Posts Tagged With: Qur’an

ODOJ di PC..

Assalamu’alaikum Wr. Wb…. 🙂

Beberapa hari ini agak terkendala sama kegiatan ODOJ. Kebetulan saya masih halangan. Masih ragu seputar keyakinan boleh memegang Al-Qur’an saat masih memiliki kotoran. Meski beberapa pendapat membolehkan, tapi sebagian besar pendapat melarang..
Jika saya hentikan sama sekali berinteraksi dengan Al-Qur’an saat halangan, rasanya itu gampang sekali didekati oleh syetan. Jadi ada sesuatu yang hilang. Pokoknya jadi ndak tenang aja…

Mau berODOJ di gadget, tapi aplikasinya ada di tablet tetangga. Jadi harus nunggu tetangga lagi gak pake juga. Akhirnya lagi duduk-duduk depan PC, dapet link yang lumayan membantu…

Murottal per juz dari Syaikh Emad Al-Mansary di sini,
lalu ada juga, Al-Qur’an online versi web di sini,
dan pembagian juz Al-Qur’annya ada di blog ini.

In Sya Allah memudahkan ODOJ ria sepanjang hayat.. Aamiin…

Oh ya, ini ada referensi mengenai hukum wanita Haid Membaca Al-Qur’an…

Categories: Oase Pengingat | Tag: | Tinggalkan komentar

Perbedaan Antara Laki-Laki dan Perempuan

ARTIKEL MALAM

Hr.Tgl. : Kamis 11 September  2014 / 17 Dhul qa’ada 1435 H
No.        : 086/AM/Kom/09/2014
Tujuan : Semua Kutuber

Judul : Perbedaan Antara Laki-Laki dan Perempuan

Sumber : Nashirus Sunnah   Publisher http://maramissetiawan.wordpress.com

*Wajib bagi setiap muslim untuk meyakini adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan, karena Allah sendiri yang telah menciptakan manusia telah membedakannya, Allah berfirman:
Dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.” (QS. Ali Imran: 36)
Secara tegas ayat di atas menafikan adanya persamaan antara laki-laki dan perempuan. Dan Allah menjadikan perbedaan antara laki-laki dan perempuan karena adanya hikmah yang sangat agung. Dengan perbedaan inilah Allah menggantungkan taklif kepada masing-masing dari kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan kekhususan yang ada pada diri mereka masingmasing. Di bawah ini ada beberapa contoh perbedaan dalam hukum syar’i antara laki-laki dan perempuan:

1. Laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga, dialah yang diberi kewajiban untuk mencari nafkah, membimbing anggota keluarga dengan segala kebaikan, menjaga mereka dari segala kejahatan dan sebagainya, Allah berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. ” (QS. An-Nisaa: 34)

2. Tugas kenabian dan risalah hanya dibebankan kepada kaum laki-laki tidak kepada perempuan, firman Allah:
Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. …” (QS. Yusuf: 109)

3. Tanggung jawab umum hanya dibebankan kepada kaum lelaki seperti, kepemimpinan, pengadilan dan kehakiman, wali nikah dan tugas-tugas lain yang menyangkut kepentingan umum.

4. Banyak sekali kewajiban-kewajiban syar’i yang hanya dibebankan kepada kaum laki-laki seperti; jihad, menghadiri shalat jama’ah di masjid, shalat Jum’at, azan, iqomat, hak cerai, penisbatan anak juga kepada bapaknya dan lain-lain.

5. Pada sebagian hukum laki-laki memiliki hak dua kali lipat melebihi wanita, seperti dalam hak waris, memberikan persaksian, diyat, aqiqah dan lainnya.
Setiap muslim baik laki-laki ataupun perempuan, mereka dilarang mendambakan apa yang menjadi kekhususan dari yang lainnya. Seorang laki-laki tidak boleh memimpikan sesuatu yang menjadi kekhususan perempuan begitu juga sebaliknya. Karena ini berarti tidak rela dengan takdir yang digariskan oleh Allah kepada mereka, Allah berfirman:
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisaa: 32)

*Jika Allah melarang hanya sekedar mendambakan apa yang dimiliki oleh jenis lain dari laki-laki dan perempuan apalagi bagi mereka yang secara terang-terangan menolak adanya perbedaan antara kedua jenis ini bahkan mendakwahkan persamaan antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu gerakan yang ingin menyamakan antara kaum laki-laki dan perempuan sangat bertentangan dengan syar’i, akal sehat dan juga fitrah manusia itu sendiri. Di samping juga merupakan bentuk kezaliman terhadap wanita itu sendiri, karena secara sadar ataupun tidak telah memberikan beban dan tanggung jawab kepada kaum wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya dan jauh di atas kemampuan yang diberikan Allah kepadanya. Padahal Allah sendiri Dzat Yang Maha Adil tidaklah membebani seseorang melainkan menurut kemampuan mereka. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

==========================
Fb: Komunitas Tahajjud Berantai
Pages: Motivasi Tahajjud
Twitter: @tahajudberantai
Email: kutub.indonesia@gmail.com
Blog : kutubindonesia.blogspot.com
Instagram : @komunitastahajjud
🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱

Categories: Oase Pengingat | Tag: , | Tinggalkan komentar

Siapakah yang pantas disebut sahabat dan saudara?

Siapakah yang pantas disebut sahabat dan saudara?

Dari ust. Agus Hendra Gunawan

Yang mengajakmu makan malam di cafe?

Yang membeli tiket untuk nonton bareng?

Yang nangis bareng ketika nonton konser?

Yang selalu berada disebelahmu ketika foto narsis

Yang mengirimkan sms: “jangan lupa mamam tiang eeaa..”

