Posts Tagged With: Hadits

Ngikut Pengajian Dadakan…

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Tadi pagi berniat melanjutkan perdjoengan tesis di mesjid DT. Masuk ke lantai tiga mesjid, ternyata sedang ada pengajian Ibu-ibu sama ustadzah DT. Awalnya si saya masih fokus membaca buku, tapi sayup-sayup materi pengajiannya ternyata lumayan menarik juga. Temanya sih biasa, tentang shalat, tapi penyampaian ustadzahnya menarik. Akhirnya saya mendekatkan dirilah ke sumber suara..

Materi diskusinya mengenai shalat, karena saya sudah di penghujung mendengarnya, materi yang didapat cuma materi tentang menjama’ dan mengqashar shalat. Pengajiannya jadi menarik karena banyak tanya-jawab dan studi kasus dari peserta atau ibu-ibu yang membuat pengajian menjadi lebih berwarna.

Inti dari pengajian tak sengaja yang saya dengar tadi.
– shalat dalam kondisi apa pun, tidak boleh ditinggalkan- saat waktu shalat masuk, tetapi ada keadaan darurat maka ada keringanan yang diberikan (misalkan dokter yang sedang mengoperasi pasien yang tidak bisa meninggalkan pasiennya)
– ketika waktu shalat masuk, kita sedang dalam perjalanan atau dalam keadaan terdesak, boleh melakukan shalat meski syarat sahnya tidak semuanya terpenuhi (seperti ketika di kendaraan ingin melaksanakan shalat, tapi merasa kalau belum bersih dari najis, karena keadaan tidak memungkinkan untuk membersihkan seluruh najis, maka tetap boleh melaksanakan shalat) *dengan catatan, setelah diusahakan sebisanya
– ketika seseorang lupa melaksanakan shalat, maka ia boleh mengqadha shalatnya ketika dia ingat. *dengan catatan tidak dengan sengaja melupakan
– dalam keadaan sakit selama tidak ada masalah dengan ingatan atau tidak hilang akal, maka tetap wajib melaksanakan shalat
– tata cara pelaksanaan shalat jama’ yaitu tetap melaksanakan shalat sesuai urutannya (sesuai urutan shalat, subuh, zuhur, ashar, magrib, dan isya)
– jama’ qashar sesuai hadits nabi yang sahih adalah berupa sedekah yang diberikan oleh Allah SWT. untuk kita yang sedang dalam keadaan safar / sedang dalam perjalanan atau menjadi musafir. Shalat qashar tidak harus digabung dengan menjama’ shalat (nabi pernah saat di Mina dalam keadaan bersantai atau tidak dalam kegiatan melaksanakan shalat zuhur dan ashar diqashar tapi tidak dijama’) *catatan: sebagian besar sahabat nabi hingga mereka wafat, tidak pernah lupa mengambil sedekah ini artinya mereka selalu mengqashar shalat jika dalam keadaan safar meski tidak dalam keadaan terdesak
– pendapat ulama tentang pengertian safar beragam, tapi ada pendapat yang menyatakan bahwa selama kita tidak berada di tempat mukim, maka kita dapat dikategorikan sedang safar, atau ulama yang menyatakan bahwa safar apabila ke luar dari kota atau daerah tempatnya tinggal..

Demikian kesimpulan ingatan yang dapat saya bagikan. Sebagian pendapat ada dalilnya (tadi ada kertas yang dibagikan oleh ustadzahnya) tapi karena saya “anggota nyelip“, jadi saya engga dapat salinannya.. Mudah-mudahan bermanfaat..

Wallahu’alam… (Mohon maaf jika ada kesalahan dalam mengintisarikan diskusi tadi)

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Categories: Oase Pengingat | Tag: | Tinggalkan komentar

Perbedaan Antara Laki-Laki dan Perempuan

ARTIKEL MALAM

Hr.Tgl. : Kamis 11 September  2014 / 17 Dhul qa’ada 1435 H
No.        : 086/AM/Kom/09/2014
Tujuan : Semua Kutuber

