Posts Tagged With: SahabaT

13 Oktober…

Hari ini, hari terakhir bulan Oktober…
Banyak kejadian di bulan Oktober tahun ini. Untuk saya, Oktober akan selalu menjadi bulan yang istimewa..
Mencoba flash back ke empat tahun yang lalu…

13 OkTober 2010,,,

hari yg penuh dengan kenangan…
bnyk haL yg terjadi pd usia ini…
– nyari LiLin buaT uLtah sendiri
– ngerjain tmen yg mau ngasih “surprise” –> [maafkan aku baLimo,,, ;)]
– bkin pesTa dadakan smbiL ngebaso
– dapeT “surprise cake” dari tmen2 Minang…
– dan acra tangis2an mpe tengah maLam (tgas pun akhirny terLewaTkan) –> ga da hub.ny sih sbnernya tangis2an ma Nia uLtah…
– yang pasTinya dapeT sLamaT dari semua sahabat dan keLuarga tersayang –> dapeT teLp khusus dr S’pore 🙂

hehehehehehehe,,,

maLu sih udah di angka kepaLa “2 ++”, tp bLum bisa ngasih bnyak buaT keLuarga, buaT masyrakaT smua, buaT tanah air….

but,
mudah2an di tahun ini Nia dapaT lebih baik lagi dgn merefLeksi apa yg udah Nia perbuaT 21 thun yg lewaT…..

Thank’s for everyone yg udah ngedo’ain Nia, ngasih sLamaT, ‘n yg udah ikuT ngasih kue ‘n kado,,,
maaf buaT tmen2 yg ga sempeT Nia trakTir saTu2,,,,,,

I Love u aLL my friends,,,,

x x x

 Terima kasih karena kau mencintaiku

Kau selalu di hatiku
Mengisi ruang dan waktuku
Tetaplah bersamaku
Sampai kita tak sanggup lagi

Bila tak sengaja diriku menyakitkanmu
Beri isyarat padaku
Agar cepat ku mohon maaf padamu

Di saat indah dan sedih
Tulus kau temani aku
Walau kadang kau mengiris perih hatiku
Terima kasih karena kau mencintaiku

          Oooh…
         terimakasih Kau mencintaiku
Walau kadang kau mengiris perih hatiku
Terima kasih karena kau mencintaiku

^.^

lilin "21"

lilin “21”

 

sersan bajuri

kostan sersan bajuri

resort

resort with fosmi

dago

cake dari Uni tersayang

fip

balimo di fip

Iklan
Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: | Tinggalkan komentar

Oki Setiana Dewi…

*post di grup SOSD, 13 Januari 2014

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat Malam para SOSD semua..

Alhamdulillah, kmrn kita bersama-sama sudah menyaksikan (secara langsung atau melalui media elektronik) OSD melangsungkan acara sakralnya. Dari persiapan acara hingga resepsi tadi malam semuanya berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

Hari ini, entah kenapa, saya tergerak untuk mereview seluruh kegiatan saya bersama SOSD dan OSD..
Hhhmmmm,,
Baiknya saya cerita dari awal ya (maaf kalau post ini terlalu panjang)…
Saya tertarik OSD, jujur, awalnya melalui buku-bukunya, bukan dari film atau sinetronnya. Saya termasuk agak “was-was” dengan artis Indonesia yang mengaku muslimah tetapi di luar layar kelakuannya tidak jauh berbeda dengan artis-artis yang tidak memiliki ikon “muslimah”. Saya menikmati KCB, atau sinetron Oki lainnya, tapi tidak menyukai secara personal seorang Oki Setiana Dewi.

Saya pernah melihat buku pertama OSD, tapi tidak begitu tertarik membacanya. Saya pikir Dia sama seperti artis lainnya yang terkadang suka menggunakan jurus “aji mumpung”, padahal belum tentu artis tsb memiliki bakat di bidang lain. Pada akhirnya, saya “terpaksa” membeli buku Pertama OSD karena sahabat saya ngotot ingin membaca buku itu. Ngubek2 Bandung, nemu di satu toko buku dan itu pun hanya tinggal satu buah (saat itu buku OSD masih belum best seller). Karena pada dasarnya saya memang suka membaca, buku tersebut malah saya yang terlebih dahulu menyelesaikannya. Berkat buku itu, pandangan saya sedikit berubah mengenai OSD tapi tidak berubah sepenuhnya.

Beberapa bulan setelah itu, muncul berita terbitnya buku Oki yang kedua. Lagi-lagi, sahabat saya ngotot untuk mencari buku Oki yang “Sejuta Pelangi”. Jika ada waktu kosong, pasti minta saya antar ke Toko Buku padahal jadwal terbit buku itu masih 2-3 minggu lagi. Satu minggu sebelum bukunya launching di Malaysia, lagi-lagi sahabat saya minta diantar ke toko buku. Meski pada awalnya saya sangat yakin buku itu tidak akan ada (karena belum waktu terbitnya), ternyata kenyataan berkata lain. Kami mendapatkan buku itu, lebih cepat dari launchingnya! Lagi-lagi, sayalah yang pertama kali menyelesaikan buku tersebut. Masya Allah! Saya akhirnya jatuh cinta pada OSD. Bukan pada sosoknya, tapi lebih karena hatinya, pemikiran-pemikirannya, dan saya rasa, untuk saat ini di Indonesia, hanya dia berani melawan arus di antara para artis Indonesia lainnya.

Next, beberapa bulan setelah itu, dapat kabar lagi buku Oki yang ketiga akan terbit, “Cahaya di Atas Cahaya”. Kali ini sahabat saya lebih “gila” lagi. Bukan hanya semua toko buku yang ada di Bandung yang kami datangi, tapi juga penerbit Mizan di Cinambo sana (sekitar 1,5 jam dari daerah saya). Untuk buku yang ketiga ini, hasilnya nihil. Meski sudah terlambat masuk kantor dan melawan panas serta macetnya Ujung Berung, kami tak mendapati buku Oki yang Ketiga sudah masuk ke kota Bandung.

Lalu, bagaimana dengan buku Keempat, Kelima dan Melukis Pelangi “Deluxe Edition”?

Khusus buku Melukis Pelangi “Deluxe Edition”, buku itulah yang memperkenalkan kami dengan Mas Boby Satya, Manajemen OSD. Launching bukunya di Jakarta, kami (lagi-lagi) mencari di Bandung, bukunya masih belum beredar. Akhirnya kita pilih menghubungi Mas Boby dan minta tolong membelikan buku tersebut di Jakarta (stok buku tsb masih blum ada di Manajeman OSD). Alhamdulillah Mas Boby bersedia membelikan buku tersebut, meski harus berhujan-hujan ria. Sip! Buku Melukis Pelangi “Deluxe Edition” sudah di tangan. ^___^

Wait, ternyata cerita buku tersebut tidak sampai di sana saja.
Dua bulan yang lalu, Mas Boby cerita via WA. Saat membelikan buku Melukis Pelangi “Deluxe Edition” tersebut, beliau membeli dua buku, untuk kami dan untuk Mas Boby sendiri. Saat meminta tanda tangan OSD untuk buku yang kami pesan tsb, Mas Boby khusus datang ke kampus Oki sekalian ada jadwal pertemuan juga. Satu buku punya kami sudah ditanda tangan Oki, lalu buku yang kedua? Buku Mas Boby ternyata tidak pernah sampai di tangan beliau. Bukunya dibawa oleh salah seorang sahabat Oki yang harus terbang ke Malaysia hari itu juga. Oki tidak sempat mencarikan buku Melukis Pelangi “Deluxe Edition” untuk temannya, akhirnya buku Mas Boby yang diberikan.