Yang mengunjungimu ketika dalam keadaan bete dan bosan?

Baiklah…
Mungkin itu adalah sahabat versi terbaik kita…
Namun dalam Al-Quran ALLAH ﷻ menjelaskan, manusia yang pantas disebut sahabat dan saudara adalah:
Yang membantumu dalam kebaikan dan menasehatimu dalam keburukan serta bersabar didalamnya ….”

Maka … hitunglah baik baik …

Siapa yang mengajak kita sholat berjama’ah,

Siapa yang memberikan contoh kita melakukan kebaikan,

Siapa yang menasehati jika kita berbuat salah,

Siapa yang menjawab kegalauan kita,

Siapa yang mencegah kita berbuat maksiat,

Siapa yang marah bila kita berkhalwat atau sekedar ikhtilat,

Bila ternyata tidak ada seorang pun yang melakukannya kepada … kita, sungguh-sungguh malang sekali nasib kita selama ini…

#Karena‬ ternyata … kita tidak memiliki sahabat seorangpun walau kita berfikir telah memilikinya …

Tidak ada seorang muslim pun yang mendo’akan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)”

– Dapat kiriman message dari Mbak ku tersayang –

Categories: Oase Pengingat | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Masa Depan..

Assalamu’alaikum…

Beberapa hari ini kepikiran sama tesis melulu, dimana-mana ingatnya sama tesis. Mudah-mudahan ini pertanda biar tesis ini cepat selesai.. Aamin Ya Allah…

Oke, saat ini saya tidak akan membahas soal tesis, tapi hal yang berkaitan setelah tesis ini selesai…

Sejak S1 selesai, saya selalu bingung kalo nanti ditanyakan soal masa depan. Masalahnya saya tidak memiliki seperti cita-cita orang kebanyakan. Jadi, saya bingung mau jawab apa. Dan sekarang bukan soal S1 lagi, tapi udah mau beres S2. Jadi, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, pengen atau tidak pengen, pasti nanti semua pertanyaan akan menuju pada titik ini. “Setelah ini Nia mau apa?”

Fine, ini sudah bukan saatnya lagi untuk bermimpi, tapi ini saatnya untuk mewujudkan dan menggapai apa yang kamu sudah impikan dan rencanakan…

So, apa yang sudah saya rencanakan dari masa lalu?

Oleh karena sepertinya posting ini akan panjang, saya harap sahabat sekalian bersabar dalam membacanya. Semua hal yang saya utarakan tidak bersifat mutlak, karena saya masih manusia yang memiliki banyak kesalahan dan ke-alpa-an. Bisa jadi ini tidak sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan sahabat semua, tapi ini adalah pilihan saya. Tentu saja semua konsekuensinya akan sayalah yang menanggungnya..

Jika berbicara masalah masa depan, biasanya akan terkait masalah pekerjaan, jodoh, dan tempat tinggal, tapi buat saya semuanya sejalan. Dan inti utamanya, saya bukan pendukung Wanita Karier (ini sudah menjadi polemik sejak SMA, bahkan jadi bahan perdebatan panjang di kelas). Sebaiknya kita kerucutkan dulu maksud Wanita Karir di sini. Wanita Karier adalah wanita yang bekerja di luar rumah dan meniti karir sampai puncak (lihat lebih lanjut di sini Wanita Karir) atau dalam KBBI berkarier artinya bekerja untuk mengembangkan karier. Saya bukan menolak untuk menjadi seorang wanita yang bekerja atau berkarier, tapi itu bukan hal prioritas. Prioritas saya satu, dapat menggapai Jannah-Nya dengan menjadi istri yang diridhai suaminya..

Terlihat terlalu Islami kah?
Menurut saya bergantung kita menilai dari sudut pandang mana. Karena pada kenyataannya banyaknya kasus perceraian, keluarga broken home, atau maraknya penyimpangan kelakukan remaja karena ada masalah pada KELUARGA-nya. Silahkan searching di mbah google sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa keharmonisan suatu negara atau kelompok berasal dari dalam keluarga. Tidak hanya dalam Islam, tapi dalam dunia modern ini pun, tidak mengurangi arti penting dari sebuah keluarga.

Jadi siapa saja keluarga itu?
Keluarga inti, Ayah (suami), Ibu (istri), dan Anak (-anak)..
Keluarga besar bisa jadi tak terhingga jumlahnya, bergantung dari pembatasan masing-masing kelompok..
Mari selami tugas masing-masing anggota keluarga (saya bahasnya menurut pemahaman saya sebagai muslim saja ya, bukan sebagai ahli)..
Ayah atau suami bertugas untuk mencukupi kebutuhan sebuah keluarga, baik secara fisik maupun batin. Seorang laki-lakilah yang bertanggungjawab menjadi kepala rumah tangga dan menjadi nakhoda dalam sebuah keluarga (pernikahan)..
Ibu atau istri bertugas membantu suami dalam menciptakan suatu keluarga yang sakinah, ma wadah, dan wa rahmah. Apapun yang istri lakukan seharusnya dalam izin suaminya…
dan next, anak, tugas utamanya adalah berbakti pada orang tua nya selama masih berada dalam koridor batas-batas tidak menyekutukan Allah dan hal-hal yang dilarang dalam Islam…

Sudah dapatkah Anda memahami apa yang saya inginkan?

Yup, saya hanya ingin bekerja jika itu sudah mendapatkan izin dari suami saya. Tidak membuat waktu di luar lebih banyak daripada waktu untuk mengerjakan tugas utama di rumah.

