Posts Tagged With: RihLah

Malaysia #HariKeenam #030213

Repost dari blog Lia..

Hari ini adalah hari terakhir kami berlibur di negara tetangga ini. Sesuai dengan jadwal hari ini kami akan mengunjungi Genting Highlands, Chinatown, Petaling Street, Putrayaja dan KL Sentral.

Pagi itu setelah kami sarapan, kamipun berpamitan sama kakek, Liana dan Arfa. Karena nanti malam kami akan langsung balik ke Singapore tanpa balik ke sini terlebih dahulu. Liana dan Arfa agak enggan melepas kami, karena mungkin karena masih ingin bermain dengan aunty yang cantik2 ini 😀

Bersama Liana dan Arfa

Bersama Liana dan Arfa

Tujuan utama pagi ini adalah Genting Highlands, karena tempat ini berada di atas perbukitan akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan bus Go Genting. Ternyata jalan ke sini mirip dengan jalan ke Tangkuban Parahu Bandung ato Puncak Bogor, berbelok-belok dan di kelilingi jurang dan perbukitan. Pemandangan yang di tawarkan sepanjang perjalanan sangat memukau. Setelah 1 jam perjalanan, kami sampai di tempat pemberhentian yang akan membawa kami naik cable car menuju Genting. 1 cable car bisa diisi 6-8 orang. Tiketnya sudah termasuk dengan tiket bus yang kami beli di awal tadi. Kami mengeluarkan biaya sekitar 23,5 RM untuk tiket PP dan Cable car  PP.

SONY DSC

SONY DSC

Sayangnya ketika kami di sana cuacanya rada gerimis, jadi yang kami lihat sepanjang perjalanan hanya kabut 😦
Sampai di ataspun cuacanya masih berkabut sehingga kami tidak bisa menikmati keindahan yang ditawarkan di sana. Dari pada kecewa akhirnya kami memutuskan belanja 😀. O ya, disini katanya merupakan tempat salah satu kasino terbesar juga. Kita sebagai turis bisa masuk cuma dengan memperlihatkan pasport. Tapi kami tidak masuk sana, malu dan harus menjaga kesucian jilbab yang kami pakai:D. Sampai kami selesai belanja cuacanya masih gelap dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa suatu saat nanti kami akan kesini lagi, amin

SONY DSC

Di perjalanan setelah memikirkan dan mengatur ulang jadwal kami memutuskan untuk membatalkan kunjungan ke Putrajaya dan Chinatown mengingat waktu yang tinggal sedikit. Kebetulan hari itu merupakan arus mudik yang cukup padat juga, hingga akhirnya kami terjebak macet dan sempat nyasar lagi.
Akhirnya kami menuju Petaling street dengan alokasi yang sangat minim jika digunakan untuk belanja oleh2 bagi orang seperti kami, tapi harus bisa supaya tidak ketinggalan kereta menuju Singapore. Oleh-oleh standar yang kami beli kaos, gantungan kunci, pajangan, dan lain2. Walau sebenarnya tidak puas tapi harus tetap tersenyum.
Sebelum ke KL Sentral Kak Linda mengajak kami singgah di Kampung Baru terlebih dahulu. Kak Linda mau beli Martabak Mesir buat Kakek. Di sini kami bisa menyaksikan kemegahan Twin Tower dimalam hari.

SONY DSC

Akhirnya kami sampai di KL Sentral, masih ada waktu buat shalat dan istirahat sebelum kereta berangkat ke Singapore.

Dadah Malaysia, See U Next Time..

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/06/02/malaysia-harikeenam-030213/

Iklan
Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaysia #HariKelima #020213

Repost dari blog Lia..

Agenda hari ini adalah menjelajahi tiap sudut dari ibukota.
Di Singapore kita adalah gembel elit yang kemana-mana memanfaatkan MRT ato Bus, di Malaka kita adalah pencinta jalan kaki, sedangkan di Malaysia kita adalah tamu Kak Linda yang kemana-mana diantarin sama mobil :p

Perjalanan hari ini dimulai dengan mengitari dan explore Dataran Merdeka. Di sini kita bisa menemukan KL City Galery, Perpustakaan Nasional, Portugis Of Fountain, Masjid Abdul Samad. . Tempatnya berdekatan satu sama lain hingga bisa di akses dengan jalan kaki. Dataran Merdeka atau Lapangan Merdeka yang juga dinamakan Sempena adalah lokasi untuk memperingati hari kemerdekaan Malaysia, di seberang jalan berdiri dengan megah Masjid Abdul Samad. Pokoknya bangunan yang ada di sini itu arsitekturnya megah dan bergaya2 inggris gitu..

Narsis

I Love KL

Perpustakaan

Perpustakaan

KL City Gallery

KL City Gallery

Masjid Abdul Samad

Masjid Abdul Samad

Pose

Puas berpoto2 di sini kami melanjutkan perjalanan menuju Masjid Jamek, tapi sayang kami tidak bisa masuk ke sana karena sedang ada renovasi besar-besaran.

Masjid Jamek yang sedang di renovasi

Masjid Jamek yang sedang di renovasi

Daripada kecewa akhirnya kami memutuskan belanja oleh2 di daerah sana. Karena tepat di seberang masjid terdapat pertokoan yang menjual berbagai aksesoris, makanan, dan jilbab dengan segala rupa. Tempat ini sangat direkomendasikan bila anda ingin berbelanja ketimbang di Petaling Street. Harganya jauh lebih murah.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju KL tower dan KLCC.

KL Tower

KL Tower

Kami tidak sempat naik ke kedua menara tersebut karena pertimbangan waktu dan biaya 😀 Yang penting kami punya bukti otentik pernah menginjakkan kaki di menara Petronas yang terkenal itu.

Twin Tower

Twin Tower

Twin Tower

Twin Tower

Kemudian kami di ajak Kak Linda ke Chow Kit Market, dan kami melewati sebuah kampung yang berada di tengah-tengah kota, dari sini kita bisa menyaksikan menara Petronas berdiri dengan megahnya, kontras dengan bangunan bergaya lama yang ada di kampung ini. Tidak Sesuai dengan penampakannya kampung ini dinamakan Kampung Baru. Menurut kabarnya pemerintah setempat ingin menjadikan kampung ini pusat pertokoaan atau perumahan yang modern. sayang sekali ya kalau hal itu terwujud. Namun katanya rakyat di sana menentang itu semua.
Karena perut sudah keroncongan akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu. Dasar orang minang, jauh dari ranah minang-pun kami tetap mencari masakan Padang 🙂

Perjalanan di lanjutkan untuk mengunjungi destinasi terakhir buat hari ini, Batu Cave.. Sempat nyasar juga pas pergi dan pulang dari tempat ini 😀
Batu Cave merupakan gua yang didepanya terdapat patung Budha tersenyum. Untuk menuju Goa kita harus mampu mendaki sekitar ratusan anak tangga. Kebetulan pas kami kesana ada perayaan yangsedang dilaksanakan, jadi lumayan rame dan penuh dengan wajah-wajah India. Disini juga ada semacam pasar kaget yang bisa kami nikmati karena perayaan tersebut.

SONY DSC

Batu Caves

Batu Cave

Batu Caves

Ini adalah akhir perjalanan untuk hari ini..

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/06/01/malaysia-harikedua-020213/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaka – Shah Alam #HariKeempat #010213

Repost dari blog Lia..