Judul : Perbedaan Antara Laki-Laki dan Perempuan

Sumber : Nashirus Sunnah   Publisher http://maramissetiawan.wordpress.com

*Wajib bagi setiap muslim untuk meyakini adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan, karena Allah sendiri yang telah menciptakan manusia telah membedakannya, Allah berfirman:
Dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.” (QS. Ali Imran: 36)
Secara tegas ayat di atas menafikan adanya persamaan antara laki-laki dan perempuan. Dan Allah menjadikan perbedaan antara laki-laki dan perempuan karena adanya hikmah yang sangat agung. Dengan perbedaan inilah Allah menggantungkan taklif kepada masing-masing dari kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan kekhususan yang ada pada diri mereka masingmasing. Di bawah ini ada beberapa contoh perbedaan dalam hukum syar’i antara laki-laki dan perempuan:

1. Laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga, dialah yang diberi kewajiban untuk mencari nafkah, membimbing anggota keluarga dengan segala kebaikan, menjaga mereka dari segala kejahatan dan sebagainya, Allah berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. ” (QS. An-Nisaa: 34)

2. Tugas kenabian dan risalah hanya dibebankan kepada kaum laki-laki tidak kepada perempuan, firman Allah:
Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. …” (QS. Yusuf: 109)

3. Tanggung jawab umum hanya dibebankan kepada kaum lelaki seperti, kepemimpinan, pengadilan dan kehakiman, wali nikah dan tugas-tugas lain yang menyangkut kepentingan umum.

4. Banyak sekali kewajiban-kewajiban syar’i yang hanya dibebankan kepada kaum laki-laki seperti; jihad, menghadiri shalat jama’ah di masjid, shalat Jum’at, azan, iqomat, hak cerai, penisbatan anak juga kepada bapaknya dan lain-lain.

5. Pada sebagian hukum laki-laki memiliki hak dua kali lipat melebihi wanita, seperti dalam hak waris, memberikan persaksian, diyat, aqiqah dan lainnya.
Setiap muslim baik laki-laki ataupun perempuan, mereka dilarang mendambakan apa yang menjadi kekhususan dari yang lainnya. Seorang laki-laki tidak boleh memimpikan sesuatu yang menjadi kekhususan perempuan begitu juga sebaliknya. Karena ini berarti tidak rela dengan takdir yang digariskan oleh Allah kepada mereka, Allah berfirman:
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisaa: 32)

*Jika Allah melarang hanya sekedar mendambakan apa yang dimiliki oleh jenis lain dari laki-laki dan perempuan apalagi bagi mereka yang secara terang-terangan menolak adanya perbedaan antara kedua jenis ini bahkan mendakwahkan persamaan antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu gerakan yang ingin menyamakan antara kaum laki-laki dan perempuan sangat bertentangan dengan syar’i, akal sehat dan juga fitrah manusia itu sendiri. Di samping juga merupakan bentuk kezaliman terhadap wanita itu sendiri, karena secara sadar ataupun tidak telah memberikan beban dan tanggung jawab kepada kaum wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya dan jauh di atas kemampuan yang diberikan Allah kepadanya. Padahal Allah sendiri Dzat Yang Maha Adil tidaklah membebani seseorang melainkan menurut kemampuan mereka. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

==========================
Fb: Komunitas Tahajjud Berantai
Pages: Motivasi Tahajjud
Twitter: @tahajudberantai
Email: kutub.indonesia@gmail.com
Blog : kutubindonesia.blogspot.com
Instagram : @komunitastahajjud
🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱

Categories: Oase Pengingat | Tag: , | Tinggalkan komentar

Siapakah yang pantas disebut sahabat dan saudara?

Siapakah yang pantas disebut sahabat dan saudara?

Dari ust. Agus Hendra Gunawan

Yang mengajakmu makan malam di cafe?

Yang membeli tiket untuk nonton bareng?

Yang nangis bareng ketika nonton konser?

Yang selalu berada disebelahmu ketika foto narsis

Yang mengirimkan sms: “jangan lupa mamam tiang eeaa..”

Yang mengunjungimu ketika dalam keadaan bete dan bosan?

Baiklah…
Mungkin itu adalah sahabat versi terbaik kita…
Namun dalam Al-Quran ALLAH ﷻ menjelaskan, manusia yang pantas disebut sahabat dan saudara adalah:
Yang membantumu dalam kebaikan dan menasehatimu dalam keburukan serta bersabar didalamnya ….”