Biar tidak terlalu membosankan dengan teori, saya coba ringkas pemikiran saya..
Perempuan
Lahir (tumbuh berkembang) +  Mempersiapkan bekal (sekolah, kursus, membaca, seminar, mencari pengalaman) + menikah (menjalankan tugas utama) + Meninggal (mempertanggungjawabkan kehidupan dunia)

Sederhana bukan?

Tapi konsekuensi yang berat itu tuuuuh, yang akhiiiir.. Karena sesungguhnya dunia ini hanya tempat sementara untuk kita menjemput kehidupan akhirat.. Saya tidak ingin kehidupan saya di dunia ini terfokus dengan hal-hal ke-duniaawian saja, hendaknya semua yang saya kerjakan di dunia dapat menjadi timbangan pemberat amal shalih saya di yaumul hisab nanti.. Aamiin ya Allah…

Naaaaah, sekarang, inti dari permasalahannya, saya belum nemu jodoh itu ada dimana. Lagi-lagi karena saya bukan penganut paham pacaran, sejak kecil saya percaya bahwa jodoh itu akan datang sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh Allah Swt. Saya yakin “Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)“.
Lalu pertanyaannya,
Seberapa baikkah saya??

Hiiiks,
ini sepertinya pertanyaan yang sangat menjebak. Saya tidak bisa terlalu gamblang menjelaskan hal ini, karena saya sendiri benar-benar masih merasa sebagai sosok yang sedang dan masih dalam tahap memperbaiki diri. Banyak kejadian beberapa tahun belakang ini begitu sangat menyadarkan saya. Bertemu dengan banyak guru, memahami lebih dalam makna hidup, mencari kebenaran sosok Sang Maha Pencipta, hingga akhirnya saya merasakan kebodohan yang sangat jika kita hidup hanya sebagai manusia yang memiliki sifat egois yang tinggi. Iya, saya masih senang berdebat, masih suka membantah, merasa pemahaman saya yang benar sendiri, padahal ilmu yang saya miliki masiiiiiiih sangat sedikit. Ya Allah, bantulah hamba-Mu ini untuk terus bisa mengoreksi dirinya dan menjadi lebih baik dari hari ke harinya hingga nanti bertemu dengan Malaikat Izrail (Jangan biarkan diri ini terlalu bergembira jika sebuah rezeki datang dan jangan biarkan diri ini terlalu bersedih jika musibah mendera)..

Tahukah Kalian?

Pertengahan Januari lalu, saya merasa tertampar sekeras-kerasnya karena satu ucapan dari Kakak saya. Beliau mengingatkan saya untuk tidak melupakan Berbakti kepada orang tua…

Ya..

Saya begitu bercita-cita menjadi seorang istri yang baik tapi melupakan untuk menjadi anak yang do’anya diterima oleh Allah Swt..

To be continued…

Categories: Hijrah Hidup, PiLihan Hidup | Tag: | Tinggalkan komentar

Ketika Anak Bertanya Tentang Allah

Penjelasan yang bagus mengenai Allah swt. dan bagaimana anak-anak bisa berfantasi dengan-Nya..
Jujur, saya dulu memiliki persepsi yang salah tentang Allah swt. Saya menilai mungkin karena saya yang kurang pemahaman mengenai Zat Allah swt. tersebut..
Penjelasan-penjelasan tentang Allah pada blog di bawah ini membawa kita insya allah pada hakikat Allah sebenarnya tanpa bermaksud membohongi atau mempersulit anak atau diri sendiri terhadap hal yang tak tampak pada dirinya.
Konsep yang salah yang saya temukan pada diri saya yaitu mengenai bentuk Allah swt. Saya selalu berpikir dengan logika bahwa Allah swt. itu seperti manusia atau bentuk-bentuk yang tergambar di dunia ini. Pemahaman anak-anak saya jelas tidak dapat menjelaskan, bagaimana seorang manusia atau benda lain bisa menciptakan manusia lain dan harus kita sembah?
Kemudian, saya dulu selalu berpikir, kenapa saya tidak bisa melihat Allah swt. Saya selalu berpikir bahwa Allah swt. itu gaib, sama seperti hantu atau malaikat atau hal yang tidak kasat mata lainnya. Bagaimana mungkin kita menyembah sesuatu yang tidak terlihat oleh kita?

“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Saya pernah mencoba beberapa kali, keluar di siang panas yang terik, ketika memasuki ruangan, mata tiba-tiba tidak bisa melihat karena pengaruh cahaya yang terlalu terik.

“Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti berikut ini. Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Adek setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.””

Nah, jika kamu termasuk orang yang mengaku Islam lalu berpedoman pada Al-Qur’an, maka jelas-jelas sangat banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang keberadaan Allah swt. dan begitu sombongnya manusia. Manusia sudah merasa makhluk yang paling pintar tapi terkadang mereka lupa bahwa siapa yang mebuat mereka pintar.
Tidak usah menuduh orang lain, saya lihat saja diri saya sendiri. Terkadang merasa begitu hebat, memiliki apa yang tidak dimiliki oleh orang lain, padahal kenyatannya, apa yang saya miliki itu hanyalah sedikit ni’mat dunia dari-Nya. Tak sebanding dengan ni’mat yang dijanjikan Allah swt. berupa syurga di hari akhir nanti bagi orang-orang yang beriman hanya pada-Nya..
Saya pernah membaca di Al-Qur’an, saya lupa ayat berapanya, bahwa kita mendapatkan sesuatu ni’mat di dunia ini bukan karena kepintaran atau kehebatan kita tetapi bisa jadi karena hal lain di luar diri kita sendiri. Misalnya saja, kita mendapatkan nilai yang bagus karena do’a dari orang tua yang tulus mencintai anaknya atau kita mendapatkan suatu kemudahan karena setelah memudahkan urusan orang lain..
Bagitu indahnya kan Islam dalam mengatur seluruh sendi kehidupan kita??