Pagi Malaka…
Hari ini kami siap untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi kota tua ini. Karena hari ini merupakan hari terakhir di Malaka. maka sebelum menjelajah lagi kami beres-beres buat check out dulu. Batas waktu check out rata-rata disini adalah jam 11.00 siang. Tujuan utama pagi ini adalah Menara Taming Sari yang bisa di tempuh sekitar 10 menit dari hostel dengan berjalan kaki. Karena kami datangnya kepagian kami tidak bisa masuk ke tempat ini, tapi lumayanlah ya bisa photo2.

Menara Taming Sari

Menara Taming Sari

SONY DSC

AtuL dan Amay

Menara Taming Sari

Puncak Menara Taming Sari

Selanjutnya kami beranjak menuju Taman Merdeka. Di sini kita bisa melihat replika alat transportasi.

Taman Merdeka

Taman Merdeka

Dan di daerah sini juga terdapat Museum Perangko.

Museum Perangko

Museum Perangko

Tak jauh dari sana kita bisa menemukan bangunan bersejarah di Malaka yang namanya dikenal dimana-mana. Ya, inilah A Famosa (“Yang Termashur” dalam bahasa Portugis).  A Famosa terletak di Bandar Hilir, Melaka bersebelahan dengan replika Istana Kesultanak Melaka dan Gereja St. Paul. Kami sempat naik ke reruntuhan gereja yang ada di sana. Dari atas kita bisa melihat selat Malaka.

A Famosa

A Famosa

SONY DSC

A Famosa

SONY DSC

A Famosa dilihat dari atas

SONY DSC

pemandangan dari atas bukit

Karena merasa lapar, kami memutuskan untuk mencari makan. Pilihan kami jatuh pada Chiken Rice Ball yang ada di EE JI BAN. Ternyata pelayan di sana adalah orang Jawa. Karena merasa satu bangsa kami dilayani dengan sangat baik oleh si mbak. Di sini kami mencicipi chiken rice ball lengkap dengan sayuran dan minum Longan tea. Satu paket kompletnya itu cukup dengan membayar sekitar 50 RM untuk 4 orang.

SONY DSC

Makan Chicken Rice Ball

SONY DSC

EE JI BAN

Setelah check out dan masih ada waktu sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Syah Alam, kami menuntaskan hasrat untuk menikmati semangkok es cendol duren Jonker 88 terlebih dahulu. Alhamdulillah kami bisa menikmatinya. Dan memang tidak heran tempat itu selalu penuh, karena rasa yang ditawarkannya memang sepadan. Dengan 4 RM saja kita bisa menikmati semangkok es cendol duren yang menggoyang lidah.

Es Cendol Duren Jonker 88

Es Cendol Duren Jonker 88

Setelah itu kami menuju Masjid Kampung Klang, sayangnya kami tidak bisa masuk ke dalamnya.

Masjid Kampung Klang

Masjid Kampung Klang

Untuk kembali menuju Melaka Sentral kami menunggu bus di depan Chirst Church karena busnya melewati tempat tersebut. Ongkosnya 2 RM. Sesampainya di Malaka Sentral saya memanfaatkan waktu untuk membeli oleh2, karena belum sempat. Untuk harga kaos disini jauh lebih mahal dari pada yang ada di Kompleks Rumah Merah, namun kualitasnya juga jauh berbeda. Satu kaos disini dihargai dengan 25 RM.

Tiket dari Melaka Sentral menuju Shah Alam berkisar 14,5 RM dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Sesampainya di Shah Alam kita di jemput oleh Kak Linda yang akan bersedia menjadi Guide dan merelakan rumahnya untuk kita tempati (Thank Kak 😀 ). Ternyata Kak Linda punya 2 malaikat kecil yang lucu dan menggemaskan. Arfa dan Liana. Setelah istirahat dan mandi Kak Linda memasakkan makanan buat kami. Ini seperti di rumah sendiri, karena Kak Linda sendiri adalah orang minang yang sudah menjadi warga Malaysia.

Malamnya Kak Linda mengantarkan kami ke I-City, kota sejuta Lampu.

SONY DSC

I city Shah Alam

SONY DSC

di dalam I city Shah Alam

Snow

Snow

Seperti Bandung Carnival Land (BCL) ato Batu Night Spectaculer (BNS) na Malang lah ya, namun permainan disini lebih beragam. Yang menjadi tujuan utama adalah Snow Worid-nya. Setelah puas kami kembali ke rumah Kak Linda.

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/05/30/malaka-harikeempat-010213/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaka #HariKetiga #310113

Repost dari blog Lia..

Pagi ini kesibukan berbeda dari hari kemaren. Hari ini kami bangun lebih cepat dan berkemas tanpa maele-ele. Yups.. kami harus mengejar bis paling pagi menuju Johor Bahru. Untungnya terminal bis itu terletak tidak jauh dari hostel tempat kami menginap, terminalnya berada di Rochard Rd, cukup ditempuh 5 menit dengan berjalan kaki. Ongkos dari SIN – Johor Bahru 2,4 SGD. Sebelum nyampe Johor Bahru, kami harus melewati Imigrasi di perbatasan dua negara ini (SIN-MAL) Woodland. Biasanya prosedur disini tidak lama. Setelah itu kami  melanjutkan perjalanan menuju Johor Bahru yang memakan waktu kira-kira 1 jam.
Setelah sampai di Johor Bahru (Terminal Larkin Sentral), kami merasa berada di Indonesia kembali, karna pas baru nyampe terminal sudah banyak calo bus yang saling berlomba mencari calon penumpang, tidak beda dengan Indonesia kan? Kami lebih memilih membeli tiket di counter resminya saja, selain lebih aman itu lebih nyaman. Kami memilih menggunakan bus Delima dengan ongkos 19 RM menuju Malaka.  Supir busnya baik dan mau membantu para gembel elit  ini 🙂

Terminal Larkin Johor Bahru

Terminal Larkin Johor Bahru

Bus Johor Bahru - Melaka Sentral

Bus Johor Bahru – Melaka Sentra

Perjalanan Johor Bahru – Malaka ditempuh dalam waktu 2,5 – 3 jam (Bandung – Jakarta) lewat jalan tol. Karena faktor capek dan interior di dalam bus yang lumayan bagus kamipun tertidur sepanjang perjalanan :p Akhirnya kami sampai di Melaka Sentral, karna kelaparan kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Di sini kami tidak terlalu memusingkan harga lagi, sekarang kan sudah menggunakan Ringgit :p

Menu Makan Siang

Menu Makan Siang

O ya,, Malaka merupakan sebuah warisan budaya UNESCO.

Setelah itu kami naik bus  17 menuju Dataran Pahlawan, dengan ongkos 1,3 RM. Kami turun di sekitaran Dataran Pahlawan, cukup dengan berjalan kaki sekitar 10 menit kami sampai di hostel yang bersedia menampung kami selama 2 hari ini, Mari-Mari Guest House. Karena saat itu lagi diskon kami mendapatkan harga kamar dengan harga yang sangat miring (sekitar 10 RM/org ). Setelah beres2, kami melanjutkan perjalanan menuju Christ Church yang cukup ditempuh 10 menit dari hostel,. Christ Church merupakan gereja tua yang mempunyai arsitektur yang indah, di halamannya terdapat sebuah kolam air mancur dan banyak becak-becak hiasan berbagai rupa. Di dekat Christ Church, ada Stadthuys yang merupakan rumah dinas gubernur dan staf pemerintah Belanda yang dibangun pada tahun 1650. Gedung ini sekarang menjadi Museum of History and Ethnography. Warna gedung awalnya putih, tetapi kemudian dicat dengan warna red-salmon agar mendekati warna Christ Church. Didekat itu juga terdapat reruntuhan gereja Katolik St. Paul’s Church. Lokasi ini disebut dengan Rumah Merah, karena bangunan di sekitar sini berwarna merah. Menghabiskan sore di lokasi ini merupakan sebuah pilihan yang tepat.