Maka … hitunglah baik baik …

Siapa yang mengajak kita sholat berjama’ah,

Siapa yang memberikan contoh kita melakukan kebaikan,

Siapa yang menasehati jika kita berbuat salah,

Siapa yang menjawab kegalauan kita,

Siapa yang mencegah kita berbuat maksiat,

Siapa yang marah bila kita berkhalwat atau sekedar ikhtilat,

Bila ternyata tidak ada seorang pun yang melakukannya kepada … kita, sungguh-sungguh malang sekali nasib kita selama ini…

#Karena‬ ternyata … kita tidak memiliki sahabat seorangpun walau kita berfikir telah memilikinya …

Tidak ada seorang muslim pun yang mendo’akan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)”

– Dapat kiriman message dari Mbak ku tersayang –

Categories: Oase Pengingat | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Kebahagiaan Bukanlah Uang…

Oke, judul di atas terinspirasi dari tulisan (lagi2) oleh Bu Rosa As. Hal inilah yang cenderung sering menjadi hal yang utama bagi sebagian orang dan tidak terlalu utama bagi orang-orang idealis seperti saya. Jika Bu Rosa sudah bisa istiqamah dengan ke-idealisan-nya, tapi saya masih sering futurnya seperti sekarang. Masih belum bisa always istiqamah…

Tapi kita gak boleh menyerah kan ya??

Selalu ada pencerahan disetiap perjuangan…

Hiks, hiks, hiks….

Biasanya kebahagiaan akan diidentifikasikan dengan memiliki uang, sehingga jika kita jenuh kita bisa mencari hiburan. Hiburan berupa makan di restoran atau berekreasi. Semakin kita sibuk dengan pekerjaan untuk mencari uang, maka akan semakin sering kita makan di restoran ataupun berekreasi, bahkan tidak sayang untuk berekreasi di tempat mahal sekalipun. Namun dari pengalaman itu, akhirnya saya bosan, dan ternyata dengan “wasting money” ke tempat makan atau rekreasi sering tidak memberikan ketenangan jiwa.

Ketenangan jiwa kita bisa kita dapatkan dengan mengingat Allah. Tidak apa-apa jika merasa belum dapat feel-nya. Pelan-pelan, sedikit demi sedikit. Jika terus kita lakukan kita akan mengerti 🙂. Kemudian suatu hari kita akan menemukan bahwa membuat diri berbahagia bukan dari “wasting money” untuk kesenangan dunia (ya sekali-sekali boleh, namun tidak sering-sering :)…bedanya ada pada fokus dan prioritasnya, yang tidak diperbolehkan itu adalah kikir, dimana sebenarnya kita memiliki namun kita tidak mau karena alasan takut akan miskin, padahal kita dalam kondisi lapang), kebahagiaan akan lebih banyak kita dapat dari sedekah yang ikhlas 🙂. Sedekah tidak hanya dalam bentuk harta, bahkan urutan dari sedekah sebenarnya adalah:

1. Ilmu
2. Waktu
3. Harta

http://hariiniadalahhadiah.wordpress.com/2010/01/08/kebahagiaan-bukanlah-uang/

Akhir-akhir ini aku sangat serius membaca sejarah Inggris pada dinasti Tudor. Bahkan sering mencari film-film yang mengangkat sejarah ini. Dari cerita-cerita ini aku melihat orang-orang bangsawan di dalamnya semua tidak bahagia.

Catherine of Aragon (Istri pertama Henry VIII) meninggal karena sakit dengan semua penderitaan hidupnya (diceraikan sepihak oleh suami, diselingkuhin suami, dipisahkan dari anaknya)

Anne Boleyn (Istri kedua Henry VIII) meninggal dieksekusi dengan dipenggal karena perintah suaminya sendiri dengan tuduhan selingkuh yang tidak pernah diakuinya (usianya sekitar 29 atau 30 brapa ketika dipenggal)

Jane Seymour (Istri ketiga Henry VIII) meninggal pendarahan setelah melahirkan

Katherine Howard (Istri kelima Henry VIII) meninggal dieksekusi dengan dipenggal oleh suaminya sendiri dengan tuduhan selingkuh yang memang juga diakuinya (usianya 18 tahun saat dipenggal)

Henry VIII meninggal kena rematik gout yang sudah diderita bertahun-tahun dengan penderitaannya bertahun-tahun

Edward VI meninggan usia 15 tahun kena bronkhitis atau TBC kalau tidak salah

Lady Jane Grey meninggal usia 17 tahun, dieksekusi dengan dipenggal dengan tuduhan yang sebenarnya bukan maunya