Lalu, apakah yang membuat kita masih membangkang sehingga masih bertanya-tanya tentang keharusan untuk menyembah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan mengikuti perintah-Nya. Kita masih sering mencari-cari Tuhan pembanding yang lain padahal kita punya Allah swt. yang maha Kuasa. Kerajaan-Nya segala apa yang ada di langit dan di bumi..

Oh ya, satu pemahaman saya lagi yang salah. Dulu selalu berpikir Allah swt. itu ada di atas. Di langit. Berpikir bahwa kalau Allah swt. itu di langit, berarti Dia jauh dari saya, dari umat-Nya. Berkembanglah pikiran kalau Allah swt. itu tidak peduli pada umat-Nya (astaghfirullah). Itulah sekelumit kisah saya yang salah pemahaman dari kecil. Kurang ilmu dan sudah merasa pintar sendiri.
Mudah-mudahan blog dan tulisan ini bisa menjadi pengingat saya. Allah Azza wa Jalla  itu Ada. Cobalah lihat di sekelilingmu..

“Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya …” (QS. Al-A’laq [96] ayat 1-5)

“Apapun yang Anda baca (termasuk membaca yang tidak terbaca) lakukanlah dengan menyebut nama Tuhanmu! Lewat bacaan itu Dia akan mengajarkan kepada kita apa yang sebelumnya tidak kita ketahui…”

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat”, (QS. Al-Baqarah [2] ayat 186).

Bidadari Berkerudung Biru

Allah itu Siapa?

Dapet share dari suami tercinta:

Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Lihat pos aslinya 1.326 kata lagi

Categories: Oase Pengingat | Tag: | Tinggalkan komentar

Ijinkan Aku menikah tanpa Pacaran…

Beberapa waktu yang lalu aku sempat menyinggung soal sahabatku..

Aku tiba-tiba mencoba masuk dalam blog lamanya dan menemukan tulisan ini..

Posted on: April 5, 2009

Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin berubah.

Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh!

Sebelumnya aku ucapkan terima kasih banyak atas waktu dan perkenannya untuk membaca tulisan ini. Semoga kau selalu dalam keadaan sehat dan berada dalam lindungan-Nya. Amin.

Sebagai renungan……

“Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kau tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupanmu sampai kau melupakan kegagalan dan rasa sakit hatimu.”

“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Akan tetapi, seringkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup itu sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan untuk kita”.

Harapan-harapan masa laluku kepadamu dan janji-janji kita dulu untuk mencapai pernikahan, ternyata hanyalah sebatas impian. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Biarlah itu semua menjadi kenangan dalam hidupku.

“Pergiliran roda kehidupan kadang tidak bisa ditolak. Hadapi kenyataan dan berserah diri kepada-Nya adalah jalan terbaik.”

Aku coba merenungi apa yang pernah dikatakan oleh pimpinan Wisata Hati itu. Memang tidak gampang menerima kenyataan. Tapi kalau aku pikirkan dengan lebih mendalam, diterima atau tidak suatu kejadian buruk, ia sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar ulang waktu. Apalagi yang bisa kita lakukan selain mengembalikan semua kejadian kepada Sang Penguasa setiap kejadian itu sendiri? Lalui saja dengan ikhlas. Betapapun beratnya penderitaan dan peliknya sebuah persoalan, pasti ia akan berujung. Dan hal itulah yang coba aku lakukan saat itu.

Alhamdulillah, dengan satu keyakinan akan janji-Nya, di antaranya dalam Q.S. Al-Furqan [25] : 68-70.

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan seiring berjalannya waktu, cobaan dan ujian hati yang aku alami, perjalanan Ramadhan, hikmah-hikmah yang indah, dan pengalaman yang kudapat semakin membuat hatiku lebih mengerti akan arti kehidupan ini.

Bersikap ikhlas dan sabar akan membuat segala kekurangan tidak akan menyesakkan dada lagi. Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin berubah.

Apa yang aku alami di masa lalu adalah satu tamparan pedih. Namun, sesungguhnya di balik itu semua sangat berarti untuk jiwa ini. Disadarkan akan arti cinta sejati. Cinta sebelum menikah adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan!

Innaa lillahi wa innaa ilayhi rooji’uun. Alhamdulillah, Dia masih memberikan hidayah-Nya dengan cara seperti ini.

Insya Allah, aku akan segera meyempurnakan separuh agama. Seorang laki-laki shaleh yang akan aku cintai sepenuh hati. Seorang yang mencurahkan ketulusan kasih sayangnya, mau menerima diriku seutuhnya, dan siap hidup berjuang bersama dijalan-Nya dalam suka dan duka.

Aku tidak tahu siapa dia. Jika waktunya telah tiba nanti, semuanya akan terang benderang. Anugerah terindah itu pasti akan datang.

Sesungguhnya tiada sesuatu yang lebih indah di dunia ini selain jalinan persaudaraan. Aku ingin jalinan persaudaraan di antara kita dan keluarga yang sudah terbangun selama ini tetap ada, terlepas status dari hubungan kita sekarang. Forget it!

Aku masih tetap mencintaimu. Tapi cinta sesama saudara seiman. Hanya sebatas itu. Kau tidak usah bersikap antipati terhadapku. Kau tidak usah khawatir. Aku hanya ingin komunikasi di antara kita dan keluarga tetap baik. Aku tetap menjalin komunikasi denganmu bukan berarti aku ingin kondisi hubungan kita seperti dulu lagi. Mohon hal ini untuk dipahami. Wallahu a’lam kalau ternyata Allah mentakdirkanmu sebagai jodohku kelak.