Lalu, tahukah teman-teman?
Di buku itulah terdapat Video Menapak Jejak Rasulullah, kisah perjalanan Oki di Tanah Suci. Video itulah yang menginspirasi Mas Bobby untuk mengadakan NoBar bersama Mata Sinema Watch (Mudah-mudahan dapat jadwal yang cocok ya Mas…)

Buku Keempat dan Kelima, kami akhirnya stay tune menunggu kiriman dari Mas Boby….

Apakah kisah ini cuma sampai di situ saja??

Belum, ,

Lewat buku-buku OSD, kami juga mengenal Teh Syerli (penulis dan motivator juga), lalu Dera (sahabat yang kami bantu membelikan buku-buku OSD dari Bandung), dan Uni Yessi (salah seorang sahabat asal Payakumbuh. Rumahnya mengalami musibah kebakaran, hampir semua harta-benda ikut lenyap, termasuk buku-buku OSD. Akhirnya kami memberikan seluruh seri OSD lengkap untuk beliau). Serta tak lupa juga, kami mengenal sahabat-sahabat di Tim SOSD Pusat dan Bandung…

Jika ada waktu dan kesempatan, ada Seminar atau talk show Oki di Bandung, insya allah kami pasti hadir. Sekedar memfollow up ilmu dan mendengar motivasi-motivasi langsung dari Oki. Pernah beberapa kali acara Oki yang “cukup penting” bentrok dengan jadwal kami. Sahabat saya bahkan pernah akan membatalkan tiketnya ke luar kota gara-gara launching buku “Hijab I’m In Love” yang diadakan di Sabuga Bandung, tetapi kami bukan sekedar fans yang tergila-gila dengan idola kami. Lewat pertimbangan-pertimbangan matang, akhirnya kami tetap sesuai jadwal. Insya allah, Allah akan carikan jalan lain untuk bertemu dengan Oki.

Setelah acara di Sabuga, SOSD Bandung mulai rajin menjalin komunikasi. Kegiatan Mengajar Tiap Pekan di Rumah Singgah Tegalega menjadi agenda mingguan SOSD Bandung. Beberapa bulan Saya dan sahabat saya mengajar di sana, kami kekurangan pasukan. Pernah kami terpaksa harus ganti-gantian mengajar karena bentrok dengan jadwal kerja. Akhirnya, beberapa bulan terakhir kami menyerah, jadwal kerja benar-benar tidak bisa diajak berkompromi. SOSD pun tidak ada lagi kegiatan rutin.

Cukup lama SOSD (Bandung) diam, tidak ada kegiatan. Kamarin kami dipertemukan lagi saat acara resepsi OSD&Rio. Awalnya dari Bandung yang dapat undangan ada lima orang (saya tidak ada dalam list undangan), last minute, yang berangkat akhirnya cuma bertiga (berempat masuk saya, saya menggantikan undangan yang canceled). Berangkat dari Bandung jam 11 pagi dengan menyewa mobil APV, Saya, Ega dan Teh Latifa (Teh Shinta menunggu di Jakarta). Start dari Bandung kita mampir dulu ke Mesjid Kubah Mas di Depok, lalu silaturahim sekaligus istirahat di rumah sahabat saya di Kukusan, perbatasan Depok dengan Jakarta Selatan. Pukul 19.00 seharusnya kami sudah sampai di tempat acara, tapi karena driver kami tidak ambil jalan tol, kami terjebak macet dan bajir Jakarta. Ambil jalan alternatif, terobos banjir, Pukul 20.20 kami baru sampai di tempat resepsi. Hikmahnya, ndak apa-apa rugi bayar tol daripada kena macet dan banjir (pelajaran untuk lain kali).

gathering

Gathering SOSD 2 (saya yang ambil fotonya)

sosd

SOSD Bandung

Menyaksikan secara langsung resepsi Oki tadi malam, membawa saya berpikir panjang. Bagitu berlebih-lebihannya media memberitakan acara Oki. Untuk satara artis, resepsi Oki lebih terkesan sederhana. Ruangan tempat resepsi diadakan tidak besar, tapi dekorasi ruangan begitu mewah. Dinding ditutupi dengan kain hitam lalu diberikan ornamen seperti bintang-bintang. Pelaminan didesain begitu apik dengan menambahkan lampu-lampu yang indah.

Lalu, apa yang berbeda?

Saya bandingkan dengan saudara saya yang pernah mengadakan acara resepsi dengan adat Minang, acara Oki bahkan masih “sederhana” dibandingkan acara saudara saya (dia bukan artis). Makanan pun cukup bervariasi namun tidak berlebihan. Acara terbuka, semua awak media bebas meliput semua kegiatan. Bahkan, banyak diantara tamu yang menyempatkan berfoto bareng dengan para artis tamu undangan Oki. Tidak ada yang dibatasi, semua bebas berekspresi. Di luar pelaminan, hampir 70% undangan, menghabiskan waktu dengan berfoto-foto. Banyak artis yang “takjub” dengan konsep resepsi Oki. Nuanasa Islami begitu kental disandingkan dengan adat Minang.

Sebelum acara pemotongan kue, MC, Adi Nugroho sempat akan mewawancarai Oki beberapa saat. Tapi Oki dengan lirih menolak. “Langsung saja ke acara inti Mas”. Analisis saya, selain Oki merasa sudah letih, tentu saja karena waktu sudah cukup larut. Oki sepertinya tidak ingin acara resepsinya selesai larut malam. Tamu-tamu Oki jangan sampai nanti pulang terlalu malam.
Lalu, setelah acara pemotongan kue, MC, Rina Gunawan meminta Oki dan Rio untuk saling bersuap-suapan, tapi Oki (lagi-lagi) dengan lirih menolak. “Makan tidak boleh berdiri.” Seketika itu juga WO langsung mencarikan kursi untuk Oki dan Rio. Jadilah acara suap-suapan kue itu dilakukan Oki sambil duduk.

Saya begitu terperangah memperhatikan tingkah Oki. Dia dengan kokohnya mempertahankan prinsipnya jika menurut Dia benar. Jika Oki masih bisa memilih, maka Oki tetap akan terus mempertahankan prinsipnya. Saya jadi ingat beberapa waktu lalu, saat acara Bandung Awan Pengetahuan di ITB. Oki datang sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dengan panitia, tetapi panitia ternyata tidak bisa tepat waktu karena harus menunggu beberapa pejabat yang juga mengisi acara tersebut. Akhirnya Oki memilih membatalkan untuk tampil, karena panitia menawarkan waktu yang pertepatan dengan sholat Zuhur. Saya melihat Oki sedikit kecewa (karena dia sudah jauh-jauh dari Jakarta untuk mengisi seminar di Bandung, tapi karena jadwal yang tidak sesuai kesepakatan, dia batal tampil lalu harus buru-buru ke Cibubur untuk shooting AAM). Oki menampilkan kekecewaannya dengan senyuman. Oki malah sibuk berfoto-foto dengan Paman Agus, mencoba meluapkan kekecewaannya dengan senyuman.