Mary I meninggal kena kanker, yang saat meninggalnya ditinggal suami pula

Elizabeth I sering akan dibunuh orang sepanjang hidupnya

Fiuh, dari semua sejarah itu ternyata uang tidak menjamin kebahagiaan. Mereka kaya tapi bagi saya tidak bahagia. Tapi itulah yang sering dicari orang-orang saat ini, kebahagiaan semu yaitu uang. Banyak orang rela bekerja sampai larut malam atau korupsi, mengabaikan perhatian keluarga, keberkahan keluarga, dan masakan kasih sayang demi uang. Fiuh, kira-kira kebahagiaan macam apa yang dicari mereka?

Saya lebih bahagia dengan idealis “konyol” saya (banyak yang sudah bilang seperti ini ke saya :D), dengan cita-cita saya, dengan aktualisasi diri saya, uang adalah efek samping, bukan sesuatu yang harus diproritaskan terlalu tinggi. Hidup adalah pilihan, bagi saya penghargaan orang ke kita adalah dari cara kita menghargai orang, bukan dari uang yang kita punyai (seperti orang Indonesia kebanyakan). I love to be different 😀.

Idealis “konyol” pada intinya adalah melakukan sesuatu hal dengan serius dan bertanggung jawab tanpa terlalu memperdulikan uang yang dihasilkan di dalamnya Pak karena kami lebih memperdulikan yang lain. Misal, sering orang bertanya kenapa saya hanya menjadi dosen dan suami saya hanya menjadi karyawan PT kereta api yang notabene uang yang dihasilkan disana tidak banyak (Agar kami masih bisa bekerja dengan benar dan tetap masih memiliki waktu untuk keluarga dan masih berguna untuk orang lain).

Atau melakukan hal-hal yang secara standar tidak dilakukan orang sekarang (kami sangat berhati-hati dengan uang yang kami terima, apakah hak atau tidak). Dan beberapa idealis kami yang kata orang sering dianggap terlalu kaku.

Saya rasa Pak Rin juga termasuk orang yang sering dianggap orang lain punya idealis “konyol” ya Pak 😀, karena menurut saya Pak Rin sangat idealis dengan profesi Bapak 🙂.

So What’s About You?

Saya teringat dengan sebuah novel dari Bang Tere yang begitu mengajarkan makna sebuah kesederhanaan yang diterapkan begitu nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seorang Ayah yang memilih mempertahankan keyakinan dan prinsipnya meski harus kehilangan kepercayaan dari anaknya sendiri… Bukankah kebanyakan penghuni syurga adalah orang-orang yang berpikir sederhana?

ayahku

“Dengan kesederhanaan hidup bukan berati tidak ada kebahagian, kebahagian ada pada seberapa besar keberartian hidup kita untuk hidup orang lain dan sekitar, yap seberapa besar kita menginspirasi mereka. Kebahagian ada pada hati yang bersih, lapang dan bersyukur dalam setiap penerimaan…:)”
Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong

Oh ya, saya search di Google, nemu artikel ini “Rahasia Sukses Sejati, Sederhana!”

Terdengar sangat religius alasan saya? Ah, tidak juga. Saya bukan seseorang yang religius, hanya pemikiran sederhanalah yang menuntun saya kepada pemikiran tersebut. Bahwa seseorang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhannya akan cenderung memiliki pemikiran yang jernih. Dan pikiran yang jernih sangat diperlukan seseorang ketika ingin mengembangkan diri (termasuk study), mengambil sebuah keputusan, juga pada saat menghadapi persoalan hidup.”[Emmanuelly Keisa Denina]

Kutipan di atas saya ambil dari tulisan Keisa, “Bertahan di Negeri Orang: Menjaga Semangat dan Membangun Relasi.” Sebenarnya rangkaian kata-kata itu sederhana namun saya benar-benar terkesan saat pertama kali membacanya, mengingatkan saya pada nasehat manusia-manusia yang telah mengukir namanya dalam katalog sejarah kehidupan.

Berikut diantaranya:

“Kesederhanaan adalah puncak kerumitan.”

Simplicity is the ultimate sophistication.”

[Leonardo da Vinci]

“Alam diberkahi dengan kesederhanaan.”