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf. Semoga Allah masih terus berkenan memberikan hidayah dan rahmat-Nya. Dan ampunan-Nya kepada kita semua. Amin.

Wassalaamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Aamiin ya Rabb…

Aku tahu wahai sahabat, ujian hidupmu tidak mudah. Engkau harus mendapatkan banyak kesulitan jalan berliku untuk dapat menemukan mana jalan yang benar. Tidak banyak yang dapat menyelami duri-duri yang harus engkau lewati jika hanya melihat dari tampilan luarmu. Engkau begitu energik, banyak tersenyum, berusaha untuk selalu bersemangat, tapi kau simpan pertanyaan-pertanyaan hidupmu sendirian..

Aku dihadirkan Allah swt. untuk menemanimu ya sahabatku. Aku pun berdo’a sebelum memutuskan untuk menjadikanmu sahabatku (insya allah sahabat dunia dan akhirat). Kita menjadi pengingat satu sama lain. Meski tidak selalu jalan yang kita lewati benar, tapi aku belajar bagaimana mengakui kesalahan diri darimu wahai sahabat. Perjalanan kita belum akan berhenti hingga Malaikat Izrail datang menjemput kita. Masih banyak yang harus kita pelajari, bersama atau pun sendiri2.. Yakinlah, ikatan hati untuk mencintai-Nyalah yang telah mempersatukan kita. Ikatan untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik…

Tulisanmu aku do’akan bisa menjadi jalan hidupmu. Aku yakin Allah swt. akan memilihkan jodoh yang terbaik untukmu. Jodoh yang membawa kebaikan untukmu, keluargamu, dan keturunananmu kelak. Jangan pernah berhenti percaya dengan janji-Nya wahai pelipur laraku. Allah swt. tidak akan pernah mengabaikan kita selama kita tidak menyekutukan-Nya…

Aku mencintaimu karena Allah sahabatku……

 

 

Note: Dapat nasihat Om JamiL ini, yang isinya…

Anak saya yang pertama, Nadhira Arini Nur Imamah (Dhira), sedang jatuh cinta. Saya tahu karena ungkapan hatinya ia tuliskan di blog pribadinya [baca disini]. Selain itu, saya juga BBM-an dengannya sehingga saya sudah tahu juga siapa lelaki yang dicintainya. Wajah lelaki itu perpaduan antara wajah saya dan anak lelaki kedua saya, ganteng. Hehehe…

Setelah mengetahui hal itu akhirnya saya menasihati Dhira. Sengaja saya tuliskan nasihatnya disini dengan harapan bisa menginspirasi banyak orang.

Anakku, saat kau jatuh cinta, kau tetap tak boleh pacaran. Biarkan kau tetap terbungkus rapi dan kulit lembutmu hanya boleh disentuh oleh suamimu. Ketahuilah bila kau jatuh cinta dengan seseorang, belum tentu itu jodohmu. Maka tetap mintalah kepada yang Maha Tahu untuk diberi jodoh terbaik bagimu.

Ketahuilah, wanita yang hebat itu yang menyayangi anak-anaknya dan itu dibuktikan dengan mencarikan ayah yg tepat buat anaknya. Ayahmu ini berharap, kau termasuk di dalamnya. Anakku, apa yg kau harapkan belum tentu kau dapatkan. Ingatlah rencana Allah adalah rencana terbaik dibandingkan rencana terbaik seluruh penduduk bumi sekalipun.

Agar kau diberi “pangeran” terbaik tugasmu hanya memantaskan diri dan minta kepada Allah. Semakin kau sering mengadu dan dekat kepada Allah maka Dia akan mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu. Jangan ragu, Dialah yang Maha Tahu jodoh terbaikmu. Bila sebelum Subuh kau selalu menangis kepada-Nya, tak mungkin Dia tega memberi “pangeran” yang tak bermutu kepadamu.

Walau kau jatuh cinta, jangan serahkan hatimu kepada lelaki itu, karena boleh jadi menurut Allah dia bukan “pangeranmu”. Tetaplah serahkan hatimu kepada Allah dan setelah Allah kirim “pangeran” kepadamu, baru serahkan hatimu kepada “pangeran” itu. Air matamu di hadapan Allah dan kesabaranmulah yang membuat Allah mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu.

Bukti bahwa kau wanita hebat, kau tetap lebih sering mengingat Allah dibandingkan lelaki yang kau jatuh cintai. Bila Allah yang dihatimu, Dia akan kirimkan “pangeran” original kepadamu. Namun bila kau menjauh, Allah akan kirim pangeran KW-3 bahkan mungkin KW-10 kepadamu. Dan itu akan menyiksa hidupmu dan berkuranglah rasa banggaku kepadamu.

Anakku, lelaki yang cocok buat anak-anakmu adalah yang berani datang menemui ayahmu untuk melamarmu dan bukan yang pandai memainkan perasaanmu. Percuma bila ada lelaki yang kau cintai tetapi dia tak punya nyali bertemu dengan ayahmu.

Saat ini ayahmu hanya bisa berdoa agar Allah mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu. Dan semoga yang dikirim oleh Allah adalah lelaki yang telah membuat kau jatuh cinta.

Terakhir, Ingatlah selalu kebiasaan di keluarga kita: Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Semoga kau menjadi kekasih Allah sehingga kau dikirimi kekasih terbaik menurut Allah dan juga menurutmu. Anakku, bapak percaya padamu dan sepenuh hati mencintaimu…

Salam SuksesMulia!