Tadi malam, saya sempat berbincang dengan beberapa sahabat Oki. Oki ternyata sudah wanti-wanti bahwa pada saat acara resepsi, seluruh lagu yang dimainkan harus full lagu islami, bahkan Dia memberikan list lagu-lagu yang boleh ditampilkan. Tapi apa dapat dinyana, masih saja ada yang membawakan lagu non Islam dan lagu barat. Mungkin itu resiko jadi artis, kita tidak dapat mengontrol segala hal karena banyak orang yang berperan dalam hidup seorang artis.
Saya jadi ingat Oki pernah bilang, “Saya sebenarnya memutuskan untuk bernyanyi setelah mempertimbangkan beberapa hal. Untuk sahabat-sahabat ketahui, saya bahkan tidak hafal lagu-lagu saya sendiri. Jika di dalam mobil atau sedang dalam perjalanan, saya lebih senang mendengarkan Murotal. Saya mendengarkan dan menghafalkan lagu saya, jika untuk kepentingan konser atau kegiatan menyanyi saja”.

Oki memang berbeda.

Kemarin, Dia dengan sukses mempertontonkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa pernikahan dalam Islam itu indah. Tanpa pacaran. Menjalani proses ta’aruf dengan sewajarnya. Menyegerakan ijab kabul. Dan melakukan resepsi dengan “sederhana”..

Oh ya, soal tamu VIP atau bukan. Kemarin saya melihat, perbedaan VIP atau bukan, semata-mata hanya untuk menghormati rekan-rekan Oki. Banyak rekan Oki adalah orang yang diminati oleh seluruh orang (untuk berfoto maksudnya). Jadi pembatasan tempat duduk tersebut hanya agar para tamu undangan dan keluarga merasa nyaman untuk menikmati makanan. Tapi pada kenyataannya, masih banyak tamu undangan yang bukan VIP masuk ke daerah VIP hanya untuk sekedar berfoto dengan para idola yang mereka temui. Tidak ada pembatasan yang saklek. Semua membaur. Bahkan, kami tim SOSD Bandung pun menikmati makanan di daerah VIP, padahal kami hanya mendapatkan undangan dari kertas foto…

Saya tergerak menulis surat ini, bercerita kepada para SOSD yang belum mengenal Oki agar lebih bisa memahami bagaimana Oki sesungguhnya. Tidak gampang menghujat atau mengkritisi Oki disaat Oki salah. Lalu buat para SOSD yang begitu terinspirasi dengan Oki, Oki tetap manusia, dia tetap memiliki sisi kekurangan. Contohlah hal-hal yang baik saja dari seorang Oki Setiana Dewi. Berusahalah terus agar memilihara pikiran positif, jika ada hal yang tidak baik, segera ditabayunkan, buat surat untuk Oki atau manajemen Oki, atau melalui grup SOSD. Dengan cara yang santun dan berterima. Banyak orang-orang yang ada di sekeliling Oki yang terkadang juga tidak sesuai dengan yang Oki ingini.

Terakhir, buat seluruh sahabat-sahabat yang terinspirasi dengan Oki, mari kita berbuat. Lakukanlah hal yang baik dengan segera. Oki adalah contoh nyata yang dapat kita teladani sisi-sisi positifnya..
“Apakah sahabat-sahabat sudah berhijab (bagi yang perempuan)?”
“Apakah sahabat-sahabat sudah mencintai Allah dan Rasullullah?”
“Apakah sahabat sudah bisa menjaga diri dari lawan jenis?”
“Apakah sahabat sudah terbiasa mendengarkan murotal dan membawa Al-Qur’an di setiap langkah?”
“Apakah sahabat sudah terbiasa mengaji one day one Juz?”
“Apakah sahabat sudah terjun untuk ikut mengajari mengaji Al-Qur’an?”

Itu hal-hal yang sudah menjadi keseharian bagi Oki. Bagi sahabat yang sudah, mari terus perbaiki diri. Jika bagi sahabat-sahabat yang belum, jangan putus asa untuk terus mencoba.

SOSD menunggu kesiapan sahabat-sahabat semua untuk turun serta ke masyarakat. Ikut berdakwah bersama Oki meski dengan semua keterbatasan yang kita miliki.
Oki mungkin tidak terus berada di samping kita.
Oki mungkin seorang artis yang sibuk dengan segala rutinistasnya.
Tetapi, bawalah semangat Oki untuk terus berusaha berdakwah lewat jalan apa pun.
Meski Oki tidak melihat kita, tapi insya Allah, Allah yang akan menyaksikannya langsung.

Foto-foto The Wedding OSD-RIO

Foto-foto Second Gathering SOSD

oki

“Potong Kue”

Link asli : https://www.facebook.com/groups/162272460453687/permalink/785137428167184/

Categories: AtuL's Books | Tag: | Tinggalkan komentar

Siapakah yang pantas disebut sahabat dan saudara?

Siapakah yang pantas disebut sahabat dan saudara?

Dari ust. Agus Hendra Gunawan

Yang mengajakmu makan malam di cafe?

Yang membeli tiket untuk nonton bareng?

Yang nangis bareng ketika nonton konser?

Yang selalu berada disebelahmu ketika foto narsis

Yang mengirimkan sms: “jangan lupa mamam tiang eeaa..”

Yang mengunjungimu ketika dalam keadaan bete dan bosan?

Baiklah…
Mungkin itu adalah sahabat versi terbaik kita…
Namun dalam Al-Quran ALLAH ﷻ menjelaskan, manusia yang pantas disebut sahabat dan saudara adalah:
Yang membantumu dalam kebaikan dan menasehatimu dalam keburukan serta bersabar didalamnya ….”

Maka … hitunglah baik baik …

Siapa yang mengajak kita sholat berjama’ah,

Siapa yang memberikan contoh kita melakukan kebaikan,

Siapa yang menasehati jika kita berbuat salah,

Siapa yang menjawab kegalauan kita,

Siapa yang mencegah kita berbuat maksiat,

Siapa yang marah bila kita berkhalwat atau sekedar ikhtilat,

Bila ternyata tidak ada seorang pun yang melakukannya kepada … kita, sungguh-sungguh malang sekali nasib kita selama ini…

#Karena‬ ternyata … kita tidak memiliki sahabat seorangpun walau kita berfikir telah memilikinya …

Tidak ada seorang muslim pun yang mendo’akan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)”

– Dapat kiriman message dari Mbak ku tersayang –

Categories: Oase Pengingat | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Wisata KuLiner..