“Nature is pleased with simplicity. And nature is no dummy”

[Isaac Newton]

“Kebenaran ditemukan dalam kesederhanaan, dan bukan dalam variasi kompleks dan kebingungan akan segala sesuatu.”

“Truth is ever to be found in the simplicity, and not in the multiplicity and confusion of things.”

[Isaac Newton]

Tidak ada keagungan dimana tidak ada kesederhanaan, kebaikan dan kebenaran.”

There is no greatness where there is not simplicity, goodness, and truth.

[Leo Tolstoy]

Penjelasan paling sederhana adalah selalu yang paling mungkin.”

“The simplest explanation is always the most likely.”

[Agatha Christie]

“Harta kekayaan, kesuksesan duniawi, kepopuleran dan kemewahan, bagiku itu semua sesuatu yang rendah. Aku percaya bahwa kesederhanaan dan kerendahan hati dalam kehidupan adalah yang terbaik untuk setiap orang, terbaik untuk tubuh dan pikiran.”

“Possessions, outward success, publicity, luxury – to me these have always been contemptible. I believe that a simple and unassuming manner of life is best for everyone, best for both the body and the mind.”

[Albert Einstein]

“Aku tidak jenius, aku hanya penasaran. Aku menanyakan banyak hal, dan ketika jawabannya sederhana berarti Tuhan telah menjawab.”

“I am not a genius, I am just curious. I ask many questions. and when the answer is simple, then God is answering.”

[Albert Einstein]

“Ide yang paling baik adalah ide yang paling sederhana.”

“The greatest ideas are the simplest.”

[William Golding]

Tidak mengherankan ketika kita melihat orang-orang yang memiliki pengetahuan yang mendalam, alim ulama, orang-orang shaleh cenderung memiliki gaya hidup, penampilan, cara berpikir dan gaya bicara yang sederhana, mudah dipahami. Bak pepatah “Seperti padi, semakin berisi semakin merunduk.”

Dalam hal ini pengertian sederhana bukanlah bermaksud untuk menyepelekan atau memudah-mudahkan. Inilah jebakan yang harus dilalui untuk memahami pengertian sederhana yang sebenarnya.

“Segala sesuatunya seharusnya dibuat sesedarhana mungkin, tetapi bukan dimudah-mudahkan.”

“Things should be as simple as possible, but no simpler.”

[Albert Einstein]

Well Dear Readers…

Semua nasehat-nasehat itu saya rangkum,

Pemikiran sederhanalah yang menuntun seseorang kepada kebenaran sejati, kepada Tuhan. Ketika kita sudah dekat dengan Tuhan, hati dan pikiran terbuka, sehingga dapat memahami dan mengatasi segala permasalahan kehidupan dengan hati yang ridho.”

Salam Hangat Sahabat Kompasianers…

***

Inspired by and dedicated to Emmanuelly Keisa Denina, once again, thank you very much dear Keisa ^_^

***

Kebanyakan penghuni surga adalah orang-orang yang berpikir sederhana.”

[H.R. Imam Baihaqi]

Categories: Hijrah Hidup, Tafakur | Tag: | Tinggalkan komentar

Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban..

 a

Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu

(tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan)…

Alhamdulillahirabbil’alamin…

Tepat pukul 16.14 sore ini, setelah melaksanakan shalat Ashar dan duduk kembali di depan komputer kantor, kakak iparku datang. Beliau memang rutin mampir di kantor jika anaknya, keponakanku Faheem tersayang, sekolah. Sekolah (Daycare-UPI) Faheem dengan kantorku memang berdekatan. Bunda (kakak ipar-red), biasanya memang parkir motor di kantor kemudian lanjut ke UPI jalan kaki, karena peraturan di kampus UPI, motor hanya bisa masuk hingga area tertentu. .

Sore ini Bunda mampir ke kantor jadwal jemput Faheem. Kebetulan di kantor akunya memang lagi sendiri, Ega teman kantorku lagi ada keperluan ke kampus. Bunda menanyakan apakah hari ini aku masih puasa? Dua hari lalu aku memang menqadha puasa. Aku jawab bahwa aku masih berpuasa, lalu dengan cantiknya Bunda meletakkan sebuah bungkusan untukku. Untuk Aunty Iut buka puasa, kata Bunda.

Aku intip isinya, ternyata sayur toge+tahu dan sambalado ati..
Subhanallah…

Maka ni’mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan??