Categories: Hijrah Hidup | Tag: | Tinggalkan komentar

Berubah

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”, (QS. An-Nisa : 100).

Pagi ini dibangunkan oleh sebuah lagu dari Edcoustic yang diputar oleh roomateku tersayang…

Album : Masa Muda
Munsyid : edCoustic
http: //liriknasyid.com
Lagu/lirik : Deden Supriadi

Berubahkah aku hanya bila ada sesuatu
Terus aku pulang pada sikap sebelum ku berubah
Hanya sekedar sesuatu tak berapa lamapun itu
Jarang ku terendap dalam sikap dimana kuberubah

Reff :
Tuhan aku hanya manusia
Mudah berubah lagi dalam sekejap
Tuhan aku ingin berubah
Dan kubertahan dalam perubahanku

Masih dalam semangat yang sama, pagi ini terlempar pada kejadian sebelum Ramadhan 1435 H ini. Aku bermimpi bertemu dengan Paman (adik Mama) dan istrinya. Beliau salah seorang guru dalam hidupku, panutanku dalam menjalani hidup. Meski kami tak pernah hidup dalam jarak yang berdekatan (beliau berdomisili di Singapore) tapi ceritanya selalu menginspirasiku. Paman dan istrinya dalam mimpi itu memintaku untuk membaca dan memahami Al-Qur’an Surah At-taubah ayat 15. Dalam mimpi itu aku terbangun dan mendapatkan diriku dalam keadaan menggigil dan begitu ketakutan. Aku kemudian benar-benar terbangun lalu lupa bahwa aku telah bermimpi..

Sorenya, aku shalat Ashar di Mesjid DT. Menyempatkan diri mendengar kultum dan melanjutkan NgODOJku di sana. Tiba-tiba, aku kembali teringat dengan mimpiku. Aku lalu membuka surah At-taubah ayat 15. Begini isi terjemahannya..

Dan Ia juga akan menghapuskan kemarahan hati orang- orang yang beriman itu, dan Allah akan menerima taubat orang-orang yang dikehendakiNya dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana” (QS. At-taubah : 15).

Aku terpekur dan terdiam, sepertinya aku harus bertaubat. Hijrah. Begitu banyak dosa-dosa besar dan kecil yang telah aku lakukan. Aku mungkin terlihat baik tapi hatiku tidak sebaik yang seharusnya. Aku masih jauh dari yang dicontohkan oleh Rasul dan para sahabatnya. Aku masih belum berbuat banyak untuk diriku sendiri di akhirat.

Sudah siapkah aku untuk dihisab?

Alhamdulillah, aku mendapatkan begitu banyak cahaya-cahaya pada Ramadhan kali ini. Meski harus dibayar dengan tangisan orang tuaku. Aku dan sahabatku memutuskan lebaran kali ini tidak akan pulang kampung, ke Padang. Masih banyak ilmu yang harus aku dapatkan selagi aku masih di sini. Selagi tempatku berada sangat dekat dengan sumber ilmu, mesjid DT. Hatiku benar-benar terpaut pada mesjid itu. .

Lalu, apakah jalan yang akan aku tempuh mudah?

tentu saja tidak..

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?, (QS. Al-ankabut : 2 ).

Beberapa jam sebelum Ramadhan berakhir, aku dan sahabatku mengikuti kajian Muslimah dengan Teh Ninih di mesjid DT. Beliau memotivasi kami agar tetap selalu meminta ampun kepada Allah swt.. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa mendapatkan ampunan dari Allah swt. Beliau bahkan menganjurkan untuk memperbanyak ibadah jika masih terasa lalai dalam Ramadhan ini. Masih ada kesempatan beberapa jam lagi. Jangan berputus asa untuk meminta taubat.

Setelah kajian itu selesai, aku tergerak untuk melakukan shalat Taubat. Aku ingin Ramadhan kali ini benar-benar berbeda. Aku ingin Allah swt. tidak lagi jauh dariku. Membimbingku dalam setiap langkahku. Apa pun yang aku lakukan dapat bernilai ibadah di sisi-Nya dan kelak aku akan diselamatkan dari hari akhir yang begitu menakutkan.

Aku tidak begitu sadar, ternyata perubahanku cukup membuat sahabat, teman sekamar, serta orang yang juga banyak ikut andil memperbaiki diriku tidak siap. Dia belum siap untuk menemaniku untuk selalu dan terus belajar meningkatkan ibadah dan keimanan..
Mungkin caraku juga yang salah..

Aku memutuskan untuk berhenti mendengarkan musik (yang menjauhkan diri dari Allah swt.), berusaha untuk meminimalkan waktu bermain, shopping, atau memanjakan diri yang berlebihan, kemudian aku juga pernah berinisiatif untuk membeli kain kafanku. Aku ingin bersahabat dengan kain kafanku nanti. Aku ingin menjadikannya selimut. Jadi ketika aku terlalu pulas tertidur sehingga melupakan-Nya, kain kafan itu dapat mengingatkanku…

Akan tetapi, ideku ditolak mentah-mentah oleh sahabatku. Dia mengancam tidak akan tidur lagi denganku jika aku tetap akan membeli kain kafan untuk dijadikan selimutku. Aku harus mengalah, bukan hanya karena kami bersepakat mengontrak kamar berdua tapi karena aku juga tidak tahu dimana akan membeli kain kafan yang sesuai ukurannya denganku… 🙂 *jika teman-teman ada yang tau tempat memesan kain kafan, hubungi aku ya. Biar aku simpan saja dulu. Pengingatku agar tidak pernah lagi meninggalkan dan melalaikan iman ini… 😉

Berawal dari shalat Taubat itu, sahabatku memanggilku dengan panggilan Ibu “Ustadzah”. Awalnya aku risih dipanggil seperti itu, karena ilmuku jauuuh dari panggilan tsb. Tetapi lama kelamaan aku aamiinkan saja. Mudah-mudahan itu do’a untukku. Tidak ada salahnya kan menjadi guru agama? Profesi dunia dan akhirat. Aamiin…

Sekarang, berbekal buku pinjaman dari Guruku, Mbak Lidia, aku sedang mengenali tentang Rasulullah saw. Pemberi peringatan kepada umat manusia. Aku sering menyebut namanya tapi tidak kenal dengan siapa yang aku sebut. Aku berharap syafaat dari beliau tapi aku tidak tau sejarah hidupnya..

