di samping The Fullerton Hotel, kemudian kami ke tempat Rafless pertama kali menginjakkan kakinya di Negeri singa ini “Raffless Landing State”. Kami menikmati sore di Clarke Quay dan menyusurinya dengan menggunakan river cruise.

Raffless

Raffless Landing Site

Di dalam river cruise

Di dalam river cruise

Pose

Setelah itu kami menuju Marina Bay Sand untuk menunggu pertunjukkan Wonderfull Night Spectaculer yang diadakan jam 20.00 tiap harinya. Ini merupakan pertunjukkan air dan cahaya yang luar biasa. Kemudian kami kembali ke Taman Merlion untuk menyaksikan merlion di malam hari. Singgah sebentar di Art Science Museum untuk photo2. Kami menewati jembatan DNA “Helix Bridge”. Dan dari kejauhan kami bisa melihat keindahan Singapore Flyer di malam hari.

Marina di kala senja

Marina di kala senja

Art Science Museum dari kejauhan

Art Science Museum dari kejauhan

Helix Bridge

Helix Bridge

Marina Bay Sand

Marina Bay Sand

Setelah puas dan lelah mengelilingi seputar Marina dan Merlion Park, kami melanjutkan perjalanan menuju Mustafa “saat na berburu coklat dan oleh2″. Padahal itu baru hari pertama dari delapan hari yang dijadwalkan :p

Akhirnya badan kamipun protes untuk segera istirahat, sebelum kembali ke hostel kami mengisi perut dulu di Kp. Glam yang letakknya ternyata tidak jauh dari hostel. Finally kami sampai di hostel jam 00.00

Capek, letih, puas, kagum dan semangat bercampur untuk hari itu..

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/03/30/haripertama-welcometosingapore/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Barakallah Fii Umrik ya Ukhti…

ega

Met Milad huuun…

Tak ada duka yang tersimpan,

selain kau curhatkan kepadaku.

Tak ada tawa terlewatkan,

selain kau berbagi kepadaku.

Karena kita adalah saudara,

tempat untuk berbagi suka duka,

tak perlu ragu ku kan selalu ada.

Menangis dan tertawa, ajaklah ku tuk turut serta.

Ku hapuskan sedihmu dan ceriakan hari bersamamu.

Ketika aku membutuhkanmu,

kau selalu hadirkan ceria.

Tak akan kubiarkan kau sendiri,

hadapi luka tanpa diriku.

Karena kita adalah saudara,

tempat untuk berbagi suka duka,

tak perlu ragu ku kan selalu ada.

Menangis dan tertawa, ajaklah ku tuk turut serta.

Ku hapuskan sedihmu dan ceriakan hari bersamamu.

Ingatkanku bila ku salah, dan ku tak kan ragu tuk lakukannya.

We are sisters forever and we will always be together.

We are sisters forever…

We Are Sisters, Oki Setiana Dewi & Shindy

g

g

cake

Kue untuk sahabat-sahabat di Dago..

Alhamdulillah sahabatku sayang, sampai juga dirimu di usia 25 tahun ini. Aku tahu ada yang berbeda di usiamu sekarang, terutama di hari ulang tahunmu tahun ini. Tiga tahun yang lalu kita selalu merayakannya di kota kelahiranmu, Payakumbuh. Tak ada kue yang teristimewa saat itu, karena memang tak banyak pilihan. Tapi kamu merayakannya di tengah-tengah keluargamu. Tidak banyak yang bisa kita lakukan, tidak bisa hang out bareng-bareng bigau Famz atau kegiatan lain yang biasa kita lakukan bersama di Bandung ini. Hari ini, kita merayakannya di kota penuh cerita ini, tapi sayang, kita hanya melewatkannya berdua. Tak ada lagi teman berbagi yang setia di samping kita. Hanya skripsimu yang terus ada mengisi harimu..

Aku lihat ada awan kelam di matamu, entah karena hari ini sakitmu belum sembuh, atau karena memang skripimu yang engkau pikirkan, bisa juga tanggungjawab ke depan yang masih engkau takutkan..

Aku tak tau sahabat. Aku ingin hari ini engkau berbahagia. Aku ingin memberikan senyum di bibirmu. Tapi sepertinya aku tak punya kemampuan. Hari ini kita lewati di kantor seharian diiringi hujan yang cukup lebat. Tak ada ceremonial spesial yang bisa aku berikan kepadamu selain ucapan do’a setulus hati. Mudah-mudahan do’a di kala hujan ini dapat diijabah oleh Allah swt… Aamiin ya Rabb..

milad

Do’a untukmu sahabat..

Ya Allah, berikanlah umur yang berkah pada sahabatku ya Allah..

Ya Tuhanku, lapangkanlah dada sahabatku, mudahkanlah segala urusannya, dan lepaskanlah kekakuan lidahnya, agar pengujinya bisa  mengerti perkataannya…

Ya Rahman Ya Rahiim, berilah kami rezeki yang halal yang dapat kami belanjakan juga di jalan yang halal agar kami terhindar dari dosa-dosa yang tidak terlihat oleh kami ya Rabb…

Ya Allah, berikanlah jodoh yang terbaik untuk sahabatku ya Allah. yang dapat membawanya ke Syurga-Mu lewat pernikahan yang sakinah, ma wadah, dan wa rahmah…

Ya Tuhanku, berilah kesempatan sahabatku memeperoleh keturunan yang soleh dan solehah yang bisa mendo’akannya meski ia telah meninggal nanti…

Ya Rahman Ya Rahiim, engkau yang paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Mu ini. Jika persahabatan kami ini membawa kebaikan untuk agama kami, maka jagalah silaturahmi kami dan keluarga kami Ya Allah. Akan tetapi jika takdir-Mu berkata lain, ikhlaskanlah kami dalam menjalaninya…

Kami mohon ya Rabb, jangan pernah engkau meninggalkan kami meski hanya untuk sebentar. Berikanlah ilmu dan kelapangan kepada kami hingga kami dapat selalu bersyukur atas ni’mat-Mu dan ujian-Mu…

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabanna…

Aamiin Allahuma Aamiin…

the-harvest

Cake special untukmu sahabat..

Tetap semangat ya cinta…

Keep fight, keep cheerfull, and keep smiling…

We always love you honey….

egaa

Barakallah Fii Umrik ya Ukhti..

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.