Mari rehat sejenak dari post-post yang cukup filsuf hari ini. Saya ingat kejadian tadi malam. Entah kenapa, saya dan Ega kepikiran buat makan makan Ayam Penyet. Dulu waktu awal-awal kuliah, sekitar tahun 2007, lumayan berjamur warung-warung yang jualan ayam penyet di daerah Gegerkalong ini. Tetapi, akhir-akhir ini agak susah nyari menu ayam penyet di warung makan di sini. Dulu saya paling seneng sama Ayam Penyet Echo yang di depan Alfamart deket Koramil. Tapi sejak Alfamart berdiri, warung ini jadi kehilangan tempat mangkalnya. Beberapa bulan sempat terlihat di depan dekat Optik Ganeca (sekarang sudah engga ada juga), kemudian terlihat lagi di daerah KPAD, tapi tadi malam kami coba selusuri semuanya tapi nihil…

Ega engga bisa dibujuk sama makanan lain, pengennya Ayam Penyet. Alhasil kami sepakat buat mengamati warung tenda satu-satu dari Gegerkalong Hilir, Gegerkalong Girang, Setiabudhi, Dago, hingga DU. Saya kira pencarian akan panjang, tetapi ternyata baru nyampe depan Setiabudhi Guest House saya melihat warung tenda kecil yang jualan Ayam Penyet..

Ahaaaa…….

Kami putar arah dan segera merapat ke warung tersebut..
Alhamdulillah, dapet juga yang deket-deket sini. Jadilah kita menyantap makan malam Ayam Penyet + Teh hangat malam tadi. Kalo rasanya sih, buat saya sih, not bad lah, atau cukup memuaskan, tapi Ega sepertinya kurang puas sama sambelnya. Hahahahaha…

ayam bakar penyet

Kira-kira begini penampakan ayam penyetnya…

Gambar didapat dari link : http://putrionline.blogspot.com/2010/10/memasak-ayam-penyet.html

Nb: Bagi saya yang sudah beberapa mencoba jenis makanan, dari yang kaki lima hingga di restoran bintang lima, ternyata kesimpulannya, makanan yang juara tetap makanan rumah, apalagi yang Mama bikinin. MakNyuuuss… –> terlahir sebagai orang Minang, jadi rasa masakan Padang itu tetap yang terenak di lidah ini..

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Para Pencari Tuhan…

Assalamu’alaikum….

Masih ingatkah dengan sebuah sinetron yang ditayangkan pada stasiun televisi beberapa tahun terakhir ini?
Yup, judulnya para pencari Tuhan (PPT)…
Dulu, saya tidak begitu tertarik untuk mendalami pencarian akan Tuhan, tapi istilah ini mulai kembali menggelitik melalui pertemuanku dengan seseorang. Seseorang yang hadir lewat jalan yang tak aku sangka kan sama sekali…

Jika ada yang membaca post-post saya sebelum ini, ada beberapa kali saya menceritakan tentang sahabat saya, teman sekamar, teman satu kostan, teman satu kampung, dan teman berhijrah, alhamdulillah…
Dahulu, dia sering menanyakan pada saya, apa alasan saya untuk mau bersahabat dengannya? Begitu banyak orang lain yang lebih dahulu dekat dengannya tapi tidak ada yang mau bersahabat dekat dengannya. Bahkan, saat saya memilih untuk menjadikannya sahabat, banyak berbagai pihak yang melarang saya..
Sebagian besar teman-teman yang lain bilang kalau karakter Ika (bukan nama sebenarnya) tidak bisa diubah. Keras kepala, egois, tidak mau mendengarkan orang lain, malas, dan sifat jelek lainnya. Tapi entah kenapa, Tuhan melihatkan pada saya sifat-sifat Ika yang baik yang tidak terlihat oleh orang lain. Saya tidak bisa bohong, sifat-sifat jeleknya memang mendominasi perawakan luarnya, tapi saya menemukan bahwa sesungguhnya Ia adalah seorang perempuan yang berhati lembut yang tingkat kepedulian sosialnya di atas rata-rata orang kebanyakan, bahkan mungkin di atas diri saya sendiri. Dalam berorganisasi, dia tidak begitu mementingkan jabatan, lebih senang bekerja sesuai dengan kemampuannya, meski tidak ditempatkan pada posisi puncak. Dia selalu ceria dan mampu menularkan keceriannya pada orang lain yang bisa dengan senang hati menerima keberadaannya…

Jika dulu banyak orang dan Ika sendiri menanyakan pada saya, Apa alasan saya mau bersahabat dengan orang seperti Ika? Saya sendiri tidak tau jawaban pastinya. Saya hanya tersenyum dan bergumam di dalam hati, karena Tuhan yang telah hadirkan dia untuk saya. Sejak SD, saya memiliki trauma untuk memiliki seorang sahabat. Saya trauma dengan rasa kehilangan. Akan tetapi, sejak itu juga saya selalu berdo’a pada Allah, “jika nanti saya ditakdirkan memiliki seorang sahabat, jadikanlah Ia sahabat yang membawa saya makin dekat dengan-Mu, Ya Rabb”..

Apabila dilihat dengan mata telanjang serta logika manusia, Ika tidak lebih baik pemahaman agamanya daripada saya. Bahkan beberapa teman “akhwat” sering memarahinya karena pakaiannya yang pendek atau jilbab yang tidak selalu menutup dada. Lagi-lagi, saat saya memutuskan untuk bersahabat dekat dengannya, saya cuma minta izin dan petunjuk sama Allah. “Ya Allah, jika dia baik untuk aku jadikan sahabatku, maka dekatkanlah kami. Tetapi jika dia tidak membawaku ke arah yang lebih baik menurut-Mu, maka jauhkanlah kami”. Dan, berbekal dengan keyakinan itulah, kami dipersatukan sebagai sahabat oleh Allah. Dia berniat untuk mengubah saya, dan saya berniat untuk mengubah dia…

Subhanallah…

Tiga tahun sudah kami lewati saling mengenal bahkan pada tingkatan ekstrim sekalipun. Dari bertengkar kecil, hingga bertengkar hebat. Dari saya dimusuhi semua orang, hingga salah satu dari kami kabur dari kostan. Lima hari tidak menyentuh makanan dan tidak mau bertemu satu orang pun. Tingkatan depresi rendah, hingga berbulan-bulan seperti orang ling lung. Saya pernah membuat keluarga saya panik dengan proses pencarian saya, begitu pun Ika, Ayahnya dibuat menangis oleh tingkahnya. Alhamdulillah, semua pernah kami lewati dan berakhir dengan baik (meski harus dengan lautan air mata dan perjuangan berdarah-darah).

Tadi pagi saya tersadar..
Jika masih ada orang yang menanyakan, Kenapa saya mau bersahabat dengan orang tidak sempurna seperti Ika (kuliah saja tidak lulus-lulus, dibandingkan saya, mahasiswa terbaik jurusan bahkan hampir menyelesaikan master pendidikan)?
Saya sudah tau jawabannya…

Allah tidak akan pernah merancang suatu peristiwa itu sia-sia jika kita mau berpikir..
Tidak ada yang tidak terpakai oleh Allah swt, semua memiliki manfaat yang terkadang manusia kurang sabar untuk mengetahui hasil akhirnya…
Kita hanya dituntut percaya sepenuhnya hanya pada-Nya. Penghambaan yang penuh, tanpa ada sekutu-sekutu bagi-Nya..