Di depan Chirst Church

Di depan Chirst Church

Becak Unik ala Malaka

Becak Unik ala Malaka

Setelah menghabiskan senja di sana, kami melanjutkan perjalanan menuju Jonker Walk. Awalnya si pengen memcoba es cendol duren yang ada di Jonker 88, ternyata karna kami nyampe sana sudah sore tempat itu sudah tutup. Jonker 88 merupakan tempat makan yang lumayan terkenal di sini. Akhirnya kami minum kopi di Ochado sambil menunggu malam.

Ochado

Ochado

Setelah itu kami kembali menuju Malaka river dengan tujuan naik River Cruise. Sebelumnya kami sempat singgah di Maritim Museum.  Harga tiket River Cruise sekitar 15 RM/org. Di sini kita di ajak berkapal-kapal ria mengelilingi Malaka River.

Senja di Malaka River

Senja di Malaka River

Maritim Museum

Maritim Museum

Kincir Kerajaan Malaka

Kincir Kerajaan Malaka

Setelah puas mengelilingi Malaka River yang eksotis, kami menghabiskan malam di depan Chirst Church

Radar Neptunus

Radar Neptunus

Para Perempuan Minang Terdampar di Melaka

Itulah perjalanan kami di hari ketiga, masih ada lima hari lagi yang tersisa 😀

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/05/30/malaka-hariketiga-310113/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Singapore #HariKedua #30012013

Repost dari blog Lia..

Pagi ini kami bangun dengan penuh semangat setelah berusaha untuk memulihkan tenaga yang kemaren dikeluarkan seharian. Setelah selesai beres2, kami langsung menuju destinasi pertama buat hari ini. Tidak lupa sebelumnya dari hotel kami menyiapakan bekal ala kadarnya, teh manis, roti dan mie goreng instan pastinya 😀
Karena, besoknya tujuan adalah Malaka, dan kami tidak ingin paginya mesti buru2 dan tidak mau ketinggalan bus, maka kami memutuskan untuk membeli tiket bus ke Malaka terlebih dahulu. Ternyata sesampainya di sana, petugas nya malah bilang tiket di ambil sebelum berangkat aja,, haha… Ya udahlah ya…

Tujuan selanjutnya adalah Chinatown, akhirnya belanja lagi.. Menurut saya sii, barang disini lebih murah dari pada di Bugis Street ato Mustafa. Walau pilihannya tidak sebanyak di dua tempat tadi. Saya aja bisa membeli 30 gantungan kunci seharga    10 SGD .. 3 for 10 juga banyak disini.. Saat na berburu oleh buat yang udah pada nagih n nitip dari jauh2 hari. Inilah surga belanja murah di Singapore 🙂

Di sini kami juga sempat mengunjungi tempat ibadah diujung jalan Pagoda yaitu kuil Hindu Sri Mariamman yang dibangun tahun 1827. Sementara diujung jalan Mosque, sekitar 50 meter dari kuil terdapat Masjid Jamae Chulia yang dibangun tahun 1826 oleh Chulias seorang tamil muslim dari Pantai Koromandel di India selatan. Disini sempat juga turis jepang yang minta photo dengan kami. Katanya si kami cantik2, haha.. Heran kali ya liat cewek cantik pakai jilbab nyasar di tempat ini :p

China Town

China Town

Selanjutnya kami menuju Haw Par Villa, kata na di sini kita bisa melihat Patung Budha tersenyum.. Tumben kali ini di MRT kami bisa kebagian tempat duduk, mungkin karena jalur ini bukan jalur utama yang biasa di lewati. China Town – Harbour front. Jadi kami bisa narsis2an di MRT

MRT na lagi sepi :)

MRT na lagi sepi 🙂

Akhirnya kami sampai juga di Haw Par Villa, letaknya di Pasir Panjang Rd. Ada ratusan patung-patung dan patung-patung yang mereplikasi mitologi Cina karakter seperti Buddha tertawa dan Fu Lu Shou (dewa-dewi Taoisme)

SONY DSC

Welcome to Haw Par villa

Setelah puas menjelajahi tempat ini, kami melanjutkan perjalanan menuju Botanical Garden. Disinilah akhirnya kami melakukan sebuah ide gila, tidur di kebun bambu.. Mungkin karena cuaca yang lumayan panas ditambah faktor cape, kami akhirnya tertidur pulas hampir selama 2 jam di belai sepoi angin Botanical Garden. Setelah itu kami makan siang dengan bekal yang tadi kami bawa dari hostel. Kemudian kami melanjutkan perjalanan mengelilingi Botanical Garden. dan ternyata kami berhasil mengelilinginya dari utara sampai selatan, ckckck… Sayang, banyak spot2 yang saat itu sedang direnovasi..

pintu masuk

pintu masuk Singapore Botanic Gardens

Smile

Smile

Narsis

Lia narsis

Kelelahan mengitari botanical garden, akhirnya kami naek bus 7 menuju Orchard Rd. Tujuan utama kami adalah Masjid Al Falah yang sudah akrab bagi turis muslim di Singapore. Masjid Al-Falah menempati gedung Chairnhill Place lantai 1 No 1 ini dengan membayar $1.7 juta untuk 99 tahun sewa. Masjid ini secara resmi dibuka 25 Januari 1987 oleh Dr Ahmad Mattar yang saat itu menjabat sebagai menteri lingkungan hidup dan menteri urusan muslim Singapore. Logo Al-Falah yang dirancang oleh Tuan H Sanwan Rais dibuka dari tutup kain saat itu. Al-Falah sendiri diambil dari kata bahasa Arabyang berarti sukses (sumber : wikipedia).

Setelah shalat dan istirahat kami melanjutkan kembali aktivitas belanja dan makan. Tujuan belanja kami adalah Lucky Plaza dkk.. Awalnya niat kami menghabiskan malam disini adalah karena pengen melihat atraksi 4 musim yang kata na ada di Orchard Rd dimalam hari. Namun setelah menunggu sekian lama, pertunjukkannya tidak ada 😦

menunggu

menunggu

narsis dulu

narsis dulu

Akhirnya kami pun kembali ke hostel.

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/04/07/singapore-harikedua-30012013/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Hari Pertama: Welcome to Singapore (290113)

Repost dari blog Lia..

Yeyyy,, akhirnya setelah menempuh perjalanan Bandung – Singapore, kami (para cewek nekat (saya, kak nia, kak el dan kak ega) serta temannya kak ega)akhirnya menginjakkan kaki di bumi om Rafless ini 😀
FYI, di pesawat kita disuruh untuk mengisi semacam formulir yang akan berfungsi di kantor imigrasi, sebenarnya si kita gag harus mengisi di pesawat, tapi itu cuma buat kemudahan nanti. Supaya pas landing kita bisa langsung masuk ke imigrasi tanpa harus antri mengisi formulir tadi. Jadi jangan lupa siapkan pulpen di saku anda. Sebenarnya saya sudah di ingatkan dari awal, namun karena newbie saya lupa, jadi aja pas di pesawat minjam ama bule cakep di samping saya, lumayan sekalian kenalan n ngisi waktu :p
Sebelum landing aja saya udah begitu terkagum melihat keindahan negeri singa ini dari atas pesawat, saya tidak henti2nya mengagumi ciptaan Sang Kuasa. Saya pun sibuk dengan kamera untuk mengabadikan setiap sudut yang terlihat dari atas. Dari atas saya bisa langsung mengenali Esplanade n Marina Bay Sand, karena itu terlihat jelas n itu yang membuat saya tersadar kalo saya benar2 udah keluar dari bumi pertiwi.