Meski baru beberapa edisi yang aku baca, tapi aku belajar bahwa mensyiarkan Islam harus dengan kelembutan, Islam tidak mengajarkan kekerasan jika tidak diperlukan. Rasulullah saw. hanya marah jika Tuhannyalah yang dihina, bukan dirinya. Bukankah Allah swt. di dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 Allah swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Jika aku masih marah, berarti aku belum sabar.

Jika aku masih dongkol, berarti aku belum ikhlas.

Jika aku masih sombong, berarti aku belum menjadikan shalat sebagai bentengku.

Disaat imanku mulai futur, do’alah yang kembali menguatkanku. Do’a dari setiap shalatku, sujudku, tahajudku..

Berdo’alah dengan keyakinan penuh bahwa do’a-do’amu akan diijabah-Nya. Berdo’alah untuk mendapatkan kekuatan penuh dari lelahmu berjuang. Berdo’alah karena do’a itu adalah senjata ampuh orang-orang mu’min. Jangan berhenti untuk berdo’a jika kamu merasa sudah berikhtiar sepenuh hati tapi masih belum mendapatkan yang kamu inginkan.

“Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada Ku.” [QS. Al-Baqarah : 186]

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo’alah kepada Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS. Ghafir : 60]

Alhamdulillah, pagi ini aku dibangunkan oleh sahabatku dengan lantunan nasyid. Manusia memang makhluk yang suka membantah. Meski sahabatku belum mau benar-benar mengikrarkan perubahannya, tapi dia sudah mencontohkan dengan perbuatannya.. Aku yakin, jika suatu saat nanti, insya allah kami akan bertemu kembali di Jannah-Nya, karena insya Allah kami benar-benar berukhuwah hanya mengharapkan ridha-Nya.. Aamiin ya Rabb…

Note :

Aku tidak merasa lebih baik dari sahabatku. Perbedaan antara sesama manusia di mata Allah swt. hanyalah tingkat ketaqwaannya. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan derajat ketaqwaan ini, tidak hanya SATU cara. Tahukah teman-teman Khalid Bin Walid? Khalid bin Walid sangat ahli dalam teknik dan strategi perang. Namun pada suatu riwayat diketahui bahwa ia hanya hafal surah al ikhlas, jadi dalam 1 rakaat tahajudnya ia membaca surah al -ikhlas sebanyak 78 kali. Sahabat lainnya misalnya, Amr bin Ash dalam 1 rakaat shalat witirnya ia mampu khatam 30 juz. Imam Ahmad ibn Hanbal misalnya, saat dipenjara dan kakinya sakit ia bersedih karena menjadi hanya mampu melakukan shalat malam sebanyak 360 rakaat.

Jadi, kita tidak tahu perbuatan atau ibadah apa saja yang dapat diterima oleh Allah swt. Terkadang kita merasa telah banyak berbuat, tetapi malah tidak menghasilkan apa-apa… “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya”, (QS. Al-Ma’un: 4–5).

Categories: Hijrah Hidup | Tag: , | Tinggalkan komentar

Hijrah

Tanggal 25 Juli 2014 / 27 Ramadhan 1435 H

Aku dan sahabatku, Ega mendaratkan diri di bioskop 21 menonton film Hijrah Cinta, perjalanan hidup ustadz Jeffrie Al-buchori dan istrinya…

Seperti biasa, sebelumnya akan selalu ada diskusi hangat antara aku dan sahabatku menetapkan kapan kami akan pergi, waktu berangkat, serta tetek bengek lainnya. Aku berencana untuk menonton film tersebut setelah Ramadhan (agar tidak ketinggalan shalat Isya, tausiyah dan Tarwih di mesjid), tetapi Ega ingin agar menontonnya hari itu, hari kedua setelah film itu ditayangkan di bioskop…

Sejujurnya, dahulu aku tidak begitu respek dengan Uje. Aku tidak begitu suka dengan gayanya mennyampaikan tausiyah. Bagiku, menyampaikan risalah Islam itu harus dengan cara yang baik, dengan ucapan yang baik. Akan tetapi, beliau lebih senang dengan bahasanya yang gaul, ringan, santai. Sedangkan aku tergolong manusia yang serius, patuh pada aturan, dan tidak begitu respek dengan bahasa gaul yang terkadang kebablasan..

Bagitulah manusia, kadang baru bisa melihat sesuatu itu baik setelah dia menghilang. Aku baru bisa merasakan sosok Uje setelah beliau wafat. Mendengarkan kisah orang-orang yang pernah dibantunya, membaca kisah hidupnya. Aku jadi malu sendiri. Merasa lebih baik daripada beliau padahal aku belum melakukan apa pun untuk agamaku, padahal semuanya hanya masalah selera…

Ramadhan ini begitu terasa berbeda..

Allah memperlihatkan kelemahan-kelemahanku yang aku tidak sadari. Dosa-dosa kecil yang sering aku perbuat atau malah perbuatan yang sering aku lakukan tapi ternyata sangat berpengaruh pada amal-amal yang rutin aku lakukan..