Lalu, apa yang dipersiapkan Allah selama saya bersahabat dengan Ika?
– saya merupakan seorang yang cenderung memiliki emosi yang sangat tidak stabil, dari luar saya terlihat cool, tiiis, tenang, berwibawa, tapi sesungguhnya emosi saya bisa sangat tidak terkontrol. Saya bisa merusak barang-barang bahkan merugikan diri saya sendiri. Tapi, alhamdulillah sekarang jauh lebih baik. Ika mengajarkan saya untuk bisa menahan amarah yang ada di dalam dada saya…
– Kemudian, saya memiliki sifat introvert yang sangat. Menutupi emosi dari luar, bahkan cenderung menghindari konflik meski terkadang saya membutuhkan untuk berterus terang. Saya menutupi apa yang saya inginkan padahal di lain pihak saya sangat tidak menyukai ketidak-terusterangan. Ada beberapa hal yang bertolak belakang yang sering membuat saya makin bingung dengan diri sendiri. Ika lah yang berusaha membuat saya untuk menerima diri apa adanya tanpa perlu menutupi kekurangan.
-Lalu, sifat perfeksionis saya.. Huft, ini benar-benar sering menimbulkan masalah dengan Ika. Saya orangnya cenderung tertata, rapi, terorganisir, detail. Tapi Ika kebalikannya, spontanitas tinggi, tidak suka keteraturan, dan berantakan (versi saya). Awalnya saya sering memaklumi, tapi lama kelamaan saya jadi kesel sendiri dan berkaitan dengan introvert tadi, saya tidak ada protes sama sekali dengan Ika. Saya sering hanya tahan sendiri keselnya saya. Lalu akhirnya melalui dialog panjang dengan Ika, kami sepakat. Saya harus menurunkan standar kerapian (perfect) saya, dan Ika harus menaikkan standar kerapiannya juga. Ini dilakukan karena kami hampir 24 jam bareng (jika dalam kondisi sama-sama di kantor dan kostan). Saya harus belajar berdamai dengan diri sendiri dan mengakui ada batas kemampuan yang tidak bisa kita paksakan. Tidak selalu yang kita inginkan itu yang kita dapatkan, ada kuasa Ilah yang lebih di atas dari segalanya. Hehehehehe….
-Naaaah, ini yang paling urgent, ini saya rasa jawaban atas do’a-do’a saya. Ika rajin mengajak saya ikut kegiatan sosial bareng SOSD (Sahabat Oki Setiana Dewi), ikut pengajian muslimah dengan Teh Ninih, atau ke mesjid DT dengar pengajian ma’rifatullah. Kemudian, setelah dia pulang umrah, pakaiannya cenderung berubah daripada sebelumnya. Dia mengenalkan saya untuk tidak canggung menggunakan gamis. Tidak kuno kalo pake gamis untuk kegiatan sehari-hari…
Saya banyak mengenal orang-orang “penting” yang menjadi guru dalam mengubah pandangan hidup saya. Mbak Ida, seorang mualaf yang cukup membuat saya terkesima dengan kecintaannya pada Allah. Uni Zulfa dengan cerita masa lalunya serta bagaimana cara mengenal diri sendiri, mempelajari kelemahan dan kelebihan diri, serta ini yang saya paparkan di awal tulisan ini,  “seseorang yang hadir lewat jalan yang tak aku sangka kan sama sekali”.
Ya, dia adalah Bu Rosa, pembimbing dua sahabat saya. Beliau dihadirkan Allah lewat perantara Ika. Meski Ibu tidak pernah sadar dengan kehadiran saya, tapi setiap nasihat yang Ibu sampaikan pada Ika diceritakan kembali oleh Ika pada saya. Ilmu yang in sya allah bermanfaat yang akan terus mengalir hingga hari akhir. Saya seakan-akan bertemu dengan orang yang satu visi dengan saya. Seorang pendidik, meski beliau menjadi dosen lalu saya memiliki impian mengajar di sekolah dasar. Cita-cita untuk terus mencari Tuhan seakan-akan mempertemukan kami. Share-share melalui blog Ibu membawa saya pada sebuah pemahaman yang selama ini menggelayuti pikiran. Jika guru saya yang sebelumnya tidak begitu senang menulis di blog, maka cerita Ibu ini bisa menjadi pemicu saya untuk terus mencari diskon Allah swt.
Begitu indah ukhuwah yang dilandasi oleh-Mu ya Allah…

Saya yakin, suatu saat nanti kami akan dipertemukan kembali dan tentu saja, proses ini belum akan berakhir, baru benar-benar akan berhenti jika nafas sudah tidak lagi berhembus…

Teruslah berjuang para pencari Tuhan.
Kita akan menyadari kehadiran Allah jika kita berpikir (banyak ayat Al-Qur’an yang menerangkan ini)..
Mukzizat nabi Muhammad saw. adalah Al-Qur’an, bukan hal-hal ajaib seperti nabi-nabi sebelum Rasulullah. Pikirkanlah hal ini…

Ini list bacaan saya dari blog Bu Rosa, kategori suara hati…
Bacaan yang menanti… 🙂

Categories: Hijrah Hidup | Tag: | Tinggalkan komentar

Pertengkaran KeciL…

Assalamu’alaikum…

Pagi ini seluruh badan kaku, setelah pijit hari Minggunya. Agak berat untuk bersegera berberes kamar dan masuk kantor. Akhirnya hari ini mengambil shift siang dan memaksakan diri bergerak membersihkan kamar dan dapur. Biar semangat, hidupkanlah muratal di hp yang diselingi juga dengan nasyid dari Edcoustic. Perhatianku teralihkan dengan lagu ini, Pertengkaran Kecil ciptaan Kang Aden..

Sedih bila kuingat tengkaran itu

Membuat jarak antara kita

Resah tiada menentu hilang canda tawamu

Tak ingin aku begini tak ingin begini

 

Sobat rangkaian masa yang tlah terlewat

Buat batinku menangis

Mungkin karena egoku mungkin karena egomu

Maaf aku buat begini maaf aku begini

 

Reff :

Bila ingat kembali janji persahabatan kita

Tak kan mau berpisah karena ini

Pertengkaran kecil kemarin cukup jadi lembaran hikmah

Karena aku ingin tetap sahabatmu

Tidak ada apa pun tersirat dari lagu ini, tapi aku menbayangkan pertengkaran-pertengkaran yang sudah terlalu sering aku lewati dengan sahabatku.. Selama ini hampir semua masalah dapat kami lewati bersama, tapi hanya satu celah yang tidak pernah dapat kami temui jalan keluarnya.. Sahabatku masih ingin memperjuangkan masa lalunya, sedangkan aku memilih untuk meninggalkan….

Setelah banyak pelajaran yang aku temui, aku tahu pada titik ini aku harus IKHLAS. Kita tidak bisa memaksakan penerimaan pada diri seseorang. Jika ada orang yang tidak menyukai kita, seperti apa pun kebaikan yang telah kita lakukan, akan tidak ada artinya di mata orang tersebut. Aku berpasrah hanya pada-Mu ya Rabb. Jika di kesempatan ini kami tidak mendapatkan kesamaan, maka aku kembalikan ini kepada-Mu. Persahabatan yang dijalin oleh karena-Mu, insya Allah tidak akan pernah terputus hingga kapan pun. Aku berdo’a agar aku selalu ikhlas dalam menerima takdir-Mu ya Allah…

Jika selama ini aku banyak berdosa karena telah memaksakan kehendakku, aku mohon maaf ya sahabat. Jika aku telah mendahului takdir Allah, aku mohon ampun ya Rabb. Tidak ada satu pun jua yang terjadi tanpa Engkau mengetahuinya terlebih dahulu. Aku tahu, pada tahap ini aku yang harus belajar bagaimana penerimaan itu. Indahnya ikhlas karena Allah. Aku percaya suatu saat nanti Allah akan memberikan buah manis dari suatu kepercayaan yang tidak pernah berhenti. Kepercayaan penuh hanya pada-Nya, tanpa ditandingi oleh makhluk-mahkluk lain…..