Setelah landing kami langsung menuju imigrasi, awalnya itinerary kita untuk keliling2 fasilitas2 ruang tunggu yang ada di bandara yang katanya merupakan salah satu bandara terbaik di dunia. fasilitas yang tersedia Terminal 1: taman kaktus. Terminal 2: taman anggrek, taman pakis, taman bunga matahari, kolam ikan koi (t.3), movie theatre (t.3), entertainment deck. Terminal 3: taman kupu-kupu. Itu memang terbukti dari layanan dan arsitekturnya. Bagi saya Changi merupakan sebuah kota kecil yang menyediakan semua kebutuhan hidup. Namun kita membatalkan itinerary awal karena pertimbangan bagasi dan urusan di imigrasi. Setelah selesai di imigrasi kita sempat keliling terminal yang ada di sini, karena untuk menuju satu terminal ke terminal lainnya kita tidak perlu khawatir lelah berjalan. Disini disediakan Sky Train yang membuat kita leluasa akses semua terminal.

Untuk mengisi waktu menunggu tempat penjualan Ez-Link buka (kartu yang memiliki fungsi utama sebagai alat pembayaran sarana transportasi umum di Singapura baik MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), atau Public Bus, bahkan dengan kartu ini pula kami dapat masuk ke REsort Wordl Sensota dengan cukup mengeluarkan 1SGD saja :D… Harga 1 Ez-Link 12 SGD, kami langsung mentop-up sebanyak 10SGD untuk perjalanan 2 hari di sini. ), kami mencoba menikmati fasilitas yang bisa di akses gratis. Slah satunya ada mencoba SLIDE, permainan yang membuat saya tidak pernah bosan mencobanya.

SLIDE CHANGI

Slide Changi

Setelah cukup puas di SLIDE kami melanjutkan perjalanan ke terminal 2, disana tersedia tempat pembelian Ez Link. Setelah masing-masing mendapatkan kartu kami beranjak menuju hostel di daerah bugis.Kami naik MRT jalur hijau: tujuan tanah merah,  turun di tanah merah, naik MRT tujuan Joo Koon dan turun di Bugis. Jarak antara stasiun MRT dengan hostel bisa ditempuh lebih-kurang 5 menit berjalan kaki. Ini merupakan salah satu nilai plus negara ini di mata saya, mereka membangun  transportasi di titik2 tempat pariwisata atau umum. Salama di Singapore kami menginap di ABC Hostel n Backpacker yang terletak di Kubor St. Kami memilih kamar yang menyediakan 4 bed dan AC dengan biaya permalam 24SGD/org. Fasilitas yang di dapatkan di sana ada Wi-fi, ruang internet, breakfast, dan Setrikaan. Hostel ini sudah lumayan punya nama di kalangan backpack Indonesia. Check in disini jam 12.30 dan batas check out jam 11.00 (waktu Singapore.)

Setelah selesai istirahat, shalat dan makan siang, perjalanan menjelajah Singapore-pun kami mulai. Tujuan pertama adalah Suntec City, untuk melihat Fountain of wealth yang konon katanya bagi siapa yang bisa menyentuh airnya akan beruntung. Sayangnya pas nyampe sana sedang di adakan renovasi, jadi kami tidak bisa mencoba keberuntungan di sana. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Esplanade.

Esplanade

Esplanade

Setelah puas photo2 dan melihat daftar pertunjukan yang akan berlangsung kami langsung beranjak menuju ikon na kota Singapore, kami menuju Taman Merlion.

Taman Merlion

Taman Merlion

Marina Bay Sand dari Taman Merlion

Marina Bay Sand dari Taman Merlion

Selanjutnya kemi menuju Asia n Civilisation Museum yang terletak di samping The Fullerton Hotel, kemudian kami ke tempat Rafless pertama kali menginjakkan kakinya di Negeri singa ini “Raffless Landing State”. Kami menikmati sore di Clarke Quay dan menyusurinya dengan menggunakan river cruise.

Raffless

Raffless Landing Site

Di dalam river cruise

Di dalam river cruise

Pose

Setelah itu kami menuju Marina Bay Sand untuk menunggu pertunjukkan Wonderfull Night Spectaculer yang diadakan jam 20.00 tiap harinya. Ini merupakan pertunjukkan air dan cahaya yang luar biasa. Kemudian kami kembali ke Taman Merlion untuk menyaksikan merlion di malam hari. Singgah sebentar di Art Science Museum untuk photo2. Kami menewati jembatan DNA “Helix Bridge”. Dan dari kejauhan kami bisa melihat keindahan Singapore Flyer di malam hari.

Marina di kala senja

Marina di kala senja

Art Science Museum dari kejauhan

Art Science Museum dari kejauhan

Helix Bridge

Helix Bridge

Marina Bay Sand

Marina Bay Sand

Setelah puas dan lelah mengelilingi seputar Marina dan Merlion Park, kami melanjutkan perjalanan menuju Mustafa “saat na berburu coklat dan oleh2″. Padahal itu baru hari pertama dari delapan hari yang dijadwalkan :p

Akhirnya badan kamipun protes untuk segera istirahat, sebelum kembali ke hostel kami mengisi perut dulu di Kp. Glam yang letakknya ternyata tidak jauh dari hostel. Finally kami sampai di hostel jam 00.00

Capek, letih, puas, kagum dan semangat bercampur untuk hari itu..

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/03/30/haripertama-welcometosingapore/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Singapore 1-4 Dec 2011 (Epilog)

Repost dari blog El..

Teman…Pengalaman2 yang kita alami selama backpacker ke Singapore, membuat kita semakin lebih mengenal satu sama lain. Dengan perjalanan 4 hari ini, kejadian yang sama2 membuat kita tertawa, emosi yang terkadang naik turun saat letihnya badan. Tp itu semua akan menjadi kenangan yang manis untuk kita kenang .

Nia : Asisten Ketua Rombongan Ceunah. Berdasarkan pengakuan, yang bersangkutan mempunyai tipe kaki yang kurang bersahabat untuk jalan jauh. Di hari kedua, kakinya “AsKetRo” kita ini benar2 sakit. Untuk berdiri dan berjalan pun susah. Kita semua pun bingung apa yang bisa dilakukan untuk setidaknya membantu mengurangi rasa sakit. Tp setelah istirahat dan bermandikan geliga, Alhamdulillah si kaki nya kembali bersahabat. Padahal sebenarnya berniat untuk tidak ikut ke Sentosa dan kabur ke rumah pamannya. Nia, Wonderwoman dalam perjalanan ini, pulang pergi menyandang ransel yang beratnya minta ampun. Bahkan ransel waktu pulang sekitaran 15 kg dan itu yang dibawa lari2 dari hostel ke stasiun bugis…hahahahahaha

Ega : Sempat bad mood saat menunggu sang uda di Changi, dan kita semua malah memutuskan mending ketemuan di Bugis. Tapi setelah ketemu dengan gio, langsung berubah cerah dan berseri…hahahaha. Sempat perang dingin dan diam2 an sama gio gara2 disenggol orang tp malahan disuruh minta maaf, bicara dengan suara yang lumayan tinggi saat di Bugis. Tp kembali senyum ketika di foto dan yang motonya gio…prikitiewwww……

Vera : Sebelum ke Singapore ceritanya beli sandal baru. Karena baru, jadi aja pas dibawa jalan2 di Singapore kakinya lecet. Nyerah dengan sandal baru akhirnya minjam sandal ega. Pas di vivo city ternyata sol sandal ega pun lepas. Walhasil vera jalan nya jadi nyeret2 kaki. Ketika nunggu sentosa express ngeliat bapak2 yang juga nyeret kaki, ternyata si Bapak sol sepatunya juga lepas…hahahaha disana kita ngga bisa nahan ketawa. Akhirnya beli sandal di sentosa. Sandal jepit SGD 7….50 ribu….haiyahhhh…..