Mungkin bagi sebagian orang, isinya biasa saja. Tapi mungkin sahabat semua belum mencoba sambalado ati bikinan Bunda, dicampur apa aja insya Allah enak. Makan sambalado cuma pake nasi pun bisa ngalahin makan di Platinum atau Hanamasa atau makanan bermerk lainnya.. Ditambah sayur toge dan tahu segar bikinan sendiri..

Adakah makan yang lebih nikmat selain makan ketika berbuka, ditambah makanan Padang olahan rumah yang dijamin sehat dan halal, ditambah rasa syukur atas ni’mat-Nya??

Bunda, Bunda…

Terima kasih makanannya Bun. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikan Bunda…

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (Hadits)

Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii

[Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]

(Hadits didapat dari link berikut : http://muslim.or.id/ramadhan/pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html)

Ini, saya kasih intip fotonya..

Sambalado Ati dan Sayur dari Bunda

Sambalado Ati dan Sayur dari Bunda

 

Aunty sayang Bunda karena Allah… :-* :-* :-*

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Hijrah

Tanggal 25 Juli 2014 / 27 Ramadhan 1435 H

Aku dan sahabatku, Ega mendaratkan diri di bioskop 21 menonton film Hijrah Cinta, perjalanan hidup ustadz Jeffrie Al-buchori dan istrinya…

Seperti biasa, sebelumnya akan selalu ada diskusi hangat antara aku dan sahabatku menetapkan kapan kami akan pergi, waktu berangkat, serta tetek bengek lainnya. Aku berencana untuk menonton film tersebut setelah Ramadhan (agar tidak ketinggalan shalat Isya, tausiyah dan Tarwih di mesjid), tetapi Ega ingin agar menontonnya hari itu, hari kedua setelah film itu ditayangkan di bioskop…

Sejujurnya, dahulu aku tidak begitu respek dengan Uje. Aku tidak begitu suka dengan gayanya mennyampaikan tausiyah. Bagiku, menyampaikan risalah Islam itu harus dengan cara yang baik, dengan ucapan yang baik. Akan tetapi, beliau lebih senang dengan bahasanya yang gaul, ringan, santai. Sedangkan aku tergolong manusia yang serius, patuh pada aturan, dan tidak begitu respek dengan bahasa gaul yang terkadang kebablasan..

Bagitulah manusia, kadang baru bisa melihat sesuatu itu baik setelah dia menghilang. Aku baru bisa merasakan sosok Uje setelah beliau wafat. Mendengarkan kisah orang-orang yang pernah dibantunya, membaca kisah hidupnya. Aku jadi malu sendiri. Merasa lebih baik daripada beliau padahal aku belum melakukan apa pun untuk agamaku, padahal semuanya hanya masalah selera…

Ramadhan ini begitu terasa berbeda..

Allah memperlihatkan kelemahan-kelemahanku yang aku tidak sadari. Dosa-dosa kecil yang sering aku perbuat atau malah perbuatan yang sering aku lakukan tapi ternyata sangat berpengaruh pada amal-amal yang rutin aku lakukan..

Berprasangka buruk?

Itu yang aku lakukan pada Uje. Aku merasa lebih baik dari beliau hanya karena lantaran cara beliau yang berbeda dari pandanganku, pola pikirku. Bodoh sekali aku selama ini membiarkan setan dengan bebas membisikiku untuk menganggap diri lebih baik daripada orang lain, padahal jelas-jelas agamaku melarang untuk berbuat demikian.

Allah swt. berfirman ;

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung“, (QS. Al Israa’ ayat 37).

Dalam ayat lain disebutkan , Allah SWT berfirman;

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri ”, (QS. Luqman ayat 18).

Jauhilah sifat berprasangka, karena sifat berprasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan. Dan janganlah mencari kesalahan, memata-matai, janganlah kamu berdengki-dengki, janganlah kamu membelakang-belakangi dan janganlah kamu saling membenci, dan hendaklah kamu semua wahai hamba-hamba Allah, bersaudara.”, (HR. Bukhari).

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka buruk. Karena sebagian dari prasangka buruk itu adalah dosa …“, (QS. al-Hujurat: 12).

Begitu indahnya kan Islam??

Tapi apa yang aku lakukan hingga aku begitu yakin bahwa Islam itu benar-benar sudah mendarah daging padaku?