Ya Rabb, kuatkanlah aku ya Allah. Jadikanlah rasa cinta dan sayang yang tumbuh pada diriku sebagai sesuatu yang tidak terlepas dari ibadahku kepada-Mu. Jadikanlah rasa sakit yang ada sebagai penawar dosa-dosa yang telah aku perbuat. Engkau yang Maha tau ya Allah. Hamba hanyalah seorang manusia yang masih sangat butuh bimbingan dan rahmat-Mu. Jauhkanlah rasa sombong dan angkuh pada diri hamba ya Allah. Biarkan cita-citaku untuk selalu mencintai-Mu dalam hidup dan matiku dapat membawaku kekal di Syurga-Mu nanti ya Allah…

Aamiin ya Rabb….

Dapat link bagus dari Bu Rosa…

Mengasihi Karena Allah

Bismillah…

Kemarin ada wejangan dari salah satu guru kehidupanku, yaitu ibu mertuaku 😀. Bahwa mengasihi manusia itu tidak berarti harus berinteraksi secara fisik, namun dapat dengan mempercayakan orang yang kita kasihi kepada Allah dengan kita selalu mendoakannya yang baik baik dan meminta kepada Allah untuk menjaganya… subhanallah… indah sekali bukan 🙂.

Hal ini semakin mencerahkan sedikit ilmu yang saya ketahui sebelumnya tentang mengasihi sesama manusia karena Allah. Dimana mengasihi karena Allah itu tidak sebatas hanya secara fisik, namun mempercayakan perlindungan dan pejagaan orang yang kita kasih kepada Allah. Bagaimana caranya?… dengan selalu menyebutkan nama orang yang kita kasihi dalam doa-doa kita kepada Allah. Mempercayakan kepada Allah, bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita dan orang-orang yang kita kasihi.

Hal ini saya telusuri juga dengan bentuk kasih sayang yang kurang dipahami kaum remaja, termasuk saya waktu remaja dulu. Mengenai pacaran, jika kita pahami secara jiwa, maka sebenarnya pacaran dengan gaya anak sekarang itu lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya. Kenapa saya tahu, karena saya juga pelaku pacaran 🙂. Untungnya saya bukan pelaku pacaran yang banyak berganti-ganti. Maka saya mencoba memahami dari pengalaman dan apa yang saya pelajari bahwa apa yang disebut dengan mengasihi karena Allah adalah mempercayakan kepada Allah mengenai jodoh atau perlindungan atau penjagaan orang yang kita kasihi kepada Allah. Karena hak Allah akan takdirNya adalah 4 hal yaitu hidup, mati, rejeki, dan jodoh. Jika sudah menjadi takdirNya bahwa berjodoh maka kemanapun pergi… ya akan tetap berjodoh, tidak akan kemana-mana… namun jika bukan jodoh, sedekat apapun maka tidak akan berjodoh. Apakah bisa yakin kepada Allah seyakin itu… memang yakin kepada Allah bukanlah hal mudah, maka perlu adanya usaha berkelanjutan untuk membangun keyakinan itu. Percaya dan menerima keputusan Allah sebagai hal terbaik berdasar ilmu Allah hanya dapat dilakukan orang yang memiliki keyakinan kepada Allah. Jika masih ada ketakutan akan hasil dari Allah, maka disitulah sebenarnya keyakinan kita sedang tidak yakin dengan benar-benar. Tenang saja, keyakinan seperti halnya iman 😀, naik turun… maka dari itu mesti secara berkelanjutan dijaga. Mari bersabar, membersihkan niat, dan tetap istiqomah 🙂.

Perbuatan tidak baik yang tergolong dosa adalah sebuah hutang yang harus kita bayar. Pasti akan kita bayar, entah itu di dunia atau di akhirat. Diskonnya hanya satu, yaitu ampunan Allah. Diskon inilah yang membuat saya bersemangat untuk terus memperbaiki diri. Karena segala yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri (banyak ayat Al Qur’an yang menerangkan ini). Jika kita benar-benar mengasihi orang lain karena Allah maka kita akan berusaha untuk tidak berbuat sesuatu yang membuat orang yang kita kasihi terdorong untuk berbuat dosa inilah bagian dari memberi 🙂.

Semoga ada manfaat dari sekelumit pemikiran ini. Jika ada kesalahan itu dari saya dengan keterbatasan ilmu saya, dan jika ada manfaat dan kebenaran maka itu semua dari Allah.

Categories: Hijrah Hidup | Tag: | Tinggalkan komentar

Malaysia #HariKeenam #030213

Repost dari blog Lia..

Hari ini adalah hari terakhir kami berlibur di negara tetangga ini. Sesuai dengan jadwal hari ini kami akan mengunjungi Genting Highlands, Chinatown, Petaling Street, Putrayaja dan KL Sentral.

Pagi itu setelah kami sarapan, kamipun berpamitan sama kakek, Liana dan Arfa. Karena nanti malam kami akan langsung balik ke Singapore tanpa balik ke sini terlebih dahulu. Liana dan Arfa agak enggan melepas kami, karena mungkin karena masih ingin bermain dengan aunty yang cantik2 ini 😀

Bersama Liana dan Arfa

Bersama Liana dan Arfa

Tujuan utama pagi ini adalah Genting Highlands, karena tempat ini berada di atas perbukitan akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan bus Go Genting. Ternyata jalan ke sini mirip dengan jalan ke Tangkuban Parahu Bandung ato Puncak Bogor, berbelok-belok dan di kelilingi jurang dan perbukitan. Pemandangan yang di tawarkan sepanjang perjalanan sangat memukau. Setelah 1 jam perjalanan, kami sampai di tempat pemberhentian yang akan membawa kami naik cable car menuju Genting. 1 cable car bisa diisi 6-8 orang. Tiketnya sudah termasuk dengan tiket bus yang kami beli di awal tadi. Kami mengeluarkan biaya sekitar 23,5 RM untuk tiket PP dan Cable car  PP.