Truel : menamakan dirinya si cuantique yang lagi lusuh dalam perjalanan ini. Celetuk2 an yang bikin ketawa. Saat itu kita salah ambil MRT ketika mau pulang ke Bugis. Setelah itu truel berkata “Aku bener2 ga tau lho el masalah MRT2 an, perasaan semuanya sama aja deh. kotak dalam tanah” bikin ngakak kita semua. Trus nia nambahin “kalo kita tinggal sendirian disini gimana?” truel jawab “nangis aja”…geleng2….truel…truel… sempat jadi artis dangdut juga ketika kita berteduh di salah satu pintu keluar stasiun MRT esplanade yang belum beroperasi, dan ujug2 jadi model kehilangan catwalk di depan lift the merlion.

El : Ketua rombongan yang selalu kebingungan kalo pasukannya ditanya jawabannya ngikut…sahabatan sama peta, dan sering salah baca peta kalo udah rada teler jalan. Kata truel, el berubah jadi el yg lain ketika di Singapore…..iya gitu truel??? wibawa ketua rombongan kali yak…hahahahaha

Terima Kasih teman,

Kita 5-horz

Kehadiranmu melengkapi dan membuat perjalanan ini lebih berwarna….

Mari impikan dan wujudkan rencana2 gila selanjutnya…..^^

Salam Damai

Ketua Rombongan

s
Link Original :

http://elpoenya.blogspot.com/2011/12/singapore-1-4-dec-2011-epilog.html

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Singapore 1-4 Dec 2011 (Day 3 n 4)

Repost dari blog El..

Yatttaaaaaaaaaaaaaa…………ga ujan….hari ini perjalanan dimulai dari bugis, lanjut Chinatown, dan sentosa. Breakfast di hostel lagi. Hari ini di dapur ketemu bule yang mau cuci piring, orang china yang lagi oles2 slai ke roti dan salah seorang staff ABC yang lumayan marah karena ada yang nyimpen sejenis makanan yang sepertinya sudah tidak layak konsumsi di kulkas. Dia ngegerutu dengan staff lain yang cowok pake bhs china, lumayan teriak2, saya diam nyimak dengan saksama sambil listening bahasa mandarin gratis…ternyata benar adanya istilah orang minang “cino karam” hahahahha

Karena pas hari kedua belanjanya masih sedikit dan minjam yang teman dulu jadinya uang di dompet masih utuh SGD 50. Tuker ke Kenix teryata dia ga punya dan akhirnya ada bapak2 india yang lagi ngegodain si Kenix menawarkan tuker uangnya ke dia saja. Thank you bapak2 india…..:)

Hari ini juga kita check out hostel, balikin semuanya dan deposit kembali. Tetapi karena masih mau ngider seharian kita titip aja ransel yang berat di hostel. Rencana kita jemput sepulangnya dari sentosa. Pamitan dan poto2 dulu sama Kenix.

DSCN7324 (20)

Ke bugis kita jalan kaki dari hostel, nyebrang, ketemu bugis junction, nyebrang lagi, jalan, sampai deh…bugis ini kaya pasar atas nya kota Bukittinggi, penuh dengan pedagang kaki lima yang ngejual souvenir Singapore, belanja oleh2 lagi yang 3 for 10. Kalo menurut saya souvenir dan baju di bugis lebih murah, unik dan banyak pilihan dari pada orchard atau Mustafa centre. Shopping lagi, dan kemudian kita nyobain uncle ice cream (SGD 1). Es potong berbagai macam rasa kemudian di balut dengan roti tawar. Nostalgia masa kecil dengan es tontong di bukittinggi….hehehe

Lanjutkan perjalanan ke Chinatown, naik MRT lagi dari stasiun bugis ke Outrampark ganti kereta kearah punggol turun di Chinatown. Di DSCN7774Chinatown pertama kali kami mengujungi Sri Mariamman temple, kebetulan lagi ada ritual memandikan patung dewa di kuil ini. orang-orang india memenuhi kuil, pengunjung boleh masuk tetapi tidak diperkenankan mengambil foto. Jika memang ingin ngambil DSCN7324 (36)foto bayar SGD 2, jika curi2 ngambil foto dan kedapatan oleh yang jaga bayar SGD 3. Salah seorang diantara kami kedapatan dan lumayan dimarahi sama yang jaga…hahahaha dasaar…..karena udah bayar yasud kita puas2in foto keliling kuilnya dan menyaksikan langsung ritual di kuil tersebut. Lanjut jalan ke Buddha tooth relic and temple museum. Tadi india sekarang Chinese semua, masuk ke kuil nya bau dupa yang terbakar semilir kemana2 di bawa angin. Kaget ketika nyampe di dalam patung Buddha nya gede amat, berwarna emas dan terkesan sangat mewah. Di dinding tepi2 kuil berjajar rapi patung2 buddha kecil memegang bermacam benda dgn berbagai pose yang saya ga tau berapa jumlah nya. kalo ga salah satu dinding jumlahnya 10.000 an lebih. Puas di kuil ini dan waktu sholat telah masuk kami menuju Masjid Jamae ChuliaIMG_0044 yang lokasinya berada sebelum Sri Mariamman temple. Saya tersenyum sendiri 3 kepercayaan berbeda dalam satu deretan jalan yang sama.

Selesai sholat next destination, Sentosa. Dari China town kita nyoba naik bus ke Vivo City. Lupa waktu itu naik Bus nomor berapa…heheehe pertama kali nyobain bus bertingkat, langsung cari spot tempat duduk di lantai 2 nya. sekitar 10 menit perjalanan sampailah kita di Vivo city. Laper….Muter2 nyari food court di vivo city, akhirnya ketemu dan saya memilih untuk mencoba nasi briyani dengan ayam+kentang. Nasi briyani ini seperti nasi kuning pake bumbu rempah, dan ayamnya hampir sama dengan ayam gulai di padang total (SGD 4,9). Berniat explore lebih jauh skydeck nya vivo city nan katanya bagus terhalang oleh hujan. Huaaaaa….akhirnya kita terdampar di satu spot teduh yang pemandangannya ke arah harbour front dan sentosa. Duduk di sini menikmati hujan, sentosa express dan kapal yang pulang pergi, cable car, disini kita bernostalgia bagaimana kita bisa sampai dinegeri singa ini dan akhirnya kita disini dan hampir menyelesaikan perjalanan.

Ketika hujan sudah mulai reda, kita beranjak menuju tempat pembelian ticket Sentosa Express. Via mesin yang tersedia kita beli Sentosa Pass (SGD 3). Masuk ke stasiun nya, tak lama kemudian si Sentosa Express datang, naik dan sekitar 3 menit kemudian kita sudah sampai di Sentosa. Stasiun pertama Waterfront. Kita turun. Yaaaa disinilah universal studio itu berada, jalan sedikit, kemudian di depan saya berdiri gagah bola dunia universal itu. Kita disini teman…………….byasanya Cuma liat di internet atau foto orang lain…sekarang this is our turn….hahahahaha poto2……

Takut kehabisan kita langsung menuju tempat pembelian tiket Song of the sea, ternyata untuk show jam 7.40 udah sold out, padahal kita incar yang itu biar bisa nonton crane dance jam 9.00. Huhhhu bingung……dan saat sudah rela melepas crane dance membayar yang jam 8.40, truel punya ide kenapa ga kita ambil aja song of the sea yang jam 09.40. yup…benar jadi kita bisa nonton kedua2 nya……hahahaha I luph u truel….muaaahhhhh…..