Berprasangka buruk?

Itu yang aku lakukan pada Uje. Aku merasa lebih baik dari beliau hanya karena lantaran cara beliau yang berbeda dari pandanganku, pola pikirku. Bodoh sekali aku selama ini membiarkan setan dengan bebas membisikiku untuk menganggap diri lebih baik daripada orang lain, padahal jelas-jelas agamaku melarang untuk berbuat demikian.

Allah swt. berfirman ;

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung“, (QS. Al Israa’ ayat 37).

Dalam ayat lain disebutkan , Allah SWT berfirman;

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri ”, (QS. Luqman ayat 18).

Jauhilah sifat berprasangka, karena sifat berprasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan. Dan janganlah mencari kesalahan, memata-matai, janganlah kamu berdengki-dengki, janganlah kamu membelakang-belakangi dan janganlah kamu saling membenci, dan hendaklah kamu semua wahai hamba-hamba Allah, bersaudara.”, (HR. Bukhari).

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka buruk. Karena sebagian dari prasangka buruk itu adalah dosa …“, (QS. al-Hujurat: 12).

Begitu indahnya kan Islam??

Tapi apa yang aku lakukan hingga aku begitu yakin bahwa Islam itu benar-benar sudah mendarah daging padaku?

Ya Allah, Ya Rabb, bantu aku agar bisa berhijrah sepenuh hati menyandarkan seluruh hidupku hanya untuk-Mu…

Lalu, apa hubungan film Hijrah Cinta dengan Ramadhanku?

Melalui do’a dan ikhtiar, dan tentu saja izin Allah. Hari itu ternyata kantor sudah bisa diliburkan (malah sebenarnya sudah sejak tanggal 23 JuLi). Meski harus ketinggalan beberapa menit pembukaan awal film karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor terlebih dahulu, kami mendapatkan jadwal film yang pas (tidak terlewat waktu shalat, tidak mepet ke Magrib, apalagi ketinggalan ke mesjid). Jadilah, hari itu aku bernostalgia dengan sejarah hidup keluarga Uje…

Jika aku analisis secara kritis (versiku) dan berupaya mencari kekurangan film ini, aku kurang puas sebenarnya. Ada latar waktu yang hilang hingga filmnya seperti loncat, loncat. Kemudian agak kurang greget untuk seorang tokoh femomenal.. Aku berharap seperti film Habibie-Ainun (Umi Pipik masih hidup) atau 99 Cahaya di Langit Eropa yang begitu memukauku.

Tapi, seperti yang sudah aku tuliskan sebelumnya. Aku diajarkan pada Ramadhan ini untuk tidak melihat sisi kekurangan sesuatu, tapi berupaya melihat kebaikan dari segala sesuatu yang terjadi. Masya Allah..
Lagi-lagi aku merasa malu, hina, tak berkutik, melihat apa yang orang lain lakukan untuk memperjuangkan iman di hatinya. Untuk menyiarkan Islam di bumi-Nya..

Apa yang telah aku lakukan ya Rabb??

Aku Islam sejak lahir tapi tak tau apa arti Islam itu sendiri..

Aku shalat sebelum baligh tapi tak hafal apa arti bacaan dalam shalatku…

Aku puasa dari umur lima tahun tapi tak paham apa makna terdalam dari ibadahku…

Jadi apa pantas aku mengharapkan Syurga-Nya??

Aku begitu pelit mengeluarkan sedekah.

Berhitung-hitung dengan Rahmat Allah.

Melakukan sesuatu hal baik demi sebuah pujian.

Jadi, pantaskah aku mengaku sebagai seorang muslimah?

Apa yang telah aku lakukan untuk saudara-saudaraku sesama muslim?

Apakah aku rajin mendo’akan mereka? atau malah gemar membuka aib mereka?

Apakah selalu aku teringat mendo’akan guru-guru dalam hidupku yang banyak memberikan manfaat iman dan ilmu dalam hidupku?

Apakah aku tau apa itu Islam? Apa itu Al-Qur’an? Apa itu Rasulullah dan sunnah-Nya?

Ya Allah, Ya Rabb..

Bantu aku dalam perenungan panjangku ini.

Jangan lagi pernah lepaskan keimanan ini dari dadaku.

Jangan biarkan aku lari dari jalan lurus-Mu.

Jangan sampai aku meninggal dalam keadaan kafir ya Allah.

Buatlah aku selalu bermanfaat untuk orang lain, jangan jadikan hidupku sia-sia.

Aku manusia, sering tergelincir, tapi aku berazzam, Ramadhan kali ini harus menjadikanku pribadi yang lebih baik..

Bismillah ya Allah…

Mudah-mudahan ini titik awal aku kembali pada-Mu..

Do’akan aku ya sahabat-sahabatku. Insya Allah kelak nanti kita akan bertemu kembali di syurga-Nya..

Aamiin….

————————————————————————————————————————————

Mereka yang kuat secara spiritual tidak akan menjadi orang ‘abu-abu’.
Mereka akan berani bila benar dan tak malu mengakui kesalahan.
Mereka memiliki prinsip dalam hidupnya yang tidak bisa digoyahkan oleh orang lain.
Mereka akan senantiasa melaksanakan fungsinya sebagai hamba Allah, beribadah kepadaNya.
(Beribadah dalam arti luas loh, bukan sekedar sholat, puasa dan mengaji),
Serta tak pernah putus asa untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

(Oki Setiana Dewi)

————————————————————————————————————————————-

hijrah

Categories: AtuL's FiLms, Hijrah Hidup | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.