SONY DSC

SONY DSC

Sayangnya ketika kami di sana cuacanya rada gerimis, jadi yang kami lihat sepanjang perjalanan hanya kabut 😦
Sampai di ataspun cuacanya masih berkabut sehingga kami tidak bisa menikmati keindahan yang ditawarkan di sana. Dari pada kecewa akhirnya kami memutuskan belanja 😀. O ya, disini katanya merupakan tempat salah satu kasino terbesar juga. Kita sebagai turis bisa masuk cuma dengan memperlihatkan pasport. Tapi kami tidak masuk sana, malu dan harus menjaga kesucian jilbab yang kami pakai:D. Sampai kami selesai belanja cuacanya masih gelap dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa suatu saat nanti kami akan kesini lagi, amin

SONY DSC

Di perjalanan setelah memikirkan dan mengatur ulang jadwal kami memutuskan untuk membatalkan kunjungan ke Putrajaya dan Chinatown mengingat waktu yang tinggal sedikit. Kebetulan hari itu merupakan arus mudik yang cukup padat juga, hingga akhirnya kami terjebak macet dan sempat nyasar lagi.
Akhirnya kami menuju Petaling street dengan alokasi yang sangat minim jika digunakan untuk belanja oleh2 bagi orang seperti kami, tapi harus bisa supaya tidak ketinggalan kereta menuju Singapore. Oleh-oleh standar yang kami beli kaos, gantungan kunci, pajangan, dan lain2. Walau sebenarnya tidak puas tapi harus tetap tersenyum.
Sebelum ke KL Sentral Kak Linda mengajak kami singgah di Kampung Baru terlebih dahulu. Kak Linda mau beli Martabak Mesir buat Kakek. Di sini kami bisa menyaksikan kemegahan Twin Tower dimalam hari.

SONY DSC

Akhirnya kami sampai di KL Sentral, masih ada waktu buat shalat dan istirahat sebelum kereta berangkat ke Singapore.

Dadah Malaysia, See U Next Time..

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/06/02/malaysia-harikeenam-030213/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaysia #HariKelima #020213

Repost dari blog Lia..

Agenda hari ini adalah menjelajahi tiap sudut dari ibukota.
Di Singapore kita adalah gembel elit yang kemana-mana memanfaatkan MRT ato Bus, di Malaka kita adalah pencinta jalan kaki, sedangkan di Malaysia kita adalah tamu Kak Linda yang kemana-mana diantarin sama mobil :p

Perjalanan hari ini dimulai dengan mengitari dan explore Dataran Merdeka. Di sini kita bisa menemukan KL City Galery, Perpustakaan Nasional, Portugis Of Fountain, Masjid Abdul Samad. . Tempatnya berdekatan satu sama lain hingga bisa di akses dengan jalan kaki. Dataran Merdeka atau Lapangan Merdeka yang juga dinamakan Sempena adalah lokasi untuk memperingati hari kemerdekaan Malaysia, di seberang jalan berdiri dengan megah Masjid Abdul Samad. Pokoknya bangunan yang ada di sini itu arsitekturnya megah dan bergaya2 inggris gitu..

Narsis

I Love KL

Perpustakaan

Perpustakaan

KL City Gallery

KL City Gallery

Masjid Abdul Samad

Masjid Abdul Samad

Pose

Puas berpoto2 di sini kami melanjutkan perjalanan menuju Masjid Jamek, tapi sayang kami tidak bisa masuk ke sana karena sedang ada renovasi besar-besaran.

Masjid Jamek yang sedang di renovasi

Masjid Jamek yang sedang di renovasi

Daripada kecewa akhirnya kami memutuskan belanja oleh2 di daerah sana. Karena tepat di seberang masjid terdapat pertokoan yang menjual berbagai aksesoris, makanan, dan jilbab dengan segala rupa. Tempat ini sangat direkomendasikan bila anda ingin berbelanja ketimbang di Petaling Street. Harganya jauh lebih murah.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju KL tower dan KLCC.

KL Tower

KL Tower

Kami tidak sempat naik ke kedua menara tersebut karena pertimbangan waktu dan biaya 😀 Yang penting kami punya bukti otentik pernah menginjakkan kaki di menara Petronas yang terkenal itu.

Twin Tower

Twin Tower

Twin Tower

Twin Tower

Kemudian kami di ajak Kak Linda ke Chow Kit Market, dan kami melewati sebuah kampung yang berada di tengah-tengah kota, dari sini kita bisa menyaksikan menara Petronas berdiri dengan megahnya, kontras dengan bangunan bergaya lama yang ada di kampung ini. Tidak Sesuai dengan penampakannya kampung ini dinamakan Kampung Baru. Menurut kabarnya pemerintah setempat ingin menjadikan kampung ini pusat pertokoaan atau perumahan yang modern. sayang sekali ya kalau hal itu terwujud. Namun katanya rakyat di sana menentang itu semua.
Karena perut sudah keroncongan akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu. Dasar orang minang, jauh dari ranah minang-pun kami tetap mencari masakan Padang 🙂

Perjalanan di lanjutkan untuk mengunjungi destinasi terakhir buat hari ini, Batu Cave.. Sempat nyasar juga pas pergi dan pulang dari tempat ini 😀
Batu Cave merupakan gua yang didepanya terdapat patung Budha tersenyum. Untuk menuju Goa kita harus mampu mendaki sekitar ratusan anak tangga. Kebetulan pas kami kesana ada perayaan yangsedang dilaksanakan, jadi lumayan rame dan penuh dengan wajah-wajah India. Disini juga ada semacam pasar kaget yang bisa kami nikmati karena perayaan tersebut.

SONY DSC

Batu Caves

Batu Cave

Batu Caves

Ini adalah akhir perjalanan untuk hari ini..

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/06/01/malaysia-harikedua-020213/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaka – Shah Alam #HariKeempat #010213

Repost dari blog Lia..

Pagi Malaka…
Hari ini kami siap untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi kota tua ini. Karena hari ini merupakan hari terakhir di Malaka. maka sebelum menjelajah lagi kami beres-beres buat check out dulu. Batas waktu check out rata-rata disini adalah jam 11.00 siang. Tujuan utama pagi ini adalah Menara Taming Sari yang bisa di tempuh sekitar 10 menit dari hostel dengan berjalan kaki. Karena kami datangnya kepagian kami tidak bisa masuk ke tempat ini, tapi lumayanlah ya bisa photo2.

Menara Taming Sari

Menara Taming Sari

SONY DSC

AtuL dan Amay

Menara Taming Sari

Puncak Menara Taming Sari

Selanjutnya kami beranjak menuju Taman Merdeka. Di sini kita bisa melihat replika alat transportasi.

Taman Merdeka

Taman Merdeka

Dan di daerah sini juga terdapat Museum Perangko.

Museum Perangko

Museum Perangko

Tak jauh dari sana kita bisa menemukan bangunan bersejarah di Malaka yang namanya dikenal dimana-mana. Ya, inilah A Famosa (“Yang Termashur” dalam bahasa Portugis).  A Famosa terletak di Bandar Hilir, Melaka bersebelahan dengan replika Istana Kesultanak Melaka dan Gereja St. Paul. Kami sempat naik ke reruntuhan gereja yang ada di sana. Dari atas kita bisa melihat selat Malaka.

A Famosa

A Famosa

SONY DSC

A Famosa

SONY DSC

A Famosa dilihat dari atas

SONY DSC

pemandangan dari atas bukit

Karena merasa lapar, kami memutuskan untuk mencari makan. Pilihan kami jatuh pada Chiken Rice Ball yang ada di EE JI BAN. Ternyata pelayan di sana adalah orang Jawa. Karena merasa satu bangsa kami dilayani dengan sangat baik oleh si mbak. Di sini kami mencicipi chiken rice ball lengkap dengan sayuran dan minum Longan tea. Satu paket kompletnya itu cukup dengan membayar sekitar 50 RM untuk 4 orang.