Tiket Song of the sea udah dapat, saat itu sekitar jam 6 sore menunggu crane dance jam 9 malam. Kita putuskan untuk ke imbiah station. Jalan, muter dan kita mencoba masuk ke the merlion, patung singa yang tingginya sekitar 37 meter. Tiket masuk SGD 8. Pertama masuk kita disuguhi film tentang sejarah nama merlion. Setelah itu menggunakan lift kita ke atas (bagian mulut dan bagian kepala). Bagian mulut ada petugas yang bantuin kita untuk foto2. Di bagian kepala pemandangannya Subhanallah kereeeeenn bangeeeettttt. Singapore dari atas…hujan…jadi kita basah2 payungan tidak mau melewatkan momen ini. Ga masalah basah2 juga, harus dinikmati sepuas mungkin 8 dollar booo……..

DSCN7324 (98)

Keluar dari the merlion, menyusuri merlion walk, hujan dan lampu2nya bikin suasana romantis….jalan terus sampailah di beach station. Foto2 sebentar di bangunan depan beach station, dan di depan plang masuk song of the sea. Setelah kita foto di depan plang song of the sea kerumunan orang yang keluar sehabis nonton song of the sea yang jam 7.40 memenuhi depan beach station, semuanya pake mantel plastic (karena hujan penonton diberikan mantel plastic agar tetap bisa menikmati pertunjukan),semua orang terlihat seperti pelahap maut dalam harry potter.hahahahaDSCN7324 (104)

Takut telat dan tidak bisa menikmati Crane Dance Free Show jam 9 malam, kami bergegas ke beach station, dan langsung kembali ke waterfront station. Jalan ke resort world sentosa,lihat plang crane dance. basah2 an tetap pertunjukan crance dance nya keren….durasi nya 13 menit.DSCN7324 (183)

Berpacu dengan hujan yang turun kita jalan lagi ke waterfront station menuju beach station, song of the sea jam 9.40 malam. Pas mau masuk gate song of the sea, tiket saya tidak ketemu saudara2….cemas dan huaaaa 10 dollar ilang dan ngga bisa nonton…hiks….hiks…bongkar tas n dompet. Di bantuin vera ternyata tiketnya nyelip di dompet…l luph u vhe…..hahahahaha

Masuk, cari posisi tengah dan pasang mantel plastic. Jejengggg….pelahap maut siap utk nonton Song of the sea, Selama pertunjukan saya hanya diam dan terpana, sesekali berucap keeeeerreeeeeennnnnnnn………………..

Okey…sentosa harus kita tinggalkan teman, kembali ke Vivo city. Dalam perjalanan pulang ke Vivo City ada perasaan aneh di hati, the journey is almost over, tapi masih belum rela ini semua berakhir. Nyampe vivo city ambil MRT ke punggol turun di outrampark ganti ke arah Changi kemudian turun di Bugis untuk jemput ransel yang tadinya dititip dulu di hostel, ambil barang2 langsung lari2 ke stasiun Bugis karena jam sudah menunjukkan pukul 11, dan STP kita berakhir jam 12 malam ini. Wajah yg sudah lusuh dan pucat, napas ngos2 an, tetapi masih ketawa2 sepanjang jalan menuju stasiun Bugis. Sekitar jam 11.45 kita nyampe di changi.

Karena pesawat kita baru jam 10.35 keesokan hari maka kita tidak mau melewatkan pengalaman backpackeran lainnya, yaitu tidur di changi. Karena kita belum check in jangan bayangkan akan bisa istirahat di rest area atau lounge2 nyaman yang ada di changi. Bersama gio saya kelilingi terminal 1 sampai 3 untuk mencari spot yang nyaman untuk sekedar selonjoran dan rebahan. Sedangkan teman2 yang lain sementara terdampar dulu di Terminal 3. Pencarian berakhir di Viewing Mall Terminal 1 lantai 3. Kursi yang lumayan berbusa dan ac yang menurut saya tidak terlalu dingin, dekat toilet dan memang sudah banyak orang2 yang sepertinya juga backpacker dari negara2 lain telah tidur nyenyak disana. Yup…ini lah hostel kita untuk malam terakhir di negeri singa ini. Kembali ke Terminal 3 untuk menjemput mereka yang terdampar. Sebelum merebahkan badan di sederetan kursi yang akan jadi kasur ini, tak lupa untuk sholat isya dan jama’ ta’khir maghrib. DSCN7324 (186)Nyari prayer room kita nanya ke petugas yang kerja di changi, memang di terminal 1 sebelum kita check in ga ada prayer room. Dan si petugas bilang “ just find the suitable location, you can pray there….feel easy” mendengar si petugas berkata seperti itu akhirnya kita sholat di belakang kursi yang akan kita jadikan kasur malam itu. Arah kiblat, mengikuti software penentu arah kiblat di hp ega.

Keluarkan apapun yang bisa dijadikan bantal, rebahkan badan dan tiduuuurrrrr…………

Jam stengah 6 lewat masuk waktu shubuh, bangun….buka mata, pemandangan yang langsung terlihat adalah pesawat yg parkir di shubuh hari, bersih2 sholat. Sehabis itu muter di sekitar viewing mall lanjutkan jalan turun ke lantai 2, pengen nyoba nelpon dari changi ke Indonesia. Dengan 60 sen lumayan sudah bisa ngobrol dengan orang tua di Bukittinggi sekitar 1,5 menit. Nyobain mandi di changi (FYI: di changi ada toilet jongkok yang pake pancurannya, biasanya paling tepi dan ada tulisan “mind your step”). Abis mandi beres2 barang yang akan masuk bagasi sambil sarapan roti sobek bekal dari bandung. Setelah selesai, dengan berat hati kami tinggalkan singgasana malam terakhir di Singapore itu menuju Terminal 2. Owh yah, rencana awal kembalikan STP ke ticketing office agar deposit kembali, tetapi karena kantornya baru buka jam 12 siang, akhirnya kami putuskan tidak mengembalikan STP dan membawa pulang saja, moga2 kartu ini yang akan memanggil2 kami kembali kesini. 🙂

Yahhh…inilah saat nya teman, jam stengah 9 pagi kita check in, langsung ke imigrasi dan kemudian lanjut ke gate E5 keberangkatan , Batavia air sudah berdiri gagah disana menunggu kami untuk menaikinya. Rencana awal ingin mengeksplore changi lebih jauh, apalah daya waktu yang sangat mepet. Walaupun ga sempat eksplore changi, tapi harus menyempatkan diri menikmati fasilitas kursi pijat sebelum masuk ruang tunggu. Kursi pijat nya ajibbbb….benar2 ngilangin rasa gempor di kaki….pengen rasanya dibawa kabur ke kosan…”,

Jam 10 lewat kita masuk ruang tunggu, pas mau masuknya diperiksa lagi. Benar2 ketat. Ternyata disini baru berlaku aturan “cairan yang lebih 100 ml ga boleh dibawa masuk”. Alhasil botol minum kecil saya yang isinya lebih 100 ml di buang…huhuhuhu. Tak lama, petugas telah meminta kami untuk naik ke pesawat. Yeah…its over, pesawat ini akan membawa kita kembali ke kehidupan nyata. Sudah mulai galau lagi, skripsi, kerja…hahahahaha.

Alhamdulillah….tak henti2 nya mensyukuri nikmat ALLAH, 4 bulan setelah wisuda diberi kesempatan untuk melihat negeri lain di bumi-NYA dengan hasil keringat sendiri. Allah, ku memohon pada-MU, izin kan aku untuk melihat negeri-negeri lain di bumi-Mu ini.