Ya Allah, Ya Rabb, bantu aku agar bisa berhijrah sepenuh hati menyandarkan seluruh hidupku hanya untuk-Mu…

Lalu, apa hubungan film Hijrah Cinta dengan Ramadhanku?

Melalui do’a dan ikhtiar, dan tentu saja izin Allah. Hari itu ternyata kantor sudah bisa diliburkan (malah sebenarnya sudah sejak tanggal 23 JuLi). Meski harus ketinggalan beberapa menit pembukaan awal film karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor terlebih dahulu, kami mendapatkan jadwal film yang pas (tidak terlewat waktu shalat, tidak mepet ke Magrib, apalagi ketinggalan ke mesjid). Jadilah, hari itu aku bernostalgia dengan sejarah hidup keluarga Uje…

Jika aku analisis secara kritis (versiku) dan berupaya mencari kekurangan film ini, aku kurang puas sebenarnya. Ada latar waktu yang hilang hingga filmnya seperti loncat, loncat. Kemudian agak kurang greget untuk seorang tokoh femomenal.. Aku berharap seperti film Habibie-Ainun (Umi Pipik masih hidup) atau 99 Cahaya di Langit Eropa yang begitu memukauku.

Tapi, seperti yang sudah aku tuliskan sebelumnya. Aku diajarkan pada Ramadhan ini untuk tidak melihat sisi kekurangan sesuatu, tapi berupaya melihat kebaikan dari segala sesuatu yang terjadi. Masya Allah..
Lagi-lagi aku merasa malu, hina, tak berkutik, melihat apa yang orang lain lakukan untuk memperjuangkan iman di hatinya. Untuk menyiarkan Islam di bumi-Nya..

Apa yang telah aku lakukan ya Rabb??

Aku Islam sejak lahir tapi tak tau apa arti Islam itu sendiri..

Aku shalat sebelum baligh tapi tak hafal apa arti bacaan dalam shalatku…

Aku puasa dari umur lima tahun tapi tak paham apa makna terdalam dari ibadahku…

Jadi apa pantas aku mengharapkan Syurga-Nya??

Aku begitu pelit mengeluarkan sedekah.

Berhitung-hitung dengan Rahmat Allah.

Melakukan sesuatu hal baik demi sebuah pujian.

Jadi, pantaskah aku mengaku sebagai seorang muslimah?

Apa yang telah aku lakukan untuk saudara-saudaraku sesama muslim?

Apakah aku rajin mendo’akan mereka? atau malah gemar membuka aib mereka?

Apakah selalu aku teringat mendo’akan guru-guru dalam hidupku yang banyak memberikan manfaat iman dan ilmu dalam hidupku?

Apakah aku tau apa itu Islam? Apa itu Al-Qur’an? Apa itu Rasulullah dan sunnah-Nya?

Ya Allah, Ya Rabb..

Bantu aku dalam perenungan panjangku ini.

Jangan lagi pernah lepaskan keimanan ini dari dadaku.

Jangan biarkan aku lari dari jalan lurus-Mu.

Jangan sampai aku meninggal dalam keadaan kafir ya Allah.

Buatlah aku selalu bermanfaat untuk orang lain, jangan jadikan hidupku sia-sia.

Aku manusia, sering tergelincir, tapi aku berazzam, Ramadhan kali ini harus menjadikanku pribadi yang lebih baik..

Bismillah ya Allah…

Mudah-mudahan ini titik awal aku kembali pada-Mu..

Do’akan aku ya sahabat-sahabatku. Insya Allah kelak nanti kita akan bertemu kembali di syurga-Nya..

Aamiin….

————————————————————————————————————————————

Mereka yang kuat secara spiritual tidak akan menjadi orang ‘abu-abu’.
Mereka akan berani bila benar dan tak malu mengakui kesalahan.
Mereka memiliki prinsip dalam hidupnya yang tidak bisa digoyahkan oleh orang lain.
Mereka akan senantiasa melaksanakan fungsinya sebagai hamba Allah, beribadah kepadaNya.
(Beribadah dalam arti luas loh, bukan sekedar sholat, puasa dan mengaji),
Serta tak pernah putus asa untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

(Oki Setiana Dewi)

————————————————————————————————————————————-

hijrah

Categories: AtuL's FiLms, Hijrah Hidup | Tag: , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.