SONY DSC

Makan Chicken Rice Ball

SONY DSC

EE JI BAN

Setelah check out dan masih ada waktu sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Syah Alam, kami menuntaskan hasrat untuk menikmati semangkok es cendol duren Jonker 88 terlebih dahulu. Alhamdulillah kami bisa menikmatinya. Dan memang tidak heran tempat itu selalu penuh, karena rasa yang ditawarkannya memang sepadan. Dengan 4 RM saja kita bisa menikmati semangkok es cendol duren yang menggoyang lidah.

Es Cendol Duren Jonker 88

Es Cendol Duren Jonker 88

Setelah itu kami menuju Masjid Kampung Klang, sayangnya kami tidak bisa masuk ke dalamnya.

Masjid Kampung Klang

Masjid Kampung Klang

Untuk kembali menuju Melaka Sentral kami menunggu bus di depan Chirst Church karena busnya melewati tempat tersebut. Ongkosnya 2 RM. Sesampainya di Malaka Sentral saya memanfaatkan waktu untuk membeli oleh2, karena belum sempat. Untuk harga kaos disini jauh lebih mahal dari pada yang ada di Kompleks Rumah Merah, namun kualitasnya juga jauh berbeda. Satu kaos disini dihargai dengan 25 RM.

Tiket dari Melaka Sentral menuju Shah Alam berkisar 14,5 RM dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Sesampainya di Shah Alam kita di jemput oleh Kak Linda yang akan bersedia menjadi Guide dan merelakan rumahnya untuk kita tempati (Thank Kak 😀 ). Ternyata Kak Linda punya 2 malaikat kecil yang lucu dan menggemaskan. Arfa dan Liana. Setelah istirahat dan mandi Kak Linda memasakkan makanan buat kami. Ini seperti di rumah sendiri, karena Kak Linda sendiri adalah orang minang yang sudah menjadi warga Malaysia.

Malamnya Kak Linda mengantarkan kami ke I-City, kota sejuta Lampu.

SONY DSC

I city Shah Alam

SONY DSC

di dalam I city Shah Alam

Snow

Snow

Seperti Bandung Carnival Land (BCL) ato Batu Night Spectaculer (BNS) na Malang lah ya, namun permainan disini lebih beragam. Yang menjadi tujuan utama adalah Snow Worid-nya. Setelah puas kami kembali ke rumah Kak Linda.

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/05/30/malaka-harikeempat-010213/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Malaka #HariKetiga #310113

Repost dari blog Lia..

Pagi ini kesibukan berbeda dari hari kemaren. Hari ini kami bangun lebih cepat dan berkemas tanpa maele-ele. Yups.. kami harus mengejar bis paling pagi menuju Johor Bahru. Untungnya terminal bis itu terletak tidak jauh dari hostel tempat kami menginap, terminalnya berada di Rochard Rd, cukup ditempuh 5 menit dengan berjalan kaki. Ongkos dari SIN – Johor Bahru 2,4 SGD. Sebelum nyampe Johor Bahru, kami harus melewati Imigrasi di perbatasan dua negara ini (SIN-MAL) Woodland. Biasanya prosedur disini tidak lama. Setelah itu kami  melanjutkan perjalanan menuju Johor Bahru yang memakan waktu kira-kira 1 jam.
Setelah sampai di Johor Bahru (Terminal Larkin Sentral), kami merasa berada di Indonesia kembali, karna pas baru nyampe terminal sudah banyak calo bus yang saling berlomba mencari calon penumpang, tidak beda dengan Indonesia kan? Kami lebih memilih membeli tiket di counter resminya saja, selain lebih aman itu lebih nyaman. Kami memilih menggunakan bus Delima dengan ongkos 19 RM menuju Malaka.  Supir busnya baik dan mau membantu para gembel elit  ini 🙂

Terminal Larkin Johor Bahru

Terminal Larkin Johor Bahru

Bus Johor Bahru - Melaka Sentral

Bus Johor Bahru – Melaka Sentra

Perjalanan Johor Bahru – Malaka ditempuh dalam waktu 2,5 – 3 jam (Bandung – Jakarta) lewat jalan tol. Karena faktor capek dan interior di dalam bus yang lumayan bagus kamipun tertidur sepanjang perjalanan :p Akhirnya kami sampai di Melaka Sentral, karna kelaparan kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Di sini kami tidak terlalu memusingkan harga lagi, sekarang kan sudah menggunakan Ringgit :p

Menu Makan Siang

Menu Makan Siang

O ya,, Malaka merupakan sebuah warisan budaya UNESCO.

Setelah itu kami naik bus  17 menuju Dataran Pahlawan, dengan ongkos 1,3 RM. Kami turun di sekitaran Dataran Pahlawan, cukup dengan berjalan kaki sekitar 10 menit kami sampai di hostel yang bersedia menampung kami selama 2 hari ini, Mari-Mari Guest House. Karena saat itu lagi diskon kami mendapatkan harga kamar dengan harga yang sangat miring (sekitar 10 RM/org ). Setelah beres2, kami melanjutkan perjalanan menuju Christ Church yang cukup ditempuh 10 menit dari hostel,. Christ Church merupakan gereja tua yang mempunyai arsitektur yang indah, di halamannya terdapat sebuah kolam air mancur dan banyak becak-becak hiasan berbagai rupa. Di dekat Christ Church, ada Stadthuys yang merupakan rumah dinas gubernur dan staf pemerintah Belanda yang dibangun pada tahun 1650. Gedung ini sekarang menjadi Museum of History and Ethnography. Warna gedung awalnya putih, tetapi kemudian dicat dengan warna red-salmon agar mendekati warna Christ Church. Didekat itu juga terdapat reruntuhan gereja Katolik St. Paul’s Church. Lokasi ini disebut dengan Rumah Merah, karena bangunan di sekitar sini berwarna merah. Menghabiskan sore di lokasi ini merupakan sebuah pilihan yang tepat.

Di depan Chirst Church

Di depan Chirst Church

Becak Unik ala Malaka

Becak Unik ala Malaka

Setelah menghabiskan senja di sana, kami melanjutkan perjalanan menuju Jonker Walk. Awalnya si pengen memcoba es cendol duren yang ada di Jonker 88, ternyata karna kami nyampe sana sudah sore tempat itu sudah tutup. Jonker 88 merupakan tempat makan yang lumayan terkenal di sini. Akhirnya kami minum kopi di Ochado sambil menunggu malam.

Ochado

Ochado

Setelah itu kami kembali menuju Malaka river dengan tujuan naik River Cruise. Sebelumnya kami sempat singgah di Maritim Museum.  Harga tiket River Cruise sekitar 15 RM/org. Di sini kita di ajak berkapal-kapal ria mengelilingi Malaka River.

Senja di Malaka River

Senja di Malaka River

Maritim Museum

Maritim Museum

Kincir Kerajaan Malaka

Kincir Kerajaan Malaka

Setelah puas mengelilingi Malaka River yang eksotis, kami menghabiskan malam di depan Chirst Church

Radar Neptunus

Radar Neptunus

Para Perempuan Minang Terdampar di Melaka

Itulah perjalanan kami di hari ketiga, masih ada lima hari lagi yang tersisa 😀

Link Original :

http://emilianovianti.wordpress.com/2013/05/30/malaka-hariketiga-310113/

Categories: Aku, Kamu, dan KiTa | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.