Jam 11 siang pesawat kami landing di Husen. Antrian yang panjang di imigrasi, dengan pengalaman yang sangat kontras jika dibandingkan dengan imigrasi di Singapore, begitu pula saat pengambilan bagasi. Sehingga di pikiran pun muncul kata2 “sepertinya bandara Husen Sastranegara belum siap menjadi bandara internasional”. Yup, ini benar2 telah berakhir kawan, menggunakan taxi Lanud Husen Sastranegara kita kembali ke peradaban masing2.

Link Original :

http://elpoenya.blogspot.com/2011/12/singapore-1-4-dec-2011-day-3-n-4.html

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Singapore 1-4 Dec 2011 (Day 2)

Repost dari blog El..

DSCN7324 (71)

CHIJMES

DSCN7324 (135)

Gedung Durian

Hari kedua setelah bangun, beres2 dan ternyata hujaaan….uhuhuhu padahal jadwal hari ini yang paling padat jadwal jalannya. Ambil free breakfast (roti tawar mau dibakar juga boleh,mentega,selai,kopi,teh,susu terserah mau ambil apa dan seberapa :p) ketemu orang Indonesia juga pas di dapur, setelah itu manfaatkan internet gratis dan jam 9.00 kita putuskan untuk jalan walaupun hujan (untung bawa persiapan payung). Tujuan hari ini di mulai dari City Hall. Dari stasiun Bugis ambil MRT kearah Joo Koon (jalur hijau) turun di stasiun City Hall. Kita singgah di CHIJMES, War memorial park dan karena hujan nya gede banget kita putuskan untuk lewat bawah tanah menuju Suntec City Mall. Sampe suntec city mall kita langsung ke basement nya nyari Fountain of Wealth (air mancur yang katanya jika kita bisa megang airnya, impian kita akan terkabul…iya gitu???), karena kepagian, dan hujan sehingga si Fountain of Wealth hanya bisa dinikmati dari dalam. Muter sebentar dan kita tertarik untuk melihat Koi Garden di suntec. Ternyata di car park nya mall di Singapore ada kolam ikan koi nya….haduhhh kebayang lagi kondisi basement parkiran mobil mall2 di negeri sendiri. Lewat bawah tanah lagi kami lanjutkan ke esplanade, menyusuri lorong panjang yang dinding2 nya dipenuhi gambar pertunjukan2 yang telah dan akan diadakan di bangunan dengan desain kulit buah durian itu. Muter2 foto2 lanjut ke Merlion Park. Dari stasiun City Hall ambil MRT kearah Marina Bay (jalur merah) turun di stasiun Raffles Place. Disini kita akan sering menjumpai orang-orang perkantoran Singapore berjalan dengan sangat cepat walaupun meggunakan high heels Wuihhh….., berjalan melewati gedung2 tinggi, melewati the fullerton hotel, nyeberang dan turun lewat tangga, sampai lah kita di patung singa nan terkenal itu. Walaupun hujan tetap rame yang mengabadikan momen dengan si merlion. Termasuk kami yang kalap foto2 dari berbagai angle. 😛

DSCN7324 (72)

Singa Muntah, hahahaha

Hotel dengan kapal nabi nuh (Marina Bay Sands), Merlion, Singapore Flyer, Singapore River dengan Cavenagh Bridge lanjut explore ke Asian Civilization Museum, Raffles Landing Site, Boat quay diseberangnya. Sang kaki pun sudah capek, kami mencoba naik River Taxi. Dari Boat Quay ke Clarke Quay sebesar SGD 4. Serasa di venice Italy booo…….

DSCN7324 (56)

River Taxi

Karena hujan dengan berat hati kami putuskan untuk membatalkan kunjungan ke Botanical Garden. Berlabuh di Clarke Quay tujuan selanjutnya adalah Orchard, jalan sedikit kearah yang berlawanan dengan pos river taxi tempat kita turun langsung menyebrang jembatan menuju stasiun Clarke Quay. Dari Clarke Quay ambil MRT ke arah Punggol turun di Dhobby Ghaut (jalur ungu), ganti ke arah jurong east berhenti di orchard (jalur merah). Jalan sepanjang orchard penuh mall2 diantaranya Ion, Lucky Plaza, Ngee Ann, Takashimaya, the paragon. Karena belum sholat, sholat dulu di Alfalah Mosque dekat the paragon. Setelah sholat dan sedikit mengistirahatkan kaki masuk ke lucky plaza mencari tempat makan. Ketemu food court langsung ngelihat stand Chicken Rice, karena ga ada tulisan “No Pork No Lard” akhirnya saya nanya apakah ini halal untuk muslim, si penjual kemudian menjawab “No Pork, Just chicken” akhirnya kami pesan roasted chicken rice seharga SGD 3.

Selesai makan kami lanjut kan hunting oleh2, umumnya sedang banyak diskon di toko dan mall2 orchard karena mendekati natal. Dan prinsip yang kami pegang adalah “JANGAN KALAP”…hahahahaha…keluar dari lucky plaza sekitar jam 7 malam. Kami mengejar light and water spectacular show di teater marina bay sand. Gratis lhooo….jadi ga boleh terlewatkan. Dari orchard ambil MRT ke arah marina bay (jalur merah). Informasi yang saya dapatkan sebelumnya ada free shuttle menuju marina bay sands setelah kita keluar dari stasiun MRT marina bay. Tapi setelah dilihat2 ga ada tanda2 keberadaan si free shuttle bus tersebut. Akhirnya kami ikuti saja arah kemana orang yang banyak jalan saat itu, dengan harapan jangan nyasar…hahahaha

Jalan sudah sempoyongan, kaki nyut2an luar biasa, pas ngelihat kapal nabi nuh mendekat mulai sedikit senang, kayanya ga nyasar. Udah terlihat marina boulevard dengan latar gedung2 bertingkat dengan lampu2 nya….kereeeennnn…kita jalan ke teater terbuka di depan The Shopes at Marina Bay tempat diadakannya light and water spectacular show. Masih jam 8 malam kurang, show nya belum dimulai. Kita duduk dan memandang, di seberang sana si merlion putih indah tak henti2 nya memancurkan air. Gedung2 yang entah berapa tingkat berdiri gagah dengan bentuk yang bermacam2. Indahnya malam…..

Mulai terdengar suara music, air Singapore river memancur ke atas membentuk layar dan di timpali oleh lampu dan laser warna warni. Shownya di mulai, permainan lampu, air, laser…..,membingkai sebuah cerita, kereeeeennn…..sayang untuk dilewatkan durasi nya sekitar 15 menit. Hati masih ingin untuk melanjutkan perjalanan melewati helix bridge, tetapi kondisi kaki sudah tidak memungkinkan, kita kembali ke stasiun marina bay lanjutkan ke stasiun raffles place (jalur merah), dan kembali ke merlion park untuk mendapatkan momen merlion di malam hari. Foto2 lagi…dan kita kembali dapat menikmati light and water spectacular show sesi kedua tetapi dari posisi kita yang ada di merlion park. Jadi lah kita melihat laser show yang sangat memukau. Ternyata laser2 nya di tembakkan dari lantai tertinggi dari hotel marina bay sands.

spore

Okey, enough for today, dengan kaki yang masyaallah gempornya kita pulang ke hostel. Tidurrrrrrrrr…………….

Link Original :

http://elpoenya.blogspot.com/2011/12/singapore-1-4-dec-2011-day-2.html

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Singapore 1-4 Dec 2011 (Day 1)

Repost dari blog El..

Pukul 9.30 dengan si “Burung Biru” kita berangkat ke Bandara Husen Sastranegara. Nyampe, Foto dulu didepan bandara dan kemudian kita langsung check in. Pada saat Check In tunjukkan tiket dan passport dan kemudian membayar Airport Tax sebesar Rp.75.000 untuk penerbangan internasional. Setelah itu kita diberikan kartu imigrasi yang harus kita isi. Satu berwarna hijau (imigrasi Indonesia) dan berwarna merah (imigrasi Singapore). Kita mojok ke satu sisi yang tidak lumayan rame, isi kedua kartunya (biar nanti tidak repot lagi) dan kemudian langsung menuju imigrasi. Kartu imigrasi Indonesia bagian keberangkatan di ambil petugas, passport kita di cap dan kemudian kita dipersilahkan masuk ruangan tunggu . Oiya jangan lupa selipkan kartu imigrasi yang tersisa di plastik sampul passport agar tidak hilang.

Ngamex's002

Saat itu di ruangan tunggu, umumnya kami bertemu dengan orang Malaysia, yang sepertinya habis shopping keliling bandung. Mereka sedang menunggu penerbangan Airasia menuju Kuala lumpur. Jam 12.25 kita masuk pesawat dan tak lama setelah itu kita telah berada di udara. ^.^

Penerbangan menuju Singapore sekitar 1,5 jam. Pesawat nya saat itu Cuma berisi sekitar setengahnya. Kami mendapatkan box kecil yang berisi kue bolu dan sandwich kecil dengan sosis serta satu cup air mineral. Tak lama setelah itu pramugari nya juga menawarkan mau kopi atau teh….jadinya saya membandingkan kalau naik Batavia mudik ke Padang Cuma dikasih air mineral padahal harga tiketnya lebih mahal…haduhhh…haduuh….tapi nikmati saja lah…ini keluar negeri lho….hahhaahha

Penumpang yang terhormat, sebentar lagi kita akan mendarat di Bandara Changi Singapore…suara pramugari dari pengeras suara …..huaaaa deg2 an…..

Jangan lupa sesuaikan jam kita dengan jam Singapore.

Keluar dari pesawat, kami merasakan hawa yang berbeda, berusaha adaptasi dengan lingkungan baru, orang2 berbagai bangsa, bahasa, warna kulit hilir mudik, sempat terpana melihat sekeliling. Dan akhirnya tersadar saya kebelet pipis….hehehe kemudian saya langsung kabur ke toilet terdekat. Toilet nya lumayan antri. Pengalaman yang pertama, saya melihat seorang ibu yang sedang mengganti popok anaknya di toilet. Ternyata di toilet changi disediakan seperti meja yang bisa dilipat kembali setelah dipakai, agar si ibu bisa membaringkan anaknya ketika mengganti popok. Giliran saya masuk toilet, hanya ada closet duduk, tisu dan sensor. Huaaaaa…….ga ada kran air nya….hiks….hiks….apa lah daya…terpaksa pake tisu. Setelah selesai dan ketika berdiri si sensor langsung berwarna hijau dan taaarraaa….si closet langsung bersih kembali….(ndesooo bgt si saya..hahahaha)

DSCN7324 (129)

Terminal 3

DSCN7324 (130)

Sky Train

Okey, setelah keluar dari imigrasi, langsung kita jalankan misi pertama di itinerary. Mencoba slide di terminal 3 changi. Karena kita arrivalnya di Terminal 2, kita naik Skytrain ke Terminal 3 (sky train ada di lantai 2 masing2 terminal). Slide terminal 3 changi ada yang berbayar dan ada yang tidak. Nah karena kita dengan modal pas2an, kita cari yang gratis saja. Slide yang gratisan ada di Terminal 3 Basement 2. Ketemu dan ternyata antri….yang ngantri adalah anak2 kecil saudara2. Ga usah malu, yg penting nyoba…hahahahaha

Tujuan selanjutnya Ticketing Office untuk membeli Singapore Tourist Pass (STP). Kami kembali ke terminal 2 dengan skytrain, Dan mencari MRT di terminal 2. MRT ada di lantai 1. Kami membeli Singapore tourist pass untuk 3 hari. 1 hari nya SGD 8 dan deposit SGD 10. Awalnya sempat ragu, bagusan STP atau Ezlink. Setelah mikir2, karena akan jalan kemana2 mending STP aja. Ga khawatir kehabisan saldo dan ga susah2 top up lagi. Bebas MRT dan bus2 tertentu keliling2 singapore.

DSCN7324 (119)

Singapore Tourist Pass

Yihaaaaaaaaa….STP sudah ditangan. Rancana selanjutnya kita akan langsung menuju ABC hostel di Bugis. Karena MRT changi hanya sampai Tanah Merah, turun di Tanah Merah dan kemudian ambil MRT kearah Joo Koon (jalur hijau) . Melewati 8 stasiun dan sampailah kami di stasiun MRT Bugis. Turun, kemudian langsung menuju Exit B ke Victoria Street. sampai di luar stasiun jalan lurus ketemu Raffless Hospital, Nyebrang Ophir Rd, Jln. Pinang, Jln. Pisang, Jln.Kledek, Jln.Kubor belok kanan sedikit langsung kelihatan ABC Bacpacker hostel. Kita Check in, bayar kekurangan dan deposit, dikasih 2 keycard kamar, remote AC,handuk dan selimut (harus dikembalikan lagi pas check out agar deposit juga kembali). Di antar deh ke kamar. Saat itu saya tanya nama mbak2 nya…ehhhh ternyata dia yg namanya Kenix. fufufufufu…jodoh yak ternyata…owh ya Key card jangan sampe ilang yah…kalo ilang harus membayar SGD 10.

Kita istirahat, bersih2, sholat dan jam 8 malam kita langsung cabut ke Little India. Dari Bugis naik MRT ke arah Joo Koon turun di Outrampark. Di Outrampark ganti kereta kearah Punggol berhenti di Farrer Park (jalur ungu). Mulai lah kami explore little india, orang-orang india yang memakai sari, aroma2 india, serasa di India asli.hehehehe….jalan ke Mustafa Centre muter2 langsung beli coklat, Mustafa Centre buka 24 jam, semua ada, tumpah ruah…..lanjut ke Sri Veeramaa Kaliamman Temple, foto2 dan lanjut ke tekka centre. Rencananya mau makan di Tekka Centre karena udah kemalaman Tekka Centre nya udah banyak yang tutup. Ya udah kita putuskan makan di daerah Kp. Glam saja. Dari Tekka Centre dengan peta kita ikutin jalan2 menuju Arab Street. Sampai di Arab Street kita cari tempat makan yang sesuai dengan lidah tapi yang buka hanya cafe2 dengan orang2 yang ber shisa ria terus jalan dan akhirnya memutuskan makan di sebuah tempat makan di daerah Kandahar Street. Malam itu sang perut sangat meminta nasi akhirnya saya pesan Nasi Goreng (SGD 4) seafood dan Es Teh manis (SGD 1). Nasi gorengnya enak, ngasih Seafood nya ga pelit dan ketika berbincang2 dengan salah satu pegawai restoran ternyata disana ada orang Surabaya juga yang bekerja. Hohohoho

DSCN7324 (1)

Sri Veeramaa Kaliamman Temple

Selesai makan, badan lelah dengan kaki yang lumayan nyut2an dan mata yang sudah ngantuk, kita putuskan pulang ke hostel. Sebelum tidur pake geliga dulu…hehehehe karena besok perjalanan akan lebih panjang…..zzzZZZZZzzzz……..

Link Original :

http://elpoenya.blogspot.com/2011/12/singapore-1-4-dec-2011-day-1.html

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.